Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

OPTIMALISASI DAMPAK KKN MELALUI PROGRAM TERPADU DI BIDANG PENDIDIKAN, KEAGAMAAN, DAN PEMBANGUNAN Parassa, Hafsah Ameliah; Wahab, Bulqis Latifa; Akmaliah, Nur; Aisya, Nurul; Surianti, Surianti; Arikah, Nur; Subair, Syahrul Syam; Nur, Abdi Mirham; Nu’man, Muh.; Ismail, Ismail; Sahar, Santri
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 02 (2025): APRIL 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok KKN 76 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar bertempat di Desa Maddenra, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (SIDRAP) merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat. KKN ini dilaksanakan selama 45 hari sejak tanggal 8 Januari hingga 21 Februari 2025. Kegiatan utama yang dilakukan yaitu asistensi mengajar serta Bidang tambahan lain. Kegiatan KKN ini bertujuan untuk mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan terutama di Desa Maddenra. Metode pelaksanaan KKN ini terdiri dari kegiatan survey atau observasi serta perencanaan kegiatan. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN mendapat sambutan dan respon yang cukup baik dari pihak terkait. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kerjasama antara mahasiswa KKN dengan pihak terkait, seperti guru, masyarakat desa, serta  aparat desa. Kegiatan KKN ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik bagi masyarakat, apparat desa, serta pihak terkait maupun bagi mahasiswa KKN.
Jurnal Pelaksanaan Seminar Program Kerja Mengajar di Sekolah SD di Kecamatan Kulo Khususnya di Desa Kulo Muhammad Afdhal Muis; Amrul Mu’minin; Nur Sri Handayani; Muhammad Mastricht Abdul Razil; Istita Mutmainna; Yuliana Fajrin; Masda Nugraha; Muhammad Takbir; Santri Sahar
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 3 No. 3 (2025): June : ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v3i3.1137

Abstract

This journal discusses the implementation of This seminar discusses the importance of Cultivating Elementary School Children's Creativity through Project-Based Learning": This seminar discusses how to integrate creative projects into the elementary school curriculum to enhance children's creativity and skills.
Tambang Pasir dan Dampak Sosial Ekonomi Masyarakat di Pesisir Pantai Anggariani, Dewi; Sahar, Santri; Sayful, M.
SIGn Journal of Social Science Vol 1 No 1: Juni - November 2020
Publisher : CV. Social Politic Genius (SIGn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.225 KB) | DOI: 10.37276/sjss.v1i1.96

Abstract

Secara umum, pembangunan infrastruktur dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Namun apabila mengabaikan aspek studi kelayakan dan analisis dampak lingkungan, maka akan berpotensi menciptakan kerusakan ekologi maupun ekonomi dan sosial budaya masyarakat setempat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui landasan kebijakan, juga untuk mengetahui dampak sosial dan ekonomi dari keberadaan tambang pasir terhadap masyarakat Galesong. Penelitian ini menggunakan bentuk studi mikro demografi atau biasa disebut quasi anthropological. Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir pantai Galesong. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penambangan pasir di wilayah pesisir pantai Galesong dimulai pada Tahun 2017 sehingga belum mengacu pada Perda Sulsel No. 2 Tahun 2019, dimana sebagai acuan untuk mengeluarkan izin lokasi dan izin pengelolaan pertambangan pasir di Sulawesi Selatan. Adapun dampak dari aktivitas penambangan pasir terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah pesisir pantai Galesong, antara lain hilangnya wilayah penangkapan ikan akibat pengerukan pasir laut, menyebabkan air menjadi keruh. Selain itu, terjadi perubahan sosial ekonomi, dimana para nelayan kecil harus meninggalkan aktifitasnya dan bergabung dengan para nelayan penangkap ikan di laut dalam dan menjadi sawi pada punggawa perahu-perahu besar. Dampak selanjutnya adalah adanya patroli polisi laut yang membuat para nelayan merasa tertekan dan tidak lagi memiliki kebebasan untuk melaut seperti dulu kala. Dengan dasar kesimpulan tersebut, diharapkan Pemerintah Daerah membuat model kebijakan dalam pengelolaan aktivitas penambangan pasir di wilayah pesisir pantai Galesong. Jika tidak, cepat atau lambat masalahnya akan semakin membesar.