Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KETERKAITAN TAWURAN DENGAN FAKTOR EKONOMI DAN LINGKUNGAN SOSIAL Nasution, Delila Agustina; Atira, Nurul; Muhajir, Shafa Al; Damanik, Selvia Andriani Putri; Surbakti, Adriel; Azimah, Siti Syariah; Purnamasari, Ika
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.37201

Abstract

Tawuran antar remaja merupakan masalah sosial yang terus meningkat di perkotaan Indonesia, terutama di kalangan pelajar SMA dan SMK. Fenomena ini seringkali dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan lingkungan sosial, yang memperkuat risiko keterlibatan remaja dalam kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara faktor ekonomi dan lingkungan sosial terhadap kecenderungan remaja terlibat dalam tawuran. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mengumpulkan data dari jurnal, buku, dan artikel penelitian relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekonomi yang rendah sering kali memicu perasaan rendah diri dan agresivitas, sedangkan lingkungan sosial yang tidak kondusif, termasuk lingkungan keluarga dan sekolah yang minim pengawasan, memperparah risiko keterlibatan dalam tawuran. Intervensi yang efektif mencakup pendekatan preventif melalui pendidikan moral dan dukungan sosial baik dari keluarga maupun sekolah untuk menekan kecenderungan tawuran.
PENINGGALAN-PENINGGALAN KERAJAAN SRIWIJAYA DI SUMATERA UTARA DAN PENGARUHNYA Tanjung, Flores; Damanik, Fathur Rahman; Lathif, Abdul; Gea, Natalman; Muhajir, Shafa Al
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.44057

Abstract

Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara yang meninggalkan berbagai peninggalan sejarah, termasuk di Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peninggalan-peninggalan Sriwijaya di wilayah tersebut serta pengaruhnya terhadap perkembangan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengkaji artefak, prasasti, dan situs sejarah, seperti Candi Biaro Bahal dan Prasasti Porlak Dolok, yang menjadi bukti keberadaan Sriwijaya di Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sriwijaya memiliki peran signifikan dalam penyebaran agama Buddha Mahayana, perdagangan maritim, serta integrasi budaya di kawasan ini. Meskipun peninggalan fisiknya lebih sedikit dibandingkan dengan Palembang, pengaruh Sriwijaya tetap terasa dalam sistem sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Oleh karena itu, upaya pelestarian warisan Sriwijaya perlu ditingkatkan untuk menjaga nilai sejarah dan budaya yang terkandung dalam peninggalan-peninggalan tersebut.
Pendudukan Jepang di Indonesia: Dampak Sosial dan Politik pada Masa Perang Dunia II Sinaga, Rosmaida; Latif, Abdul; Nasution, Delila Agustina; Gea, Natalman; Atira, Nurul; Muhajir, Shafa Al; Masni, Siti; Azimah, Siti Syariah
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7156

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak multidimensional dari pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945) terhadap perjalanan menuju kemerdekaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi dampak sosial, politik, dan implikasinya bagi kemerdekaan Indonesia. Hasil penelitian mengungkap karakter paradoksal dari periode ini: kebijakan eksploitatif Jepang menimbulkan penderitaan masif, namun secara bersamaan menciptakan kondisi yang mendorong konsolidasi nasional. Penghapusan struktur kolonial Belanda membuka ruang bagi elite lokal, sementara pelatihan militer bagi pemuda dalam organisasi seperti PETA membentuk tulang punggung pertahanan awal Indonesia. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendudukan Jepang berperan sebagai katalisator kritis yang mempersiapkan landasan infrastruktural dan mental bagi proklamasi kemerdekaan 1945.