Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Validation of Atmospheric Instability Indices from Himawari-9 Against Radiosonde Observations Rafi, Rayhan; Citra, Roihan Fauzi; Buti, Delfiana Yoventa
Science Education and Application Journal Vol 7 No 1 (2025): Science Education and Application Journal
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/seaj.v7i1.1166

Abstract

Validation of Atmospheric Instability Indices from Himawari-9 Against Radiosonde Observations. Remote sensing is crucial in measuring atmospheric instability by providing continuous spatial and temporal observations, often through satellite-based retrieval algorithms and numerical models. This study evaluates atmospheric instability indices derived from Numerical Weather Prediction (NWP) models using Himawari-9 satellite data. The results are compared with Radiosonde observations at the Tunggal Wulung Meteorological Observation Post, Cilacap, Central Java. The observation period includes four-time samples of Radiosonde observations identified with essential weather events. Atmospheric instability indices such as Showalter Index (SI), Lifting Index (LI), K Index (KI), Severe Weather Threat (SWEAT), and Convective Available Potential Energy (CAPE) are used to analyze the dynamics of atmospheric instability that trigger important weather events such as rain. The research method involves processing Radiosonde observation data provided by Wyoming and satellite imagery using GMLSPD software. The results of this study reveal cloud images and instability index values ​​that explain the occurrence of essential weather events with a moderate category. Although some parameter values ​​differ from Radiosonde data, the NWP-GSM indices from Himawari-9 are in good agreement with Radiosonde measurements for certain instability index categories. These findings suggest that Himawari-9 GSM can complement and be an alternative to Radiosonde observations by providing continuous atmospheric instability analysis, especially during periods without Radiosonde measurements. This shows its potential to improve weather monitoring and forecasting. However, further research such as high computing power, seasonal pattern analysis, and reducing errors such as parallax errors are still needed to maximize the findings.
Strategi Mitigasi Non-Struktural Bencana Hidrometeorologi Berbasis Edukasi dan Teknologi Informasi bagi Masyarakat Pesisir Sanur Maheswara, I Dewa Gede Loka; Putri, Intan Bryliana; Gotama, I Made Prabawa Sandhi; Pratama, Putu Aldi Tusan; Syah, Muhammad Jouhar; Taruna, I Wayan Jyesta Jaya; Cahya, Shintia Dwi; S. A, John Pieter; Zaman, Azra Haiza; Temuju, Gede Galang; Buti, Delfiana Yoventa; Sanjaya, Kadek Valerina Kitana; Mulsandi, Adi; Mustamu, Abraham Frederik; Gunawan, Dodo
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/4ekjje90

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu sarana penerapan ilmu pengetahuan secara langsung untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) STMKG Unit 13, dilaksanakan tiga kegiatan pengabdian di kawasan Pantai Kelurahan Sanur sebagai respons terhadap tingginya kerentanan wilayah pesisir Denpasar Selatan di Provinsi Bali terhadap bencana hidrometeorologi. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi hidrometeorologi, pelatihan penggunaan aplikasi SICUPEL, serta pemasangan plang informasi prakiraan cuaca maritim dan tinggi gelombang di wilayah Pantai Semawang. Metode yang diterapkan mengutamakan diskusi interaktif dua arah antara tim penyuluh dan nelayan, yang memungkinkan konfirmasi silang antara informasi prakiraan resmi BMKG dengan pengetahuan empiris nelayan di lapangan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun penerimaan peserta terhadap materi yang disampaikan, sekaligus memvalidasi fenomena hidrometeorologi lokal seperti angin kencang dari awan cumulonimbus yang selama ini hanya dipahami secara empiris oleh nelayan. Ketiga kegiatan yang dirancang berkontribusi dalam memperkuat literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat nelayan pesisir pantai Kelurahan Sanur terhadap potensi bencana hidrometeorologi.