Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN SABUN NATURAL KAYA ANTIOKSIDAN SEBAGAI ALTERNATIF PERSONAL CARE PRODUCT YANG MENGGANGGU KESEHATAN REPRODUKSI Anggraini, Kirana; Setyaningrum, Dyah Ayu Woro; Wiranti, Hervi; malik, kirana
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v6i1.20906

Abstract

 Personal Care Product (PCP) adalah produk perawatan diri tanpa resep yang digunakan untuk kebersihan, perawatan, dan kecantikan.  PCP mengandung kontaminan yang memiliki dampak buruk terhadap kesehatan reproduksi.   Peningkatan penggunaan PCP saat ini meningkatkan kerentanan terhadap paparan beberapa PCP sekaligus, sehingga berpotensi terpapar campuran senyawa yang lebih banyak setiap harinya.  Perempuan merupakan pengguna terbesar PCP, dimulai sejak usia remaja, usia reproduktif (hamil, melahirkan, menyusui) sampai usia menopause, sehingga memiliki kerentanan yang tinggi terhadap dampak negatif PCP baik untuk kesehatan pribadi  maupun generasi berikutnya.  Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi dampak PCP pada kesehatan reproduksi dan pelatihan pembuatan produk yang bebas bahan kimia dan alami, sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan PCP berbasis bahan kimia. Kegiatan ini dilakukan di kantor OK OCE Jakarta dihadiri 25 sosiopreneur perempuan usia reproduktif yang tidak memiliki keterampilan membuat sabun natural.  Penilaian keterampilan peserta dalam membuat sabun natural dilakukan dengan melakukan observasi sesuai rubrik penilaian.  Hasil yang didapatkan yaitu sebagian besar peserta mampu mempersiapkan seluruh alat dan bahan (74%), mampu menggunakan aplikasi soapcal (70%), mampu mengerjakan dengan benar dan berurutan (85%), mampu mengerjakan dengan cepat (83%), mampu mempresentasikan kandungan dan manfaat (90%), tekstur sabun yang dihasilkan baik (85%).  Kesimpulannya setelah mengikuti pelatihan seluruh peserta mampu membuat sabun natural dengan hasil sangat baik.
Dilema Managemen Tatalaksana Persalinan pada Anencephali sebagai Janin Letal Yunitra, Imelda; Wiranti, Hervi; Nirmalasari, Rully Ayu; Mayasari, Atut Cicih; Dhanardono, RM Denny; Maharani, Laksmi
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anencephaly is a congenital anomaly of the central nervous system, caused by a disruption in brain and skull development of a fetus, which includes the disruption of the cerebral hemispheres, cerebellum, spinal cord, and pyramidal tract. This is a lethal condition that most fetuses born with this condition cannot survive after being delivered. The prevalence of this condition is 1 in 1000 deliveries. Early detection through prenatal ultrasound testing is essential to make a correct and precise plan for managing the pregnancy and delivery process, thus avoiding potential maternal complications. We reported a 33-year-old pregnant woman who was diagnosed with having anencephalic fetus at 24 weeks of pregnancy. The patient has been informed about this condition and offered a termination, but she refused to do so and is willing to continue the pregnancy. Induction of labor was planned at 40 weeks of pregnancy, but the process was impaired, so a cesarean section was performed to save the mother. The baby was delivered with anencephaly, as shown by the ultrasound result, and died 2 days after being delivered. The mother recovered well and was given education about the importance of folic acid intake for the next pregnancy. Conclusion of this case was labor management of anencephalic fetus was planned according to medical indication, with a special individual approach due to the obstetric condition. Yet, the delivery method should be based more on the mother's condition rather than the baby's, including the maternal emotional factor.