Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN GURU DALAM MENYESUAIKAN METODE PEMBELAJARAN UNTUK SISWA DENGAN GAYA BELAJAR YANG BERBEDA BEDA Sabana, Sobri; Masni, Siti; Khadijah, Siti; Sartika, Dian; Assihfa, Rahmi; tanjung, Flores
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.44059

Abstract

Invasi Indonesia ke Timor Timur yang dimulai pada tahun 1975 merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia dan Timor Leste. Peristiwa ini tidak hanya melibatkan aspek politik, tetapi juga pelanggaran hak asasi manusia yang sangat serius. Artikel ini mengkaji latar belakang, jalannya invasi, reaksi internasional, serta dampaknya terhadap kedua negara. Invasi dimulai setelah deklarasi kemerdekaan Timor Timur oleh FRETILIN pada November 1975, yang disikapi Indonesia sebagai ancaman terhadap stabilitas nasional. Indonesia melancarkan invasi besar-besaran pada 7 Desember 1975, yang berujung pada aneksasi Timor Timur sebagai provinsi ke-27 pada 1976. Meskipun mendapat kecaman internasional, Indonesia memperoleh dukungan dari negara-negara besar dalam konteks Perang Dingin. Perlawanan rakyat Timor Leste berlangsung selama dua dekade hingga akhirnya Timor Leste meraih kemerdekaannya pada 20 Mei 2002, setelah referendum yang diadakan pada 1999. Artikel ini juga mengutip berbagai sumber dari buku dan jurnal akademik untuk menggambarkan dampak sosial, politik, dan kemanusiaan yang dihasilkan dari invasi ini.
Pendudukan Jepang di Indonesia: Dampak Sosial dan Politik pada Masa Perang Dunia II Sinaga, Rosmaida; Latif, Abdul; Nasution, Delila Agustina; Gea, Natalman; Atira, Nurul; Muhajir, Shafa Al; Masni, Siti; Azimah, Siti Syariah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7156

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak multidimensional dari pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945) terhadap perjalanan menuju kemerdekaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi dampak sosial, politik, dan implikasinya bagi kemerdekaan Indonesia. Hasil penelitian mengungkap karakter paradoksal dari periode ini: kebijakan eksploitatif Jepang menimbulkan penderitaan masif, namun secara bersamaan menciptakan kondisi yang mendorong konsolidasi nasional. Penghapusan struktur kolonial Belanda membuka ruang bagi elite lokal, sementara pelatihan militer bagi pemuda dalam organisasi seperti PETA membentuk tulang punggung pertahanan awal Indonesia. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendudukan Jepang berperan sebagai katalisator kritis yang mempersiapkan landasan infrastruktural dan mental bagi proklamasi kemerdekaan 1945.
Strategi Penguatan Identitas Nasional di Tengah Dinamika Klaim dan Apropriasi Budaya Samosir, Katrina; Latif, Abdul; Surbakti, Adriel; Fakhriza, Alya; Purba, Amel; Berutu, Anzelina Cristiani; Masni, Siti
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7234

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi efektif dalam memperkuat identitas nasional Indonesia di tengah fenomena klaim dan apropriasi budaya yang marak terjadi di tingkat global.Identitas nasional adalah jati diri atau kepribadian unik suatu bangsa yang membedakannya dari bangsa lain. Ini adalah manifestasi dari nilai-nilai budaya yang telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bangsa tersebut. Dinamika ini, yang sering kali dipicu oleh penggunaan media digital, menimbulkan tantangan serius bagi pelestarian warisan budaya bangsa. penelitian ini menyoroti peran strategis lembaga pendidikan dan media digital. Data dikumpulkan mendalam dengan akademisi, praktisi budaya, dan perwakilan komunitas, serta analisis konten media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan identitas nasional tidak cukup hanya dengan reaktif menanggapi klaim budaya, tetapi harus melalui edukasi proaktif dan literasi digital. Kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan komunitas dalam menciptakan konten digital yang autentik dan menarik menjadi kunci untuk menumbuhkan rasa bangga dan kepemilikan terhadap budaya nasional, terutama di kalangan generasi muda.