Husna, Ulviani Yulia
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Apoteker terhadap Pharmaceutical Care Husna, Ulviani Yulia
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.103646

Abstract

Pharmaceutical Care didefinisikan sebagai pelayanan yang bertanggung jawab terhadap terapi obat dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang pasti serta  meningkatkan kualitas pasien. Pharmaceutical Care menggambarkan tujuan dari farmasi klinik apabila dilihat dari praktek pofesional kefarmasian. Pharmaceutical Care melibatkan peran Apoteker untuk mengembangkan rencana terapeutik yang akan menghasilkan hasil terapeutik yang spesifik untuk pasien. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahu gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku apoteker terhadap Pharmaceutical Care. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan instrumen kuesioner. Dari 146 apoteker diperoleh bahwa pengetahuan apoteker masuk dalam kategori cukup (35,6%), sikap apoteker masuk dalam kategori cukup (99,3%) dan perilaku apoteker masuk dalam kategoti cukup (99,3%).
Peran Kie Apoteker dan Tingkat Kepatuhan Terapi Pada Pasien HIV atau AIDS Mahmudah, Afina; Retnowati, Eko; Husna, Ulviani Yulia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis peran apoteker dalam pemberian KIE dan Tingkat kepatuhan pasien ODHA. Jenis penelitian ini menerapkan metode campuran, dengan desain kuantitatif dan kualitatif observasi data menggunakan pendekatan cross-sectional. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Sampel penelitian diambil dengan metode total sampling. Pengumpulan data diambil dengan melakukan pengisian kuesioner tentang Peran KIE dan Tingkat Kepatuhan Terapi Pasien. Analisis data menggunakan analisis rank spearman. Hasil penelitian menyatakan sebagian besar pasien HIV AIDS di Puskesmas memiliki tingkat pengetahuan terhadap Peran KIE Apoteker dalam kategori baik yaitu sebesar 66 (98,5%) dan ada 1 hasil atau (1,5%) memiliki jawaban tidak baik. Hasil analisis rank spearman didapatkan taraf signifikansi 0,098 ≤ 0,05.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara peran Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang dilakukan oleh apoteker dengan karakteristik responden. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan terapi pasien HIV atau AIDS dengan karakteristik responden seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa peran KIE apoteker memiliki pengaruh dalam proses edukasi dan pemahaman pasien, namun tingkat kepatuhan terapi lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar karakteristik individu.
Analisis Konseptual Mengenai Peran Farmasi Klinis Dalam Optimalisasi Terapi Pasien di Rumah Sakit Annafiatuzakiah; Zurroh, Al Hajar Fuadatus; Husna, Ulviani Yulia
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i4.5077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual peran farmasi klinis dalam optimalisasi terapi pasien dan peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi pustaka yang bersumber dari artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen akademik terbitan tahun 2015–2025. Data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis terhadap literatur yang relevan dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik-induktif yang meliputi identifikasi tema, reduksi data, serta kategorisasi konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan farmasis klinis memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan hasil klinis pasien, efisiensi biaya pengobatan, serta peningkatan kepuasan dan keselamatan pasien. Intervensi farmasis terbukti efektif dalam mengurangi drug-related problems, menurunkan angka readmisi, serta memperkuat kolaborasi interprofesional dalam pengambilan keputusan terapeutik. Selain itu, perkembangan teknologi seperti telepharmacy dan virtual hospital memperluas peran farmasis dalam pelayanan kesehatan berbasis digital. Temuan ini mendukung teori pharmaceutical care dan konsep value-based healthcare, serta menegaskan pentingnya integrasi peran farmasis dalam sistem pelayanan yang kolaboratif dan berorientasi pada hasil pasien. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis terhadap pengembangan ilmu farmasi klinis dan secara praktis terhadap peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit.
Analisis Interaksi Obat Pada Penggunaan Analgesik OTC dan Obat Lain di Apotek X Pati Apriliawati, Hendira Gian; Setyowati, Endang; Husna, Ulviani Yulia
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i2.117725

Abstract

Analgesik over the counter (OTC) merupakan obat pereda nyeri yang banyak digunakan masyarakat dalam praktik swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi interaksi obat pada penggunaan analgesik OTC yang dikonsumsi bersamaan dengan obat lain di Apotek X Pati. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 96 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat. Identifikasi potensi interaksi obat dilakukan berdasarkan mekanisme interaksi dan tingkat keparahan menggunakan basis data Drugs.com dan Stockley’s Drug Interactions. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden didominasi oleh perempuan (59,4%) dengan kelompok usia terbanyak >45 tahun (28,1%). Analgesik Non NSAID yang paling banyak digunakan adalah paracetamol 500 mg (25,0%), dan analgesik NSAID paling banyak digunakan ibuprofen 400 mg (24,0%). Responden menggunakan analgesik dengan frekuensi sering (>3 hari berturut-turut) sebesar 62,5%. Kombinasi obat yang paling banyak ditemukan adalah antara NSAID dengan kortikosteroid (35,4%). Potensi interaksi obat yang ditemukan termasuk dalam mekanisme farmakodinamik dengan tingkat keparahan dominan kategori moderat (43,8%). Efek samping yang dilaporkan responden antara lain mual (7,3%) dan pusing (2,1%).