Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : kespera

IMPLEMENTASI ONE HUSBAND ONE CLIENT UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN IBU HAMIL MENGKONSUMSI TABLET FE DI DESA LANGENHARJO Ulin Nafiah; Tri Ari P; Naila Nihayatin Ni’mah; Lulu’ Fitri Nurhidayah Syafa’ati
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Volume 3 No 2: Oktober 2023
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/eb1z8941

Abstract

Abstrak Zat Besi merupakan tablet mineral yang diperlukan tubuh untuk pembentukan sel darah merah atau hemoglobin. Unsur Fe merupakan unsur paling penting untuk pembentukan sel darah merah. Zat besi secara alamiah didapatkan dari makanan. Jika manusia kekurangan zat besi pada menu makanan yang dikonsumsinya sehari-hari, dapat menyebabkan gangguan anemia gizi (kurang darah). Tablet zat besi (Fe) sangat dibutuhkan oleh wanita hamil, sehingga ibu hamil diharuskan untuk mengonsumsi tablet Fe minimal sebanyak 90 tablet selama kehamilannya. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan suami ibu hamil mengenai anemia dan pencegahan anemia, meningkatkan pendampingan suami terhadap ibu hamil yang mengkonsumsi tablet Fe dan meningkatkan kepatuhan ibu hamil mengonsumsi tablet Fe. Kegiatan dilakukan pada tanggal 19-23 Februari 2022 dengan tiga agenda, pemberian penyuluhan pada hari pertama, observasi, dan evaluasi. Pendidikan kesehatan dilaksanakan di desa Langgenharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil dan suami ibu hamil. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa pendampingan dan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet. Hasil: Kegiatan pendampingan telah dilaksanakan dan mendapat respon yang baik dari ibu hamil dan suami ibu hamil. Terjadi kenaikan pengetahuan suami ibu hamil setelah dilakukan pendampingan serta terjadi peningkatan kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe setelah dilakukan pendampingan.   Kata kunci : pendidikan kesehatan, kepatuhan, one husband one client, anemia   Abstract Iron (Fe) tablets are mineral tablets needed by the body for the formation of red blood cells or hemoglobin. Fe is the most important element for the formation of red blood cells. Iron is naturally obtained from food. If humans lack iron in the diet they consume daily, it can cause nutritional anemia (lack of blood). Iron (Fe) tablets are needed by pregnant women, so pregnant women are required to take at least 90 tablets of Fe during pregnancy. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women's husbands about anemia and prevention of anemia, increase husband's assistance to pregnant women who consume Fe tablets and improve pregnant women's adherence to Fe tablets. The activity was carried out on 19-23 February 2022 with three agendas, providing counseling on the first day, observation, and evaluation. Health education was carried out in Langgenharjo village, Margorejo sub-district, Pati district. The target of the activity is pregnant women and husbands of pregnant women. The method used in this activity is in the form of mentoring and health education using leaflet media. Results: Mentoring activities have been carried out and received a good response from pregnant women and pregnant women's husbands. There was an increase in the knowledge of pregnant women's husbands after mentoring and an increase in the compliance of pregnant women taking Fe tablets after mentoring.   Keywords: health education, compliance, one husband one client, anemia  
DETEKSI DINI STUNTING PADA BAYI DAN BALITA DI PUSKESMAS TLOGOWUNGU Ulin Nafiah; Yeni Rusyani; Erlangga Mandala Sakti; Florianus H.M Mawo
Kelompok Studi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : University of Karya Husada of Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/kespera.v3i2.42

Abstract

Abstrak Masalah gizi jika tidak ditangani akan menimbulkan masalah lebih besar, bangsa Indonesia dapat mengalami lost generation. Indonesia merupakan negara dengan urutan ke–17 dari 117 negara yang memiliki masalah gizi kompleks stunting, wasting dan overweight. Kejadian  stunting merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) selama tiga tahun terakhir mengalami peningkatan dari tahun 2016 yaitu 27,5% menjadi 29,6% tahun 2017 dan 30,8% pada tahun 2018. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu bayi dan balita mengenai deteksi dini stunting pada bayi dan balita,. kegiatan dilakukan pada tanggal 18 April 2024 dengan tiga agenda, pemeriksaan antopometri, penimbangan berat badan, pembagian doorprise, dan pemberian penyuluhan dan evaluasi. Pendidikan kesehatan dilaksanakan di wilayah Puskesmas Tlogowungu, Kecamatan Tlogowungu, kabupaten Pati. Sasaran kegiatan adalah ibu yang memiliki bayi dan balita. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa pemeriksaan antopometri menggunakan tikar stunting dan stutur meter, timbangan berat badan dan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet dan lembar balik. hasil: kegiatan pendampingan telah dilaksanakan dan mendapat respon yang baik dari ibu dan balita. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu bayi dan balita setelah dilakukan penyuluhan tentang deteksi dini stunting pada bayi dan balita..   Kata kunci : gizi, deteksi dini, balita, stunting, lost generation   Abstract If nutritional problems are not addressed, they will cause bigger problems, the Indonesian nation could experience a lost generation. Indonesia is the 17th country out of 117 countries that has complex nutritional problems of stunting, wasting and overweight. Stunting is a major nutritional problem facing Indonesia. Based on Nutritional Status Monitoring (PSG) data over the last three years, it has increased from 2016, namely 27.5% to 29.6% in 2017 and 30.8% in 2018. The aim of this community service is to increase the knowledge of mothers of babies and toddlers regarding early detection of stunting in babies and toddlers. The activity was carried out on April 18 2024 with three agendas, anthropometric examination, body weight weighing, door prize distribution, and providing counseling and evaluation. Health education is carried out in the Tlogowungu Community Health Center area, Tlogowungu District, Pati Regency. The target of the activity is mothers who have babies and toddlers. The methods used in this activity are anthropometric examinations using stunting mats and stucture meters, weight scales and health education using leaflets and flip sheets. results: mentoring activities have been implemented and received a good response from mothers and toddlers. There was an increase in the knowledge of mothers of babies and toddlers after providing outreach about early detection of stunting in babies and toddlers.   Keywords: nutrition, early detection, toddlers, stunting, lost generation