Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Chloroform fraction of ethanolic extract of Elephantopus scaber Linn. increase the p53 expression on human breast cancer (T47D) cell line Mahfudh, Nurkhasanah; Sulistyani, Nanik; Mahdi, Lukman
Pharmaciana Vol 7, No 2 (2017): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.845 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v7i2.6558

Abstract

Elephantopus scaber Linn had been used as traditional medicine. It contain some lacton sesquiterpene with antiproliferative activity. The study aim was to explore the effect of chloroform fraction of ethanolic extract of E.scaber on the expression of p53 on T47D cell line. The ethanol extract was found by maceration method. The extract was then fractionated using petroleum ether and chloroform respectively to get the chloroform fraction. The expression of p53 was observed by immunocytochemistry method with antip53 antibody. The p53 cell line was cultured and treated with fraction with concentration of 7.06 and 3.53 µg/ml. The expression of p53 was showed by brown colour in the nucleus of the cell. The result showed that chloroform fraction treatment with concentration of 7.06 µg/ml induced apoptotic cell death in the end stage (necrosis). While the treatment with lower concentration 3.53 µg/ml could increase the p53 expression.
Peningkatan Produktivitas Hortikultura Melalui Pembuatan dan Aplikasi Bioaktivator Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki Setiawan, Deni; Hadi, Samsul; Wathan, Nashrul; Mardiati, Nurul; Mahdi, Nur; Mahdi, Lukman; Aulia, Hilma; Sofa, Maida; Ulfah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v10i2.378

Abstract

Sektor hortikultura berperan penting dalam perekonomian Indonesia, namun produktivitasnya masih terhambat oleh penurunan kualitas tanah, biaya pupuk yang tinggi, serta rendahnya pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Kelompok (KWT) Sri Rejeki yang berada di Kota Banjarbaru menghadapi kendala serupa karena masih bergantung pada pupuk anorganik sehingga pendapatan bersih dapat berkurang hingga 20% karena peningkatan harga pupuk. Novelty program ini terletak pada pengembangan bioaktivator berbahan lokal yang mudah diperoleh di lingkungan KWT Sri Rejeki serta integrasi pelatihan teori dan praktik, mulai dari pembuatan dan fermentasi hingga penerapan langsung bioaktivator pada lahan hortikultura anggota KWT. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan serta aplikasi bioaktivator berbahan dasar limbah sayuran dan empon-empon. Kegiatan berlangsung pada 11 Juni–13 Agustus 2025 dengan peserta sebanyak 20 orang anggota KWT. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, koordinasi, persiapan, pelaksanaan praktik, serta pelaksanaan pre-test, post-test, dan observasi lapangan. Hasil kegiatan meningkatkan pengetahuan peserta dari nilai awal 45% menjadi 82%, serta keterampilan 85% peserta dalam memproduksi bioaktivator cair secara mandiri. Aplikasi bioaktivator terbukti memperbaiki tekstur lahan, mendorong pertumbuhan tanaman, dan meminimalisir ketergantungan pada pupuk kimia. Program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas petani terhadap teknologi bioaktivator, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik.