Sari, Jessika Nacha
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Pembelajaran IPAS di Sekolah Penggerak SDN 02 Mampang Prapatan Istiqomah, Nurul; Yuliani, Shahibah; Scorviana, Nova; Fatgehipon, Abdul Haris; Agustin, Fadia Rizky; Yani, Nanda Luthfi; Sari, Jessika Nacha
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v5i5.3137

Abstract

Kurikulum Merdeka menjadi transformasi baru khususnya di sekolah dasar ada perubahan dalam kebijakan pelaksanaannya. Jika pada Kurikulum sebelumnya pembelajaran IPS dilaksanakan secara terpadu, termasuk juga IPA terpadu, maka pada kurikulum Merdeka ada penggabungan mata Pelajaran IPA dan IPS menjadi IPAS. Pengabungan kedua mata Pelajaran tersebut menjadi bahan kajian berbagai pihak khususnnya yang fokus pada kajian kurikulum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka, menganalisis penerapan model pembelajaran pada pembelajaran IPAS, dan mengetahui kendala yang dihadapi guru saat implementasi kurikulum Merdeka pada pembelajran IPAS di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 02 Mampang Prapatan Jakarta Selatan. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan metode studi kasus. Subyek penelitian yakni Kepala sekolah, guru kelas III, IV, V dan VI. Pengumpulan data menggunakan Teknik wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan Teknik penelaahan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran IPAS di SDN 02 Mampang Prapatan dilakukan dengan menyesuaikan topik yang relevan dan mengintegrasikan materi IPAS tanpa memisahkannya per semester. Pendekatan ini memungkinkan pembelajaran yang lebih terhubung dan kontekstual bagi peserta didik. Kendala yang dihadapi oleh guru mencakup adaptasi terhadap perubahan metode pembelajaran, yang memerlukan waktu dan usaha ekstra.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY TERINTEGRASI GOOGLE SITES DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA TINGKAT SMP Sari, Jessika Nacha; Safitri, Desy; Sujarwo, Sujarwo
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i1.4838

Abstract

ABSTRACT The use of augmented reality (AR) in social studies learning integrated with Google Sites is a technological innovation that allows users to view the real world with additional digital elements such as images, text, or 3D objects. This research describes how the application of AR in social studies learning, through Google Sites, provides opportunities for students to access additional information virtually and interactively. This technology is expected to improve the quality of learning, student engagement, as well as learners' understanding of the material presented. The research objective is to analyze the effect of augmented reality integration with Google Sites on students' understanding in social studies learning. The research method used is a literature review (library research), by collecting data from secondary sources in the form of previous research articles. Based on the literature review, an overview of the influence and positive results of the application of this technology in improving the effectiveness of social studies learning is obtained. The integration of AR through Google Sites proved to be one of the innovative solutions to create a more interesting and immersive learning experience for students. ABSTRAK Penggunaan augmented reality (AR) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang terintegrasi dengan Google Sites merupakan inovasi teknologi yang memungkinkan pengguna untuk melihat dunia nyata dengan tambahan elemen digital seperti gambar, teks, atau objek 3D. Penelitian ini menggambarkan bagaimana penerapan AR dalam pembelajaran IPS, melalui Google Sites, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengakses informasi tambahan secara virtual dan interaktif. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, keterlibatan siswa, serta pemahaman peserta didik terhadap materi yang disampaikan. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh integrasi augmented reality dengan Google Sites terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literature (library research), dengan mengumpulkan data dari sumber sekunder berupa artikel penelitian sebelumnya. Berdasarkan kajian literatur, diperoleh gambaran mengenai pengaruh dan hasil positif dari penerapan teknologi ini dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS. Integrasi AR melalui Google Sites terbukti menjadi salah satu solusi inovatif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan mendalam bagi siswa.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN ARTICULATE STORYLINE 3 BERBASIS CONTEXTUAL EKOPEDAGOGIK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII DI SMP CITRA ALAM Sari, Jessika Nacha; Safitri, Desy; Saipiatuddin, Saipiatuddin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i4.8561

Abstract

The success of a learning can be measured by looking at the abilities possessed by students through learning processes and experiences. The reality that occurs at Citra Alam Junior High School in Grade VIII teachers tend to use simple powerpoints without interactive, causing students to be passive, using lecture methods, lack of association with current issues and the use of interactive games have an impact on learning outcomes, so that students' scores have not reached the Minimum Completeness Criteria (KKM) score. This study discusses how the implementation of Articulate Storyline 3 learning media based on ecopedagogic contextual in social studies learning outcomes of grade VIII students at Citra Alam Junior High School. This type of research is a Class Action Research (PTK) which is carried out for two cycles. The subjects of this study are 10 students in grade VIII. Data collection is carried out through tests and non-tests. The results of the study show that the Articulate Storyline 3 learning media has succeeded in improving social studies learning outcomes of students. This is evident from the percentage of learning outcomes in cycle one of 40% with an average score of 70 and the results of students' activeness show that they are less active in answering. Then it increased in the second cycle with a percentage of 90% with an average score of 94 which showed that the percentage of active and very active students increased. ABSTRAK Keberhasilan suatu pembelajaran dapat diukur dengan melihat kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik melalui proses dan pengalaman belajar. Realita yang terjadi di SMP Citra Alam di Kelas VIII guru cenderung menggunakan powerpoint sederhana tanpa interaktif menyebabkan peserta didik bersikap pasif, menggunakan metode ceramah, minimnya pengaitan dengan isu terkini dan penggunaan game interaktif berdampak pada hasil belajar, Sehingga nilai peserta didik belum mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Penelitian ini membahas tentang bagaimana implementasi media pembelajaran Articulate Storyline 3 berbasis contextual ekopedagogik dalam hasil belajar IPS peserta didik kelas VIII di SMP Citra Alam. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama dua siklus. Subjek Penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII berjumlah 10 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan non tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran Articulate Storyline 3 berhasil meningkatkan hasil belajar IPS peserta didik. Hal ini terbukti dari persentase hasil belajar pada siklus satu sebesar 40% dengan rata-rata nilai 70 dan hasil keaktifan peserta didik menunjukan kurang aktif dalam berpendapat. Kemudian meningkat pada siklus kedua dengan persentase 90% dengan rata-rata nilai 94 yang hasil keaktifan peserta didik menunjukan persentase peserta didik yang aktif dan sangat aktif meningkat.