Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Kontribusi kekuatan otot tungkai dan keseimbangan terhadap kemampuan tendangan sabit atlet pencak silat satria muda indonesia kabupaten padang pariaman Edo Rahmad Mansyukri; Jeki Haryanto; Hendri Irawadi; Juanda Putra
Jurnal Gladiator Vol 5 No 9 (2025): jurnal gladiator
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/gltdor2254011

Abstract

Masalah penelitian adalah rendahnya kekuatan otot tungkai dan keseimbangan yang mempengaruhi keterampilan atlet pada saat melakukan tendangan sabit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kekuatan otot tungkai dan keseimbangan terhadap kemampuan tendangan sabit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet pencak silat Satria Muda Indonesia Kabupaten Padang Pariaman yang berjumlah 30 orang diantaranya 10 atlet putra dan 20 atlet putri. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Instrumen dalam penelitian ini melalui tes leg dynamometer, tes stork stand, dan tes kecepatan tendangan sabit. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis korelasi dan korelasi ganda dengan taraf signifikan α = 0.05. Hasil analisis menunjukan: 1) Terdapat kontribusi antara kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan tendangan sabit atlet pencak silat Satria Muda Indonesia Kabupaten Padang Pariaman sebesar 28,30%. 2) Terdapat kontribusi antara keseimbangan terhadap kemampuan tendangan sabit atlet pencak silat Satria Muda Indonesia Kabupaten Padang Pariaman sebesar 33,64%. 3) Terdapat kontribusi antara kekuata otot tungkai dan keseimbangan secara bersama-sama terhadap kemampuan tendangan sabit atlet pencak silat Satria Muda Indonesia Kabupaten Padang Pariaman sebesar 45,02%.
Optimalisasi Performa Lompat Tinggi: Pengaruh Daya Tungkai dan Fleksibilitas Pinggul dalam Teknik Fosbury Flop M. Arie Desman; Alnedral Alnedral; Arsil Arsil; Muhammad Fakhrur Rozi; Juanda Putra; Jeki Haryanto
Jurnal Sporta Saintika Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Sporta Saintika Edisi September 2025
Publisher : Departemen Kesehatan Dan Rekreasi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sporta.v10i2.420

Abstract

The purpose of this study was to determine the contribution of lower limb explosive power and waist flexibility to the performance of the flop-style high jump among students in the Department of Coaching Education, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Padang (FIK-UNP). This research was motivated by the observed low performance in the high jump, which is suspected to be influenced by insufficient explosive leg power and limited flexibility in the waist area. This study employed a correlational research design. The population consisted of 39 students enrolled in an advanced athletics course, comprising 37 male and 6 female students. A total of 37 participants were selected using purposive sampling. The instruments used were: the vertical jump test (using the Lewis formula) to measure lower limb explosive power, the bridge-up test to assess waist flexibility, and a standardized flop-style high jump test to evaluate high jump performance. Data were analyzed using single and multiple correlation techniques, followed by the calculation of the coefficient of determination (R² × 100%) to identify the contribution of each independent variable. The results showed that: (1) lower limb explosive power contributed 61.62% to high jump performance; (2) waist flexibility contributed 30.91%; and (3) both variables together contributed 69.22% to the students' flop-style high jump performance.
Pengaruh Latihan Plyometric Terhadap Peningkatan Kemampuan Tendangan T Atlet Perguruan Silat Tangan Mas Lubuk Basung Irvan Mulyadi; Yendrizal Yendrizal; Jeki Haryanto; Juanda Putra
Jurnal Gladiator Vol 6 No 1 (2026): jurnal gladiator
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/gltdor2279011

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam penelitian ini adalah minimnya kemampuan tendangan T di kalangan atlet Perguruan Silat Tangan Mas, sehingga tendangan tersebut kerap kali dapat diketahui oleh lawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa besar pengaruh latihan plyometric terhadap peningkatan kemampuan tendangan T para atlet Perguruan Silat Tangan Mas. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu. Kegiatan penelitian ini berlangsung pada bulan September 2025 di Padepokan Pencak Silat Tangan Mas Lubuk Basung. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini terdiri atas 10 atlet putra dari Perguruan Pencak Silat Tangan Mas Lubuk Basung. Alat ukur yang digunakan adalah tes tendangan T yang dilakukan dalam waktu 10 detik. Teknik analisis data mencakup uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan tendangan T mengalami peningkatan setelah pelaksanaan latihan plyometric. Rata-rata nilai pretest tercatat 15,5, yang kemudian meningkat menjadi 18,7 pada posttest. Uji normalitas menghasilkan nilai signifikansi pretest 0,080 dan posttest 0,086, yang menunjukkan bahwa data memiliki distribusi normal. Uji homogenitas menunjukkan nilai Sig. = 0,932 (> 0,05), menandakan bahwa varians data bersifat homogen. Hasil dari uji T menunjukkan nilai t = –6,857 dengan Sig. = 0,000 (< 0,05), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, latihan plyometric terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan tendangan T para atlet Perguruan Silat Tangan Mas.
Tinjauan Tentang Kondisi Fisik Atlet Pencak Silat Empat Banding Budi Air Tawar Kota Padang milda puspita sari; Donie Donie; Jeki Haryanto; Juanda Putra
Jurnal Gladiator Vol 6 No 1 (2026): jurnal gladiator
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/gltdor2285011

Abstract

Tinjauan Tentang Kondisi Fisik Atlet Pencak Silat Empat Banding Budi Air Tawar Kota Padang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi fisik atlet pencak silat Perguruan Empat Banding Budi Air Tawar Kota Padang. Kondisi fisik merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan atlet dalam mencapai prestasi, khususnya pada cabang olahraga pencak silat yang menuntut kemampuan fisik secara menyeluruh. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 19 atlet pencak silat dewasa kategori tanding yang aktif berlatih, terdiri atas atlet putra dan putri. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan pengukuran kondisi fisik yang meliputi koordinasi mata-tangan, kelentukan, keseimbangan, daya ledak otot lengan, daya ledak otot tungkai, kelincahan, waktu reaksi, dan daya tahan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan diklasifikasikan ke dalam kategori penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kondisi fisik atlet berada pada kategori sedang hingga baik. Komponen koordinasi mata-tangan, kelentukan, daya ledak otot tungkai, dan daya tahan menunjukkan hasil yang relatif lebih baik, sementara komponen keseimbangan, kelincahan, daya ledak otot lengan, dan waktu reaksi masih memerlukan peningkatan. Temuan ini menunjukkan perlunya program latihan yang lebih terarah, spesifik, dan berkelanjutan agar seluruh komponen kondisi fisik atlet dapat berkembang secara optimal guna mendukung peningkatan prestasi pencak silat. Kata kunci: kondisi fisik, pencak silat, atlet, prestasi olahraga An Overview of the Physical Condition of Pencak Silat Athletes at the Four Bands of Budi Freshwater, Padang City ABSTRACT study aims to determine the physical condition of pencak silat athletes from the Empat Banding Budi Air Tawar School in Padang City. Physical condition is one of the main factors that determine the success of athletes in achieving achievements, especially in the sport of pencak silat which demands overall physical abilities. The research method used is descriptive research with a quantitative approach. The research subjects consisted of 19 adult pencak silat athletes in the competitive category who were actively training, consisting of male and female athletes. Data collection techniques were carried out through tests and measurements of physical conditions including eye-hand coordination, flexibility, balance, explosive power of arm muscles, explosive power of leg muscles, agility, reaction time, and endurance. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and classified into assessment categories. The results of the study showed that in general the physical condition of athletes was in the moderate to good category. The components of eye-hand coordination, flexibility, explosive power of leg muscles, and endurance showed relatively better results, while the components of balance, agility, explosive power of arm muscles, and reaction time still needed improvement. These findings demonstrate the need for more targeted, specific, and sustainable training programs to optimally develop all components of an athlete's physical condition, supporting improved pencak silat performance. Keywords: physical condition, pencak silat, athlete, sports performance
Pembinaan Prestasi Atlet Pencak Silat Di Perguruan Patbanbu Tunggul Hitam Indri Widya Putri; Jeki Haryanto; Padli Padli; Juanda Putra
Jurnal Gladiator Vol 6 No 1 (2026): jurnal gladiator
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/gltdor2316011

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah penurunan prestasi atlet pencak silat Perguruan Patbanbu Tunggul Hitam dari tahun 2023 hingga 2024, meskipun memiliki sejarah panjang dan prestasi sebelumnya seperti 2 emas di Porprov Riau 2023. Pembinaan yang mencakup karakter, keterampilan teknik-taktik, dan peluang kompetisi belum optimal untuk mendukung pengembangan IPSI Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembinaan prestasi atlet pencak silat di Perguruan Patbanbu Tunggul Hitam dan mengetahui kontribusi prestasinya terhadap pengembangan IPSI Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan field research. Penelitian dilaksanakan di Perguruan Patbanbu Tunggul Hitam, Padang, pada Oktober 2025. Informan melibatkan pimpinan perguruan (Pak Uun), pelatih (Fadila Teresa), atlet lama (Ihsan), atlet baru (Fariq), dan orang tua atlet (Buk Suci). Metode pengumpulan data meliputi observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui domain, taksonomi, komprehensial, dan tema (Spradley), serta triangulasi untuk keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan prestasi di Patbanbu menekankan budi pekerti (hormat, disiplin, tanggung jawab), dilanjutkan latihan silat olahraga, tradisi, dan seni, dengan strategi berjenjang dari usia dini hingga dewasa melalui O2SN, Porprov, dan Kejurprov. Prestasi mendukung IPSI Padang meski fluktuatif, dengan peluang besar dari regenerasi dan event seperti Kejur Kapolres Sumbar. Namun, diperlukan peningkatan fasilitas, program tertulis, dan eksposur nasional untuk optimalisasi. Kata kunci: pembinaan prestasi, atlet pencak silat, patbanbu tunggul hitam
Pengaruh Latihan Plyometric Terhadap Kecepatan Tendangan T Atlet Pencak Silat Remaja Psht irvan surya pratama; Romi Mardela; Umar Nawawi; Juanda Putra
Jurnal Gladiator Vol 6 No 3 (2026): jurnal gladiator
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/gltdor2392011

Abstract

Permasalahan penelitian ini yaitu menurunnya prestasi atlit Pencak Silat remaja Persaudaraan Setia Hati Terare (PSHT) Dharmasraya yang salah satu penyebabnya adalah masih kurangnya kecepatan tendangan T atlet pencak silat remaja PSHT Dharmasraya. Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui pengaruh latihan Plyometric dengan peningkatan kecepatan tendangan T atlet pencak silat remaja Persaudaraan Setia Hati Terare (PSHT) Dharmasraya. Jenis penelitian merupakan eksperimen semu (Quasy experiment). Penelitian dilakukan di bulan Desember 2025 s.d Januari 2026 di di Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate Kabupaten Dharmasraya. Populasi yang digunakan merupakan seluruh atlet pencak silat remaja PSHT Dharmasraya berjumlah 21 atlet. penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yang menjadi sampel penelitian ini merupakan atlet putra sebanyak 12 atlet. Instrument penelitian ini adalah tes kecepatan tendangan T. Teknik analisis data menggunakan analisis statistic uji beda mean atau uji t. Hasil dari penelitian adalah: 1) Terdapat pengaruh latihan plyometric secara signifikan terhadap kecepatan tendangan T atlet pencak silat remaja Persaudaraan Setia Hati Terare (PSHT) Dharmasraya dengan nilai thitung 10,46 > tTabel 1,79.
PENGARUH LATIHAN ALTERNATE LEG PUSH OFF TERHADAP KEMAMPUAN TENDANGAN LURUS SISWA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT SMAN 2 PAINAN Rendy Hermansyah; Yogi Arnaldo Putra; Juanda Putra; Kristian Burhan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54579

Abstract

The problem in this study is the low ability of straight kicks among students participating in pencak silat extracurricular activities at SMAN 2 Painan, which is indicated by a lack of speed, strength, and accuracy in performing kicks. This condition is presumed to be caused by the insufficient development of lower limb explosive power and the absence of specific training methods. This study aims to determine the effect of Alternate Leg Push Off training on the straight kick ability of students in pencak silat extracurricular activities at SMAN 2 Painan.This research employed a quasi-experimental method with a one group pre-test and post-test design. The sample consisted of 10 students selected using purposive sampling technique. The instrument used was a straight kick speed test. The results showed an improvement in students’ straight kick ability after receiving the training treatment, where the average score increased from 15.00 in the pretest to 20.40 in the posttest. Hypothesis testing using a paired sample t-test showed a significance value of < 0.05, indicating that Alternate Leg Push Off training has a significant effect on improving students' straight kick ability in pencak silat extracurricular activities at SMAN 2 Painan.
KONTRIBUSI POWER OTOT TUNGKAI DAN KELENTUKAN TERHADAP KEMAMPUAN TENDANGAN SABIT ATLET PERGURUAN SILAT TAPAK SUCI MUNGKA Muhammad Fauzil; Yendrizal; Jeki Haryanto; Juanda Putra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62064

Abstract

The problem addressed in this study is the low roundhouse kick performance of athletes from Tapak Suci Mungka, which is influenced by the physical components of leg muscle power and flexibility. This study aimed to determine the contribution of leg muscle power and flexibility to the roundhouse kick ability of Tapak Suci Mungka athletes. The population consisted of 27 athletes, with 17 selected through purposive random sampling. Leg muscle power was measured using the Standing Broad Jump Test, flexibility was assessed using the Side Split Test, and roundhouse kick ability was evaluated using a roundhouse kick performance test. Data were analyzed using the Pearson product-moment correlation and simple regression analysis. The results showed that leg muscle power made a significant contribution to roundhouse kick ability, with an R Square value of 0.700, indicating a contribution of 70%, while the remaining 30% was explained by other factors. Flexibility also contributed significantly, with an R Square value of 0.505, indicating a contribution of 50.5%, while 49.5% was attributed to other factors. Simultaneously, leg muscle power and flexibility contributed 72.4% to roundhouse kick ability, while the remaining 27.6% was influenced by variables not examined in this study.
PENGARUH LATIHAN KECEPATAN REAKSI TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN SABIT PADA ATLET PENCAK SILAT PERGURUAN EMPAT BANDING BUDI TUNGGUL HITAM KOTA PADANG Muhammad Fariq Riyandi; Jeki Haryanto; Roma Irawan; Juanda Putra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63211

Abstract

The problem addressed in this study is the lack of speed in the crescent kicks of athletes from the Empat Banding Budi Tunggul Hitam school, which results in low athletic performance and slow kicking speeds. The objective of this study is to determine the effect of reaction speed training on crescent kick speed among these athletes. The study employed a One-Group Pretest-Posttest Design. The population consisted of 68 athletes (35 male and 33 female). Purposive sampling was used to select a sample of 20 male and female athletes. The research instrument used was a crescent kick speed test. Data analysis techniques included prerequisite tests (normality and homogeneity tests) and hypothesis testing. The results indicate that reaction speed training influenced crescent kick speed among the athletes. The sample achieved an average score of 20.05 on the pre-test and 26.85 on the post-test; this increase in the mean score by 6.8 demonstrates the effectiveness of the intervention. This finding is statistically significant, as the t-test yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.000. According to t-test decision criteria, if the significance value is less than 0.05, the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted. Since 0.000 < 0.05, it is concluded that there is a statistically highly significant difference between the average pre-test and post-test scores. Therefore, the study concludes that the implemented reaction speed training can improve the crescent kick speed of athletes at the Empat Banding Budi Tunggul Hitam school in Padang City.
PENGARUH LATIHAN RESISTANCE BAND DAN PLYOMETRIC TERHADAP KECEPATAN TENDANGAN SABIT PADA ATLET PENCAK SILAT PERGURUAN PAT BAN BU KOTA PADANG Ikhsan Ilham; Desi Purnama Sari; Jeki Haryanto; Juanda Putra
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64474

Abstract

This study was motivated by the suboptimal speed of sickle kicks among athletes of Pat Ban Bu Pencak Silat Academy, Padang City, which affects scoring opportunities during matches. Sickle kick speed is an important component in pencak silat performance and is influenced by lower limb power, neuromuscular coordination, and training methods. This study aimed to determine the effect of resistance band and plyometric training on sickle kick speed among Pat Ban Bu athletes. The research employed a quasi-experimental method using a One Group Pretest-Posttest Design. The population consisted of 68 athletes, while 20 athletes were selected through purposive sampling. The instrument used was a 10-second sickle kick speed test based on Johansyah Lubis guidelines. Data were analyzed using descriptive statistics, Shapiro-Wilk normality test, Levene homogeneity test, and paired sample t-test. The results showed an increase in the mean score from 19.15 in the pretest to 26.75 in the Posttest. The paired sample t-test indicated a significance value of 0.000 (p<0.05). Therefore, it can be concluded that resistance band and plyometric training significantly improve sickle kick speed among Pat Ban Bu Pencak Silat athletes.