Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Perilaku Bermakeup dengan Penerimaan Diri pada Remaja Acne fighter ikhsani, Erna Nur; Ariyanto, Mustaqim Setyo
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol. 17 No. 2 (2025): ANALITIKA DECEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/analitika.v17i2.16462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara perilaku bermakeup dan penerimaan diri pada remaja acne fighter. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring terhadap 252 remaja awal berusia 18–25 tahun yang memiliki pengalaman jerawat, menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa skala perilaku bermakeup dan skala penerimaan diri yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara perilaku bermakeup dan penerimaan diri pada remaja acne fighter (r = 0,987; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa perilaku bermakeup dapat berperan sebagai strategi adaptasi psikososial dalam membantu remaja merasa lebih nyaman dengan penampilan dan mendukung proses penerimaan diri. Namun demikian, pengembangan penerimaan diri yang sehat tetap perlu dilakukan secara seimbang tanpa ketergantungan berlebihan pada penampilan fisik.
Hubungan Body Image dengan Kepercayaan Diri pada Remaja Karang Taruna di Kecamatan Turi Sekar, Apriliani; Ariyanto, Mustaqim Setyo
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol. 17 No. 2 (2025): ANALITIKA DECEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/analitika.v17i2.16693

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan kepercayaan diri pada remaja Karang Taruna di Kecamatan Turi. Fokus utama dari penelitian ini adalah bagaimana persepsi remaja terhadap tubuhnya berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan dirinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional, dengan teori body image menurut Thompson dan teori kepercayaan diri menurut Lauster sebagai acuan. Data dikumpulkan melalui penyebaran skala menggunakan Google Form kepada 127 responden, terdiri dari 52 laki-laki dan 75 perempuan, dengan mayoritas berusia 20 tahun. Analisis data menggunakan SPSS, data dianalisis melalui uji normalitas, linearitas, dan korelasi. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara body image dan kepercayaan diri dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) dan koefisien determinasi sebesar 0,642, yang berarti body image memberikan kontribusi 64,2% terhadap kepercayaan diri, sementara 35,8% dipengaruhi faktor lain. Kategorisasi data menunjukkan bahwa sebagian besar responden termasuk dalam kategori body image tinggi (92,1%) serta memiliki tingkat kepercayaan diri yang tergolong tinggi (44,9%). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa remaja yang memandang tubuhnya secara lebih positif cenderung menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi. Dengan demikian, body image menjadi salah satu faktor utama yang berperan dalam pembentukan kepercayaan diri pada remaja Karang Taruna di Kecamatan Turi.
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN MINAT ORGANISASI PADA MAHASISWA DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN BERORGANISASI Azzahra, Elena Putri; Ariyanto, Mustaqim Setyo; Salim, Agus
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8548

Abstract

The phenomenon of declining student participation in organizational activities is the background of this study, which aims to examine the relationship between organizational culture and organizational interest by reviewing aspects of student participation. This study applies a quantitative approach through a correlational and comparative test design involving 100 students aged 18-25 years as respondents through an accidental sampling technique. Data were collected using a Likert scale and analyzed using the Anacova test, Product Moment Correlation, Independent Sample t-Test, and Mann-Whitney. The results of the statistical analysis show that organizational culture has a significant influence on organizational interest (F = 28.669; p = 0.000) with a positive correlation of 0.398. Furthermore, the participation factor is proven to strengthen the relationship (F = 63.334; p = 0.000). Comparative findings show a significant difference in the level of organizational interest between active students (Mean = 84.34) and inactive students (Mean = 72.68), but interestingly there was no difference in perceptions of organizational culture between the two groups (p = 0.552). It was concluded that although perceptions of organizational culture were felt evenly, the experience of direct involvement was the main determinant of high interest, so that higher education strategies need to be focused on strengthening a positive, inclusive culture to encourage active student participation. ABSTRAK Fenomena penurunan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan organisasi menjadi latar belakang penelitian ini, yang bertujuan untuk menguji hubungan antara budaya organisasi dan minat berorganisasi dengan meninjau aspek keikutsertaan mahasiswa. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui desain uji beda korelasional dan komparatif yang melibatkan 100 mahasiswa berusia 18-25 tahun sebagai responden melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala likert dan dianalisis menggunakan uji Anakova, Korelasi Product Moment, Independent Sample t-Test, serta Mann-Whitney. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap minat organisasi (F=28,669$; p=0,000) dengan korelasi positif sebesar 0,398. Lebih lanjut, faktor keikutsertaan terbukti memperkuat hubungan tersebut (F=63,334; p=0,000). Temuan komparatif memperlihatkan adanya perbedaan signifikan pada tingkat minat organisasi antara mahasiswa yang aktif (Mean=84,34) dan yang tidak aktif (Mean=72,68), namun menariknya tidak ditemukan perbedaan persepsi mengenai budaya organisasi di antara kedua kelompok tersebut (p=0,552). Disimpulkan bahwa meskipun persepsi budaya organisasi dirasakan secara merata, pengalaman keterlibatan langsung menjadi determinan utama tingginya minat, sehingga strategi perguruan tinggi perlu difokuskan pada penguatan budaya positif yang inklusif untuk memacu partisipasi aktif mahasiswa.