Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology

Aspek Ergonomi pada aktivitas penangkapan ikan kapal mini purse seine di PPP Klidang Lor,Kabupaten Batang Mas'ud, Yusuf Arif; Setyanto, Indradi; Prihantoko, Kukuh Eko
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 8, No 4: Oktober, 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal, Alat tangkap, dan Nelayan adalah beberapa faktor pendukung berhasilnya suatu aktivitas operasi penangkapan ikan. Aktivitas penangkapan ikan memiliki tingkat resiko tinggi, karena bisa menimbulkan bahaya serta mengancam nyawa nelayan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek ergonomi pada aktivitas penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap mini purse seine yang terdiri dari aktivitas kerja nelayan dan tingkat resiko kerja. Penelitian ini dilakukan terhadap nelayan mini purse seine yang berpangkalan di PPP Klidang lor, Kabupaten Batang dengan jumlah sample 3 kapal mini purse seine. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif karena medeskirpsikan aktivitas kerja nelayan saat diatas kapal dan analisa data menggunakan analisa JSA (Job Safety Analysis) untuk menganalisis keselamatan kerja dan REBA (Rapid Entire body Assesment) untuk menganalisis postur tubuh saat aktivitas kerja.Hasil penelitian menunujukan bahwa akticitas kerja pada pengoprasian kapal mini purse seine terdiri dari 3 tahapan yaitu persiapan, setting, hauling. Hasil analisis JSA diketahui sebanyak 9 aktivitas kerja, 4 potensi bahaya, 4 resiko dan 2 pengendaliannya. Hasil analisis REBA, diketahui sebanyak 73% aktivitas tergolong resiko tingkat rendah karena berdasarkan hasil penelitian dilapangan menunjukkan bahwa aktivitas nelayan mini purse seine di PPP Klidang Lor sudah meminimalisir resiko pada setiap aktivitas kerja yang dilakukannya, sedangkan 7% tergolong resiko tinggi dan 15% tergolong resiko tingkat sedang. Penanganan potensi bahaya pada bagian tubuh nelayan yang mengalami keluhan saat melakukan aktivitas kerja operasi penangkapan ikan diatas kapal mini purse seine adalah dengan menggunakan alat pelindung diri yaitu menggunakan sarung tangan, sepatu boot dan pelampung sebelum memulai aktivitas penangkapan ikan.
ANALISIS PENGARUH PERBEDAAN LAMA WAKTU PERENDAMAN BUBU LIPAT DENGAN UMPAN IKAN PETEK SEGAR DAN USUS AYAM TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) MANGUNHARJO MANGKANG SEMARANG Aprivianto, Gilang Haswa; Kurohman, Faik; Prihantoko, Kukuh Eko
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 10, No 2: April, 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Penangkap Ikan Bubu Lipat adalah salah satu alat penangkap ikan yang digunakan oleh nelayan Mangunharjo untuk menangkap rajungan (Portunus pelagicus). Bubu lipat merupakan alat tangkap yang bersifat pasif, oleh karena itu faktor yang mempengaruhi keberhasilan penangkapan cukup banyak, diantaranya adalah jenis umpan dan lama waktu perendaman. Nelayan Mangunharjo menggunakan ikan rucah (ikan petek) sebagai umpan bubu lipat dengan lama perendaman 8 jam. Usus ayam digunakan sebagai umpan untuk memanfaatkan usus ayam yang masuk dalam kategori limbah, selain itu usus ayam memiliki syarat bahan yang dapat dijadikan umpan. Perlakukan waktu perendaman bubu lipat yang berbeda, bertujuan untuk mengetahui waktu perendaman yang paling efektif. Metode yang digunakan da;am penelitian ini adalah metode experimental fishing dan observasi langsung di lapangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian selama 10 kali pengulangan yaitu jumlah rajungan yang tertangkap dari bubu lipat umpan ikan petek lama perendaman 8 jam sebanyak 102 ekor, rajungan yang tertangkap dari bubu lipat umpan usus ayam lama perendaman 8 jam sebanyak 38 ekor, rajungan yang tertangkap dari bubu lipat umpan ikan petek dengan lama perendaman 24 jam sebanyak 133 ekor dan rajungan yang tertangkap dari bubu lipat umpan usus yama dengan lama perendaman 24 jam sebanyak 49 ekor. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa perlakuan perbedaan umpan mempengaruhi hasil tangkapan, perlakukan perbedaan lama perendaman mempengaruhi hasil tangkapan dan perlakuan perbedaan umpan dengan perbedaan waktu perendaman tidak mempengaruhi hasil tangkapan.   
ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN PPN PEKALONGAN DI KOTA PEKALONGAN, JAWA TENGAH Br Sebayang, Mia Delpiani; Imam Triaso, Triaso; prihantoko, kukuh eko
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 10, No 3: Agustus, 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan perikanan merupakan unsur penting dalam peningkatan pengelolaan kegiatan perikanan dan menjadi suatu infrastruktur yang sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan kegiatan perikanan, karena pelabuhan perikanan merupakan pusat aktivitas dunia perikanan. Kinerja pada dasarnya merupakan hasil yang diperoleh atau lembaga dalam melaksanakan pekerjaan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis layanan, menganalisis kualitas pengelola, menganalisis tingkat kepuasan pengguna, menganalisis tingkat kinerja pengelola Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sementara metode pengambilan sampel yang digunakan adalah slovin dengan jumlah 45 responden. Kuesioner menggunakan 15 atribut penilaian. materi penelitian ini adalah kinerja Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan dan kepuasan pelanggan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, customer satisfaction indeks, importance and performance analysis dan servis quality. Dari hasil penelitian hasil identifikasi terhadap kinerja pengelola Pelabuhan Perikanan antara lain pelaksanaan pelayanan operasional perikanan, kegiatan pengelolaan sumber daya ikan, pelaksanaan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan. Hasil penilaian indeks kepuasan nelayan adalah sebesar 81, 69% yang berarti tingkat kinerja baik dan sesuai dengan tingkat harapan yang sangat tinggi. Adapun hal-hal yang perlu dilakukan perbaikan pada kuadran A yaitu atribut yang sangat penting oleh pengguna jasa tetapi dalam kenyataan atribut-atribut ini belum sesuai dengan yang diharapkan (tingkat kepuasan konsumen masih sangat rendah). Oleh karena itu pengelola melakukan perbaikan secara terus menerus sehingga kinerja dalam kuadran ini meningkat, dan atribut (8) proses pemasaran selalu dilakukan secara adil dan transparan, atribut (9) kenyamanan bertransaksi di PPN Pekalongan memiliki peralatan dan teknologi yang terbaru. Dalam kuadran ini pihak Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan diharapkan untuk memberikan pelayanan lebih meningkatkan kepentingan atribut tersebut. Pelabuhan perikanan merupakan unsur penting dalam peningkatan pengelolaan kegiatan perikanan dan menjadi suatu infrastruktur yang sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan kegiatan perikanan, karena pelabuhan perikanan merupakan pusat aktivitas dunia perikanan. Kinerja pada dasarnya merupakan hasil yang diperoleh atau lembaga dalam melaksanakan pekerjaan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis layanan, menganalisis kualitas pengelola, menganalisis tingkat kepuasan pengguna, menganalisis tingkat kinerja pengelola Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sementara metode pengambilan sampel yang digunakan adalah slovin dengan jumlah 45 responden. Kuesioner menggunakan 15 atribut penilaian. materi penelitian ini adalah kinerja Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan dan kepuasan pelanggan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif, analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, customer satisfaction indeks, importance and performance analysis dan servis quality. Dari hasil penelitian hasil identifikasi terhadap kinerja pengelola Pelabuhan Perikanan antara lain pelaksanaan pelayanan operasional perikanan, kegiatan pengelolaan sumber daya ikan, pelaksanaan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan. Hasil penilaian indeks kepuasan nelayan adalah sebesar 81, 69% yang berarti tingkat kinerja baik dan sesuai dengan tingkat harapan yang sangat tinggi. Adapun hal-hal yang perlu dilakukan perbaikan pada kuadran A yaitu atribut yang sangat penting oleh pengguna jasa tetapi dalam kenyataan atribut-atribut ini belum sesuai dengan yang diharapkan (tingkat kepuasan konsumen masih sangat rendah). Oleh karena itu pengelola melakukan perbaikan secara terus menerus sehingga kinerja dalam kuadran ini meningkat, dan atribut (8) proses pemasaran selalu dilakukan secara adil dan transparan, atribut (9) kenyamanan bertransaksi di PPN Pekalongan memiliki peralatan dan teknologi yang terbaru. Dalam kuadran ini pihak Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan diharapkan untuk memberikan pelayanan lebih meningkatkan kepentingan atribut tersebut.