Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KUPU-KUPU PAPILIONIDAE (LEPIDOPTERA) DI KAWASAN CIFOR, BOGOR, INDONESIA Astrid Sri Wahyuni Sumah; Mega Sari Apriniarti
Jurnal Biologi Tropis Vol. 19 No. 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v19i2.1309

Abstract

Abstrak : CIFOR adalah organisasi penelitian ilmiah yang berfokus pada hutan tropis di negara-negara berkembang dan dikelilingi oleh hutan sekunder dan daerah pemukiman. Peningkatan jumlah pemukiman telah menyebabkan perubahan habitat kupu-kupu dan dapat mengurangi populasi kupu-kupu di daerah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari keragaman kupu-kupu di daerah CIFOR berdasarkan habitat yang berbeda dan hubungan keragaman kupu-kupu dengan faktor lingkungan. Pengamatan dilakukan dengan metode scan sampling pada pagi dan sore hari di dua lokasi yaitu, hutan sekunder dan daerah perumahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59 spesies dan 441 individu kupu-kupu ditemukan di daerah tersebut dalam waktu 8 minggu pengamatan. Di hutan sekunder dan daerah perumahan ditemukan 42 spesies (256 individu), dan 40 spesies (174 individu) kupu-kupu. Keragaman kupu-kupu lebih tinggi di daerah tersebut (H '> 3), di mana kawasan perumahan memiliki nilai lebih tinggi (H' = 3,34) daripada hutan sekunder (H '= 3,16). Indeks kesamaan Sorensen (CN) menunjukkan bahwa dua lokasi adalah struktur komunitas yang berbeda karena ada beberapa spesies dominan yang berbeda di setiap lokasi. Secara statistik, kecepatan angin memberikan pengaruh lebih signifikan pada jumlah individu kupu-kupu daripada parameter iklim lainnya. Hasil penelitian ini disarankan bagi CIFOR untuk lebih memperhatikan kondisi habitat kupu-kupu, terutama tumbuhan pakan larva yang makin berkurangKata kunci: Kupu-kupu, CIFOR, Papilionoidea, Hutan Sekunder, Daerah Pemukiman.Abstract : CIFOR is a scientific research organization that focus on tropical forests in developing countries and the area were surrounded  with secondary forest and residential areas. Increasing number of residential area have caused changes of the butterfly habitat and may decrease butterfly population in the area. Aim of the research was to study the diversity of the butterflies in CIFOR area based on different habitats and the relation diversity of butterflies with environmental factor. The observations were done by scan sampling method in the morning and afternoon at two locations i.e., secondary forest and residential area. Results showed that 59 spesies and 441 individual of butterflies were found at the areas within 8 weeks of observation. At secondary forest and residential area were found 42 spesies (256 individu), and 40 spesies (174 individu) of butterflies. The diversity of butterflies was higher in the areas (H’ > 3), where residential area has higher value (H’ = 3,34) than secondary forest (H’ = 3,16). Sorensen similarity index (CN) showed that two locations were different community structures because there were several different dominant species at each location. Statistically, wind speed gave more significant influence on the number butterfly individuals than other climate parameters. It is recommended for CIFOR to pay more attention to the butterfly habitat conditions, especially the diminishing larval feed plants.Keywords: Butterfly, CIFOR, Papilionoidea, Secondary Forest, Residential Area.
EDUKASI KEBUTUHAN NUTRISI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DI POSYANDU DESA GUNUNG RAYA Kartika Sari, Ulfa; Syofiana , Mardiah; Risnanosanti, Risnanosanti; Riwayati , Selvi; Sari Apriniarti , Mega
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 3 No. 3 (2023): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jimakukerta.v3i3.6107

Abstract

Posyandu merupakan wadah partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan keberlanjutannya. Poxiandhu terletak di kawasan Tanjung Sakti Pumu dimana setiap desa mempunyai warung Poxiandhu masing-masing, termasuk Posiandhu di Desa Gunung Raya. Harapan kami Posiandu dapat menjalankan fungsi semula sebagai wadah pemantauan tumbuh kembang anak serta memberikan informasi kepada ibu, ibu hamil, dan keluarga dengan anak yang mengalami koreksi, namun kenyataannya pengetahuan tentang kebutuhan gizi tidak ada. masih kurang. sangat bagus Persyaratan diet tertentu meningkat pada wanita hamil. Hal terpenting yang harus diperhatikan ibu hamil adalah makanan yang dikonsumsinya adalah makanan yang seimbang. Ibu hamil perlu makan dengan baik demi kesehatan ibu dan janinnya. Apabila kebutuhan gizi ibu tidak terpenuhi maka dapat terjadi masalah gizi. Namun ibu hamil tidak menyadari bahwa kebutuhan makanannya meningkat selama hamil. Tujuan dari bakti sosial ini adalah untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang gizi selama kehamilan. Upaya tersebut dilakukan dengan melakukan tes pra diskusi dan tes pasca diskusi, serta memberikan nasehat kepada ibu hamil melalui iklan pola makan keluarga. Percakapan ini terjadi di Kepala Desa Gunung Raya. Sepuluh wanita hamil hadir. Hasil diskusi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 50%. Sebelum dilakukan konsultasi, jumlah ibu hamil yang berpendidikan baik sebanyak 3 orang (30%), dan setelah dilakukan intervensi, jumlah ibu hamil yang berpendidikan baik meningkat menjadi 8 orang (80%).
Observasi Perilaku Cicak Pada Perubahan Cuaca Dikawasan Perumahan Kota Bengkulu Olda Riezqyka; Dian Dwi Jayanti Dongi; Siti Darwa Suryani; Mega Sari Apriniarti
Symbiotic: Journal of Biological Education and Science Vol. 5 No. 2 (2024): Symbiotic: Journal of Biological Education and Science Vol. 5 No. 2 October 202
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/symbiotic.v5i2.141

Abstract

Hemidactylus frenatus adalah spesies cicak rumah yang banyak ditemukan di Indonesia termasuk di Bengkulu, kondisi iklim diwilayah Bengkulu secara umum dapat digambarkan sebagai berikut: (1) Iklim tropis basah, (2) Curah hujan dan kelembaban tinggi sepanjang tahun (3) Suhu rata-rata berkisar 23-31°C (4) Musim hujan lebih panjang dibanding musim kemarau. Bengkulu memiliki dua musim utama: musim hujan (Oktober-Maret) dan musim kemarau (April-September). Percobaan pengamatan ini dilakukan dengan beberapa tingkatan cuaca terhadap cicak yang berada didinding. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang didukung oleh data kuantitatif berdasarkan paradigma konstruktivisme, pendekatan kualitatif dipilih berkaitan dengan paradigma konstruktivistik yang mengandalkan fenomenologi untuk melihat interpretasi-konstruktif dari peneliti mengenai pemaknaan fenomena yang terjadi. Hemydactilus frenatus memiliki populasi yang besar diseluruh dunia, umumnya ditemukan dibebatuan, pepohonan dan didekat sumber cahaya disebuah bangunan, cicak teramati sebagai predator yang menunggu mangsa secara pasif, dialam cicak memiliki tempat-tempat yang teduh untuk hidup, hal ini juga untuk melindungi dirinya dari predator. Diperumahan cicak umumnya menempati atap rumah, adaptasi terhadap perubahan iklim bukan hanya sekedar respons terhadap krisis lingkungan, melainkan investasi jangka panjang dalam keberlanjutan dan ketahanannya. Cicak menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan sebagai respons terhadap perubahan cuaca, cicak memiliki kemampuan adaptasi yang baik untuk menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang berubah-ubah.
AKTIVITAS SERANGGA PENYERBUK PADA TANAMAN BERBUNGA DI TAMAN PANTAI BERKAS KOTA BENGKULU APRINIARTI, MEGA SARI; Sayyida Khusnul khotimah; Zuhepti Despiora; Siti Darwa Suryani
Jurnal Riset dan Inovasi Pendidikan Sains (JRIPS) Vol. 4 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jrips.v4i2.8551

Abstract

Aktivitas kunjungan serangga pollinator pada tanaman berbunga di Taman Pantai Berkas Kota Bengkulu memperlihatkan peran penting serangga dalam mendukung proses penyerbukan alami. Beragam jenis serangga seperti lebah, dan kupu-kupu, ditemukan aktif mengunjungi bunga untuk mengumpulkan nektar dan serbuk sari. Intensitas kunjungan dipengaruhi oleh waktu, dengan puncak aktivitas terjadi pada pagi hingga sore hari. Durasi kunjungan bervariasi, seperti pada lebah kayu menghabiskan waktu sekitar 1-5 detik/bunga pada setiap kunjungan, sedangkan kupu-kupu menghabiskan waktu cukup lama, yaitu 5-10 detik/bunga. Pada Apis cerana durasi kunjungan tidak berbeda jauh dengan lebah kayu berkisar 1-6 detik/bunga. Variasi morfologi, warna, dan aroma bunga turut menarik minat serangga pollinator, sehingga meningkatkan frekuensi interaksi antara serangga dan tanaman berbunga. Keberadaan berbagai spesies tanaman berbunga di taman ini juga memperkaya jenis serangga yang terlibat dalam proses penyerbukan. Aktivitas ini berkontribusi pada kelestarian ekosistem taman, menjaga keberlanjutan populasi tumbuhan, serta mendukung keanekaragaman hayati di kawasan pesisir Kota Bengkulu. Interaksi harmonis antara serangga dan tanaman berbunga menjadi indikator kesehatan lingkungan setempat. Kata kunci: aktivitas kunjungan, serangga pollinator, intensitas kunjungan, kelestarian ekosistem
Eksplorasi Kebutuhan Mahasiswa terhadap Pengembangann E-Penuntun Praktikum Biologi Umum Berbasis STEM Cahaya, Mariana Ade; Pratama, Rizki; Apriniarti, Mega Sari
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan mahasiswa terhadap pengembangan e-penuntun praktikum Biologi Umum berbasis STEM. Mata Kuliah Biologi Umum merupakan fondasi penting bagi mahasiswa biologi dan praktikum berperan krusial dalam pengembangan keterampilan prosedural dan pemahaman konsep. Namun, penuntun praktikum yang ada saat ini dianggap kurang memadai, terutama dalam hal visualisasi, struktur, dan panduan langkah-langkah yang jelas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket yang diisi oleh mahasiswa program studi pendidikan biologi Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Angket terdiri dari 10 item yang mencakup kesesuaian penuntun praktikum saat ini, kebutuhan terhadap e-penuntun, dan fitur yang diharapkan. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi kebutuhan utama mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,8% mahasiswa merasa penuntun praktikum saat ini kurang dalam visualisasi, 48,4% menilai sulit dipahami, dan 29% menyatakan kurangnya panduan langkah-langkah yang jelas. Fitur yang paling diinginkan dalam e-penuntun adalah panduan langkah-langkah praktikum (25%), video demonstrasi (21%), dan forum diskusi (20%). Materi yang paling membutuhkan praktikum mencakup ekosistem (80,60%), biologi sel (67,70%), bioteknologi (67,70%), struktur dan fungsi hewan (64,50%), struktur dan fungsi tumbuhan (58,10%), serta genetika (51,60%). Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan e-penuntun yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, dengan memanfaatkan pendekatan STEM untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterampilan prosedural. Hasil ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan efektivitas pendidikan biologi melalui integrasi teknologi dan metode pembelajaran yang inovatif.
SOSIALISASI MANAJEMEN WAKTU DAN KEUANGAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS 6 SD NEGERI 8 BENGKULU SELATAN : Fadilatunnisa; Riwayati, Selvi; Sari Apriniarti, Mega
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 5 No. 3 (2025): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jimakukerta.v5i3.9210

Abstract

Sosialisasi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen waktu dan keuangan terhadap motivasi belajar siswa kelas VI di SD Negeri 8 Bengkulu Selatan. Sosialisasi dilakukan melalui metode ceramah, tanya jawab, dan kuis untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya pengelolaan waktu dan keuangan. Metode ceramah menyampaikan informasi dasar dan konsep dasar, sementara sesi tanya jawab dan kuis direncanakan untuk meningkatkan keterlibatan aktif siswa dan memperkuat pemahaman mereka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam motivasi belajar siswa setelah mengikuti sosialisasi. Siswa yang memahami cara ,mengelola waktu dan keuangan menunjukan sikap lebih disiplin dan bertanggung jawab, dan berdampak positif pada prestasi akademik mereka. Sosialisasi ini menegaskan penggunaan metode pendekatan interaktif, yang tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tetapi juga motivasi mereka untuk belajar lebih baik dan membantu mereka mempersiapkan diri untuk tantangan di masa depan. Dengan demikian, sosialisasi manajemen waktu dan keuangan dapat menjadi alat yang efektig untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah.