p-Index From 2021 - 2026
1.984
P-Index
This Author published in this journals
All Journal STATIKA Statika
Mhd. Rahman Rambe
Universitas Graha Nusantara

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS KERUSAKAN RUAS JALAN BM. MUDA KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN SELATAN KOTA PADANGSIDIMPUAN Randa Bahreyn Lubis; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1806

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi darat sehingga desain perkerasan jalan yang baik adalah suatu keharusan. Perkerasan jalan yang baik juga diharapkan dapat memberi rasa aman dan nyaman dalam mengemudi terutama berpengaruh terhadap kelancaran arus lalu lintas. Salah satu penyebab kerusakan jalan yaitu minimnya biaya pemeliharaan yang menyebabkan berkurannya kualitas dari pada pelaksanaan. Tingginya pertumbuhan lalu lintas akibat pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan masalah yang serius apabila tidak diimbangi dengan perbaikan mutu dari sarana dan prasarana jalan yang ada sehingga perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan persentase kerusakan apa saja yang terjadi ruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan dan penanganan pemeliharaannya serta mengetahui tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada ruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Kerusakan jalan dianalisa dengan menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia sedangkan Perencanaan tebal perkerasan lentur disesuaikan dengan Metode Analisa Komponen dengan umur rencana 20 tahun. Dari hasil analisis data, dapat di ambil kesimpulan, yaitu: jenis kerusakan yang terjadi diruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan terdiri dari 5 jenis yaitu : pelepasan lapisan permukaan, lubang, amblas, retak kulit buaya dan tambalan. Nilai persentasi kerusakan sebesar 20.70 % maka kategori kerusakan termasuk kategori rusak sedang serta penaganan pemeliharaannya yaitu Pemeliharaan Berkala. Tebal lapisan perkerasan yang dibutuhkan pada ruas jalan BM. Muda Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, yaitu : lapisan permukaan 15 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 10,00 cm.
ANALISIS PELAT LANTAI II PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH TERPADU SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI MANDAILING NATAL Makmur Gedek; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1807

Abstract

Pada dasarnya bangunan yang ditinjau adalah pembangunan gedung kuliah terpadu Sekolah Tinggi Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina). Gedung ini dibangun untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mengimbangi jumlah mahasiswa untuk mewujudkan perguruan tinggi yang unggul, moderat dan inovatif sesuai dengan visi STAIN Madina. Pembangunan gedung ini dibangun secara permanen dengan jumlah struktur tiga lantai sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan gedung yang sudah ditetapkan. Prinsip dari perencanaan struktur gedung ini adalah menghasilkan suatu bangunan yang aman, nyaman, kuat, efisien dan ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tebal pelat serta jarak penulangan pelat lantai sesuai pembebanan dan gambar kerja yang ada dilapangan. Metode yang digunakan berdasarkan Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang dan Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung serta pembebanan disesuaikan peraturan pembebanan untuk rumah dan gedung. Berdasarkan hasil analisa yang di lakukan diambil kesimpulan yaitu tebal pelat lantai berdasarkan analisis dan kondisi dilapangan sebesar 12.5 cm dengan panjang 4,20 m dan lebar 3,60 m. Bentang balok terpanjang 8,40 m dan 7,20 m. Tebal pelat lantai berkurang akibat penambahan balok anak sehingga bentang pelat lebih pendek untuk mengurangi lendutan dan pembebanan. Jarak tulangan pelat lantai berdasarkan analisis yaitu untuk lapangan arah-x dan arah y yaitu Ø 10-100 sedangkan dilapangan untuk posisi tumpuan arah-x dan arah y yaitu Ø 10-200. Jika kita lihat posisi lapangan arah-x dan arah y analisa Ø 10-100 sedangkan yang di pasangan dilpangan untuk posisi lapangann arah-x dan arah y yaitu Ø 10-100. Jarak yang dianalisis lebih ekonomis dibandingkan dengan jarak yang ada dilapangan.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN PERANCAH KAYU BULAT DENGAN SCAFFOLDING UNTUK PELAT LANTAI DAN BALOK PADA BANGUNAN BERTINGKAT Rafea Husni; Mhd. Rahman Rambe; Rizky Febriani Pohan
STATIKA Vol. 9 No. 1 (2026): Statika Vol 9 No 1 April 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64168/statika.v9i1.1808

Abstract

Perancah adalah konstruksi sementara yang menyangga beban dan memberi kekuatan serta kestabilan pada bekisting. Perancah memiliki peranan penting terhadap hasil akhir pekerjaan konstruksi bangunan. Berdasarkan sifatnya, perancah terbagi dua, yaitu perancah kayu bulat dan scaffolding. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui besar perbandingan biaya dan waktu penggunaan perancah kayu bulat dengan scaffolding untuk pelat lantai dan balok pada bangunan bertingkat. Metode yang digunakan dalam menghitung biaya dan waktu pada pekerjaan perancah kayu bulat dan scaffolding adalah analisa harga satuan pekerjaan (AHSP) 2016. Lokasi dan tempat pengambilan data untuk kebutuhan penelitian ini dilakukan di Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (LABKESDA) Padangsidimpuan, dengan data yang dikumpulkan berupa gambar kerja, daftar upah, dan daftar harga bahan. Dari hasil analisa data yang dilakukan, didapat kesimpulan bahwa biaya yang diperlukan untuk pemasangan perancah kayu bulat sebesar Rp. 324.707.832,00 dan scaffolding sebesar Rp. 315.019.128,00. Sedangkan selisih perbandingan biaya antara perancah kayu bulat dengan scaffolding yaitu 3% sebesar Rp. 9.688.704,00. Waktu pelaksanaan untuk pekerjaan perancah kayu bulat selama 105 hari dan scaffolding selama 105 hari dengan jumlah tukang antara kedua perancah sama yaitu 10 orang. Waktu pengerjaan perancah kayu bulat dan scaffolding dihitung dengan menggunakan AHSP dengan satuan OH