Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hegemoni Ekonomi VOC di Nusantara: Analisis Monopoli Rempah-Rempah dan Dampaknya terhadap Pasar Global Abad ke-17 Sartika, Dian; Sabana, Sobri; Sinaga, Rosmaida; Situmeang, Sherly Natasya; Sitanggang, Engelni Mei; Surbakti, Adriel; Damanik, Fatur Rahman
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i2.7091

Abstract

Artikel ini menganalisis hegemoni ekonomi Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) di Nusantara melalui monopoli rempah-rempah pada abad ke-17 dan dampaknya terhadap pasar global. Penelitian menggunakan metode kualitatif historis dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VOC menerapkan strategi sistematis termasuk pemusnahan tanaman (extirpatie), pelayaran Hongi (hongitochten), kontrol distribusi ketat, dan manipulasi politik (divide et impera) untuk menguasai produksi dan perdagangan rempah-rempah. Dampaknya bersifat dualistis: di Eropa menyebabkan stabilisasi harga, akumulasi modal, dan perkembangan ekonomi; sementara di Nusantara mengakibatkan kehancuran jaringan perdagangan tradisional, pemiskinan masyarakat, dan hilangnya kedaulatan politik. Studi ini menyoroti VOC sebagai perwujudan awal kapitalisme korporat global yang relevan untuk memahami dinamika ekonomi politik kontemporer.
KETERKAITAN TAWURAN DENGAN FAKTOR EKONOMI DAN LINGKUNGAN SOSIAL Nasution, Delila Agustina; Atira, Nurul; Muhajir, Shafa Al; Damanik, Selvia Andriani Putri; Surbakti, Adriel; Azimah, Siti Syariah; Purnamasari, Ika
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.37201

Abstract

Tawuran antar remaja merupakan masalah sosial yang terus meningkat di perkotaan Indonesia, terutama di kalangan pelajar SMA dan SMK. Fenomena ini seringkali dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan lingkungan sosial, yang memperkuat risiko keterlibatan remaja dalam kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara faktor ekonomi dan lingkungan sosial terhadap kecenderungan remaja terlibat dalam tawuran. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mengumpulkan data dari jurnal, buku, dan artikel penelitian relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekonomi yang rendah sering kali memicu perasaan rendah diri dan agresivitas, sedangkan lingkungan sosial yang tidak kondusif, termasuk lingkungan keluarga dan sekolah yang minim pengawasan, memperparah risiko keterlibatan dalam tawuran. Intervensi yang efektif mencakup pendekatan preventif melalui pendidikan moral dan dukungan sosial baik dari keluarga maupun sekolah untuk menekan kecenderungan tawuran.
Strategi Penguatan Identitas Nasional di Tengah Dinamika Klaim dan Apropriasi Budaya Samosir, Katrina; Latif, Abdul; Surbakti, Adriel; Fakhriza, Alya; Purba, Amel; Berutu, Anzelina Cristiani; Masni, Siti
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7234

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi efektif dalam memperkuat identitas nasional Indonesia di tengah fenomena klaim dan apropriasi budaya yang marak terjadi di tingkat global.Identitas nasional adalah jati diri atau kepribadian unik suatu bangsa yang membedakannya dari bangsa lain. Ini adalah manifestasi dari nilai-nilai budaya yang telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan bangsa tersebut. Dinamika ini, yang sering kali dipicu oleh penggunaan media digital, menimbulkan tantangan serius bagi pelestarian warisan budaya bangsa. penelitian ini menyoroti peran strategis lembaga pendidikan dan media digital. Data dikumpulkan mendalam dengan akademisi, praktisi budaya, dan perwakilan komunitas, serta analisis konten media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan identitas nasional tidak cukup hanya dengan reaktif menanggapi klaim budaya, tetapi harus melalui edukasi proaktif dan literasi digital. Kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dan komunitas dalam menciptakan konten digital yang autentik dan menarik menjadi kunci untuk menumbuhkan rasa bangga dan kepemilikan terhadap budaya nasional, terutama di kalangan generasi muda.