Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

DAMPAK SUPLEMENTASI PIL BESI + FOLAT DAN VITAMIN C TERHADAP PENINGKATAN KADAR HB PADA IBU HAMIL ANEMIA Iman Sumarno; Edwi Saraswati; Sri Prihartini
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 19 (1996)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2291.

Abstract

Telah dilakukan penelitian pemberian beberapa dosis pil besi dan penambahan Vitamin C terhadap 451 orang Ibu Hamil Anemi di lima Dati II Provinsi Jawa Barat. Sampel adalah Ibu Hamil dengan umur kehamilan trisemester ke II dan mempunyai kadar Hb kurang dari 11 g% dl. Ibu Hamil dari tiap Dati II dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Kelompok I adalah kelompok kontrol yang mendapat pil besi folat (60 mg besi dan 2 mg folat) setiap hari. Kelompok II yaitu yang mendapat pil besi folat seminggu sekali. Kelompok III yaitu yang mendapat pil besi folat seminggu sekali ditambah 100 mg Vitamin C. Pemeriksaan Hb dilakukan dengan cara cyanmethemoglobin sebanyak 3 kali yaitu pada awal penelitian, 2 bulan kemudian dan 4 bulan kemudian (akhir penelitian). Selain pemeriksaan Hb, juga dikumpulkan data klinis dan latar belakang Sosial Ekonomi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan sosial ekonomi rumahtangga sampel antar kelompok relatif sama. Pemberian pil besi folat seminggi sekali sama efektifnya dengan pemberian pil folat setiap hari untuk meningkatkan Hb pada ibu hamil Pada dua bulan sejak dimulai perlakuan kenaikan Hb kelompok yang mendapat pil besi folat dan vitamin C seminggu sekali lebih tinggi dibandingkan dengan dua kelompok lainnya. Ditemukan fenomena bahwa lanjutan pil besi dan folat dan vitamin C justru kadar Hb-nya turun pada kehamilan trisemester III. Karena itu perlu dipelajari lebih lanjut efektifitas penambahan vitamin C pada suplementasi besi dan folat, termasuk diantaranya saat pemberian yang tepat.
KUALITAS GARAM, PERILAKU PEMBELIAN GARAM, SERTA KADAR YODIUM DALAM URIN IBU HAMIL DI JAWA BARAT Iman Sumarno; Vita Kartika; Sri Prihartini; Edwi Saraswati
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 20 (1997)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2362.

Abstract

Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa yodisasi garam secara universal terbukti menurunkan prevalensi gondok. Indonesia bertekad menurunkan prevalensi gondok dan bebas kretin baru pada tahun 2000. Dalam jangka panjang Indonesia bertekad melakukan yodisasi garam secara universal. Selama yodisasi garam secara universal belum tercapai perilaku ibu dalam membeli garam akan banyak menentukan konsumsi yodium rumahtangga. Selain itu beberapa penelitian menunjukkan bahwa sebagian yodium hilang dalam pemasakan. Untuk itu diperlukan informasi status yodisasi garam, perilaku pemilihan garam serta hubungannya dengan kadar yodium yang diekskresi di urin ibu hamil. Karena itu telah dilakukan penelitian di 20% desa di setiap kecamatan di Propinsi Jawa Barat. Di setiap desa terpilih dilakukan wawancara terhadap 30 ibu hamil dan menyusui yang dipilih secara acak. Sub sampel ibu hamil dipilih secara acak sekitar 4 orang per desa terpilih untuk pengukuran eksekusi yodium di dalam urin. Di desa tersebut dilakukan uji kadar yodium dalam 4-5 macam sampel garam yang dijual di beberapa warung. Dari 4153 sampel garam yang diperiksa 27.1% mempunyai kadar yodium >30 ppm, 70% mengandung yodium <30 ppm dan 2.9% tidak mengandung yodium. Dari 45928 ibu hamil sampel pada saat membeli garam, 57% memilih garam beryodium, 8.7% sengaja memilih garam tidak beryodium dan 34.3% tidak peduli. Sebesar 89.6% ibu hamil membeli garam di warung-warung desa. Median ekskresi yodium di dalam urin 70 ug/L yang menunjukkan status kekurangan yodium. Tidak ditemukan hubungan yang kuat antara proporsi garam yodium >30 ppm, proporsi ibu-ibu yang sengaja membeli garam beryodium dengan proporsi ibu hamil dengan ekskresi yodium dalam urin >100 ug/L  yang menunjukkan status kekurangan yodium. Tidak ditemukan hubungan yang kuat antara proporsi garam yodium >30 ppm, proporsi ibu-ibu yang sengaja membeli garam beryodium dengan proporsi ibu hamil dengan ekskresi yodium dalam urin >100 ug/L ataupun proporsi ibu hamil dengan ekskresi yodium <50 ug/L.
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG DIARE DAN PENCARIAN PENGOBATANNYA DI DUA DESA DI KABUPATEN BOYOLALI Iman Sumarno; Basuki Budiman; Edwi Saraswati; Sri Prihartini
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 18 (1995)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.2223.

Abstract

Diare masih merupakan penyebab penting kematian bayi dan balita di Indonesia. Telah dipelajari persepsi masyarakat tentang diare serta cara penanggulangannya di desa Manyaran dan Sempulur Boyolali sebagai bahan untuk penanggulangan diare oleh masyarakat. Diare tidak dianggap sebagai penyakit yang terlalu serius. Menurut masyarakat, penyebab diare ada yang langsung terhadap anak yaitu masuk angin, terlalu lama mandi, makan makanan rasa asam (kecut), dan tidak langsung bila ibu menyusui masuk angin atau makan makanan yang pedas-pedas, air susu menjadi jelek dan anak menderita mencret. Tidak ada kepercayaan bahwa diare disebabkan oleh roh halus. Persepsi masyarakat/ibu-ibu tentang diare dan penyebabnya menghasilkan perilaku pengobatan diare pada anak sebagai berikut: Mula-mula ditangani sendiri dengan ramuan tradisional, bila tidak sembuh diobati dengan pil "Ciba" yang dijual bebas di warung-warung yang tersebar di desa, bila tetap belum sembuh baru di bawa ke petugas kesehatan.
PEMANFAATAN ANTROPOMETRI GIZI UNTUK PENENTUAN SASARAN PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN Herman Sudirman; Syarifudin Latinulu; Sri Prihartini; Vita Kartika
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 23 (2000)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1490.

Abstract

THE USE OF NUTRITIONAL ANTHROPOMETRICS DATA FOR TARGETING OF POVERTY ALLEVIATION PROGRAM.Background: In limited fund situation and increased of poor population, the selection of the targets of poverty alleviation program becomes very important The precise targeting means save the fund and help the needy household. Based on the experiences in poverty alleviation program generally the weaknesses are selecting the targets. Nutritional anthropometrics data are available but they are not optimally use to support the poverty alleviation program. Studies on anthropometries data and their correlation with social-economic data, recipient from other poverty alleviation program can help to select the targets.Objective: To study the agreement of nutritional indicator with other indcator to select targets for poverty alleviation program.Method: Research was conducted at 4 districts in West Java. At each district was chosen 2 sub districts with the highest proportion of poverty household and with the same method in each sub district 1 village were chosen. In each village were choose randomly 80 families. The entire household member was measure on their weight and height. Other data was collect by interview and observation. Agreement test was performed to test on the targeting done by the poverty alleviation program such as Social Safety Net program with nutritional anthropometrics indicator.Conclusions: 1. Based on the occupation, education and income estimation of household head, generally household samples were categorized as poor and deserve to be the target of the program. 2. Data of recipient from religious organization until the end of the research cannot be collected so it cannot be analyze. 3. Body Mass Index (BMI) of household head and wife less than 18,5 kg/m2 has high agreement for targeting. 4. Anthropometrics indcator of children under 5 years using cut off point <-2 Z score and <-3 Z score have high agreement to targeting, except for weight-for-height using cut off point <-3 Z score.Key Words: poverty indicator, anthropometrics, agreement of indicator
POLA PEMBERIAN MAKAN ANAK (6-18 BULAN) DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK PADA KELUARGA MISKIN DAN TIDAK MISKIN Vita Kartika; Sri Prihartini; Syafrudin Syafrudin; Abas B. Jahari
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) JILID 23 (2000)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v0i0.1491.

Abstract

PATTERNS OF CHILD FEEDING (6-18 MONTHS OLD) FROM POOR AND WELL OFF FAMILIES AND THEIR RELATIONSHIP WITH CHILD GROWTH AND DEVELOPMENT.Background: A research was conducted on children of 6-18 month old from poor and well off family at Ciomas Sud-district, Boger Regency, West Java.Objective: This research aimed at observing the influence of feeding pattern of child under 2 years in its relation to child growth and development of the two family groups.Method: Sampling was conducted purposively amounted to 55 children from the poor families and 36 children from well of families, so the total is 91 children. Data was analyzed statistically by using SPSS program, with chisquare and T statistical test to find out the relationship among variabels.Results: From the result of this research it was found out that there are 44 children from the poor families who were only feed with carbohydrate, and the other 11 had a complete feeding pattern (carbohydrate + protein). Meanwhile, of the 36 children of well off families, 30 (83%) have the complete feeding pattern and 6 (17%) have the carbohydrate only feeding pattern. From the result of growth measuring calculated based on nutrient status (weight/age) there were 15 of 55 children from the poor families who were undernourished, those who had thecarbohydrate only feeding pattem,i.e. 10 children (66.7%). Whereas of the 36 children from well families, therewere 34 with good nutrient status, and 2 undernourished children. Statistical test shows that there is a significant difference of feeding pattern and growth between the two family groups (p<0.05). Observing the rough motoric development, there were 28 children with slowness at the beginning of the research, i.e. 25 children from the poor families and 3 from the well off families. However, six month after the activity was carried out, there was a change on 3 children from the well of families to be normal, while from the poor families only 3 children that changed to normal.Conclusions: Statistical test shows that there is a significant difference between the motoric development and feeding pattern on the two family groups both at the beginning and the end of the research.Key Words: feeding pattern, children under 2 years