Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS V PADA MATERI RANTAI MAKANAN Amilah Uzlifatul Jannah; Novaria Lailatul Jannah; Arie Widya Murni; Hikmah Luqiyah Kartikasari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i4.14212

Abstract

This research was motivated by the low creative thinking skills of fifth-grade B students at SDN Sidokepung 1 in Science learning, specifically regarding the food chain material, as evidenced by students' passive attitude during conventional learning. This study aimed to examine the effect of the inquiry learning model on students' creative thinking skills. Employing a quantitative approach with a pre-experimental method and a One Group Pretest-Posttest Design, this study involved a saturated sample of 34 students. The data collection instrument consisted of 10 essay test items that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using the non-parametric Wilcoxon Signed Rank Test and N-Gain Score analysis. The results demonstrated an increase in the mean score from 42.79 in the pretest to 77.94 in the posttest. The Wilcoxon test yielded a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference in competence before and after the treatment. Furthermore, the average N-Gain score reached 0.60 (medium category), and the N-Gain percentage was 60.60% (moderately effective). The main finding of this study indicates that the implementation of the inquiry learning model significantly improved students’ creative thinking skills, with the level of improvement falling within the medium category and demonstrating moderate effectiveness. In conclusion, the inquiry learning model exerts a positive and significant influence on enhancing elementary school students' creative thinking skills through active and independent learning experiences. ABSTRAK Penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kreatif siswa kelas V B SDN Sidokepung 1 pada pembelajaran IPA materi rantai makanan, yang tercermin dari dominasi sikap pasif selama proses belajar konvensional. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi dampak implementasi model pembelajaran inquiry terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa. Pendekatan kuantitatif melalui metode pre-experiment dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design diadopsi dalam studi ini, dengan melibatkan sampel jenuh yang terdiri atas 34 siswa. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes esai sebanyak 10 butir soal yang statusnya telah valid dan reliabel. Teknik analisis data yang diaplikasikan meliputi uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test serta analisis N-Gain Score. Temuan penelitian mengonfirmasi adanya kenaikan skor rata-rata dari 42,79 saat pretest menjadi 77,94 saat posttest. Selain itu, uji Wilcoxon menorehkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang membuktikan adanya perbedaan kompetensi yang nyata sebelum dan sesudah intervensi. Capaian ini didukung oleh rata-rata N-Gain score senilai 0,60 (kategori sedang) dan N-Gain persen sebesar 60,60% (kriteria cukup efektif). Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inquiry mampu meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa secara signifikan, dengan tingkat peningkatan berada pada kategori sedang dan efektivitas cukup. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inquiry memberikan pengaruh positif dan signifikan demi mendongkrak kreativitas berpikir siswa sekolah dasar melalui iklim belajar yang mandiri serta aktif.
PENGARUH MODEL EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV SDN GELANG 1 TULANGAN Rizqa Putri Ramadhanti; Arie Widya Murni; Hikmah Luqiyah Kartikasari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.14580

Abstract

Critical thinking is an important competency in IPAS learning because students need to analyze phenomena, provide logical reasoning, and draw conclusions based on the information obtained. However, learning that emphasizes theoretical concept delivery may limit students’ opportunities to develop these skills. This study aimed to determine the effect of the experiential learning model on students’ critical thinking skills in learning energy transformation in Grade IV at SDN Gelang 1 Tulangan, Sidoarjo. This study employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The study was conducted in May 2026 and involved 14 students. Data were collected through a critical thinking skills test and observations of teacher and student activities. The instrument underwent content validation, validity testing, and reliability testing. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk test and paired sample t-test with SPSS version 21. The results showed that the mean pretest score was 52, with a mastery rate of 0%, while the mean posttest score increased to 95, with a mastery rate of 100%. The data were normally distributed, with significance values of 0.090 for the pretest and 0.233 for the posttest. The paired sample t-test yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, indicating a significant difference before and after implementation. Thus, experiential learning can be an alternative approach to support students’ critical thinking skills in IPAS learning. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran IPAS karena siswa perlu mampu menganalisis fenomena, memberikan alasan, dan menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang diperoleh. Namun, pembelajaran yang berorientasi pada penyampaian konsep secara teoritis dapat membatasi kesempatan siswa untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model experiential learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi perubahan bentuk energi di kelas IV SDN Gelang 1 Tulangan Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-experimental dan desain one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan pada Mei 2026 dengan subjek 14 siswa. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan observasi aktivitas guru serta siswa. Instrumen telah melalui validasi isi, uji validitas, dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pretest sebesar 52 dengan ketuntasan 0%, sedangkan rata-rata posttest meningkat menjadi 95 dengan ketuntasan 100%. Data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi pretest 0,090 dan posttest 0,233. Uji paired sample t-test memperoleh Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah penerapan model. Dengan demikian, experiential learning dapat menjadi alternatif pembelajaran IPAS untuk mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa.