Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pelatihan Turnitin Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Karya Tulis Mahasiswa Rahmad Hidayat Dongka; Ulfatun Nadifa; Haeriani Haeriani; Ade Irawaty Tolago; Yasin Mohammad
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1239

Abstract

Pelatihan penggunaan Turnitin merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah mahasiswa. Peserta dalam pelatihan ini adalah mahasiswa tingkat akhir pada Program Studi Teknik Elektro dan Komputer. Pelatihan ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai penggunaan Turnitin sebagai alat deteksi plagiarisme dalam karya ilmiah. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta mencerminkan respons yang positif terhadap kegiatan ini.
ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DENGAN CNC MINI Mohamad Riyandi Badu; Hafid Rahmandan; Andi Maga Umara; Rahmad Hidayat Dongka; Musfir Rizal Pratama
Jambura Journal of Engineering Education Vol 4, No 2 (2025): Desember 2025 : Jambura Journal of Engineering Education
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjee.v4i2.36499

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap penerapan Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran CNC menggunakan CNC Mini di Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Gorontalo. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods. Sampel penelitian terdiri dari 20 mahasiswa yang terbagi dalam 4 kelompok. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi partisipasi aktif, kuesioner persepsi PjBL (19 item), dan pedoman wawancara. Analisis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesulitan tertinggi mahasiswa adalah mengatasi error pada G-Code dengan skor 68; (2) manfaat tertinggi yang dirasakan adalah peningkatan pemahaman konsep dasar CNC dengan skor 86; dan (3) kontribusi dan kolaborasi kelompok berjalan baik dengan skor rata-rata 77,6. Temuan kualitatif mengidentifikasi lima tema utama: kendala teknis peralatan, keterbatasan waktu, kebutuhan penyesuaian modul, perawatan mesin, dan dinamika pembagian tugas. Dapat disimpulkan bahwa PjBL dengan CNC Mini efektif meningkatkan pemahaman konsep dan kesiapan kerja mahasiswa meskipun terdapat tantangan teknis yang perlu diatasi.
Monitoring Absensi Siswa SMK Negeri 5 Gorontalo Menggunakan Teknologi RFID dan Notifikasi Whatsapp Ke Orang Tua Salmawaty Tansa; Rahmat Deddy Rianto Dako; Syahrir Abdussamad; Iksan Hidayat; Ulfatun Nadifa; Ade Irawaty Tolago; Jumiati Ilham; Ervan Hasan Harun; Rahmad Hidayat Dongka; Bambang Panji Asmara
ELDIMAS: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Novemeber 2025 - April 2026
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ejppm.v3i2.55

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem absensi siswa berbasis teknologi Radio Frequency Identification (RFID) yang terintegrasi dengan notifikasi WhatsApp secara otomatis kepada orang tua. Program ini dilaksanakan di SMK Negeri 5 Gorontalo sebagai upaya modernisasi sistem administrasi sekolah dan peningkatan keterlibatan orang tua dalam memantau kehadiran siswa. Metode pelaksanaan meliputi survei kebutuhan, perancangan alat dan sistem, instalasi, pelatihan penggunaan, serta uji coba lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem RFID mampu mencatat kehadiran siswa secara cepat, akurat, dan real-time. Notifikasi WhatsApp berhasil dikirim otomatis setiap kali siswa melakukan absensi, sehingga orang tua dapat langsung mengetahui kehadiran anak di sekolah. Guru dan staf tata usaha menyatakan sistem ini sangat membantu dalam proses rekap data absensi serta mengurangi penggunaan kertas. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan solusi teknologi tepat guna yang efisien, ramah lingkungan, dan aplikatif, serta berpotensi untuk direplikasi di sekolah lain sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital di dunia pendidikan. This community service program aims to implement a student attendance monitoring system based on Radio Frequency Identification (RFID) integrated with automatic WhatsApp notifications to parents. The activity was conducted at SMK Negeri 5 Gorontalo as part of efforts to modernize school administration systems and enhance parental involvement in monitoring student attendance. The implementation method included needs assessment, system and device design, installation, user training, and field testing. The results showed that the RFID system successfully recorded student attendance quickly, accurately, and in real time. WhatsApp notifications  were  automatically  sent  each  time  a  student  checked  in,  allowing parents to instantly receive attendance updates. Teachers and administrative staff reported that the system significantly simplified the attendance recap process and reduced paper usage. Overall, this program provided an efficient, environmentally friendly, and applicable technological solution, supporting digital transformation in schools. The developed system has strong potential to be replicated in other educational institutions as an example of appropriate technology application in vocational education.
STUDI KELAYAKAN SISTEM PEMBUMIAN GEDUNG DENGAN DAYA LISTRIK 41.5 KVA Rahmad Hidayat Dongka; Mohammad Riyandi Badu
Journal Of Power electric And Renewable Energy Vol 3 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59811/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan antara sistem pentanahan instalasi listrik pada gedung DPRD Palopo yang memiliki daya listrik sebesar 41,5 kVA dengan ketentuan yang tercantum dalam PUIL 2011. Penelitian ini dilaksanakan dengan tahapan, yaitu observasi, studi literatur, dokumentasi, dan pengukuran. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif. Hasil pengukuran dengan menggunakan alat Earth Tester Digital menunjukkan bahwa nilai resistansi pentanahan berada dalam kisaran 0,5 hingga 0,525 Ω, sedangkan hasil perhitungan teoritis menunjukkan nilai sebesar 1,973Ω. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sistem pentanahan instalasi listrik pada gedung tersebut, dilihat dari aspek pembumian, elektroda yang digunakan, serta warna kabel pentanahan, telah memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu, nilai resistansi pembumiannya juga sesuai dengan ketentuan standar yang tercantum dalam PUIL 2011
Analisis Kelayakan Sistem Instalasi Listrik Rumah Tinggal di Kabupaten Luwu Rahmad Hidayat Dongka; Ade Irawaty Tolago; Wildan; Aristi Ayuningsi Ode Asri; Nur Alam Fajar
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v6i2.359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan instalasi listrik rumah tinggal di Desa Lempoacci, Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu berdasarkan standar Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengetahui tingkat kesesuaian instalasi listrik rumah tinggal terhadap standar yang berlaku. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria rumah memiliki instalasi listrik aktif berdaya 450 VA hingga 900 VA dan telah digunakan lebih dari 15 tahun. Dari total 150 rumah, diperoleh 38 rumah yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi instalasi listrik rumah tinggal di Desa Lempoacci secara umum masih tergolong baik, dengan tingkat kesesuaian terhadap standar PUIL 2011 sebesar 65,79%, sedangkan ketidaksesuaian sebesar 34,21%. Ketidaksesuaian yang ditemukan umumnya terdapat pada sistem pembumian (grounding) yang belum memenuhi standar. Kondisi instalasi listrik yang tidak sesuai standar berpotensi membahayakan keselamatan penghuni akibat kejut listrik serta meningkatkan risiko kebakaran akibat hubung singkat. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan instalasi listrik yang sesuai standar guna menciptakan keamanan dan keselamatan dalam penggunaan energi listrik di rumah tinggal.
Perancangan Aplikasi Layanan Desa Cerdas Berbasis AI Terintegrasi WhatsApp untuk Klasifikasi Laporan Warga di Desa Hutadaa Abdul Gani Fadhlulrahman S. H. lihawa; Hendy Prasetyo; Syahrir Abdussamad; Rahmad Hidayat Dongka; Wildan Wildan; Ade Irawaty Tolago; Yasin Mohamad; Ulfatun Nadifa; Rahmatia Alam
Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59713/kdytt710

Abstract

The community reporting system in Hutadaa Village, West Limboto District, remains dependent on manual mechanisms, leading to delayed responses, unstructured documentation, and difficulty for village officials in prioritizing issues. This community service activity aims to design a prototype of an AI-based smart village service application integrated with the WhatsApp platform, enabling automated classification of community reports and assessment of urgency levels. The design was carried out through four stages: field interview-based needs identification, system architecture design, workflow simulation, and limited testing with village officials. The system was designed by integrating WhatsApp Business API, an AI-based image processing module, and a report management interface for village officials. Simulations demonstrated that the system can classify reports into categories (infrastructure, sanitation, social, emergency) and assign urgency levels (low, medium, high) based on analysis of photo and text content, achieving a category classification accuracy of 82.5% and urgency assessment accuracy of 77.5% under good image quality conditions. Interface testing by village officials yielded positive responses regarding ease of use and feature relevance. The designed system has the potential to improve the efficiency of public services at the village level. Full implementation and long-term impact evaluation are required in subsequent service activities. Sistem pelaporan masyarakat di Desa Hutadaa, Kecamatan Limboto Barat, masih bergantung pada mekanisme manual yang menyebabkan keterlambatan penanganan, dokumen laporan yang tidak terstruktur, dan kesulitan bagi aparat desa dalam menetapkan prioritas penanganan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan merancang prototipe aplikasi layanan desa cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi dengan platform WhatsApp, yang memungkinkan klasifikasi otomatis laporan warga beserta penilaian tingkat urgensinya. Perancangan dilaksanakan melalui empat tahap: identifikasi kebutuhan berbasis wawancara lapangan, desain arsitektur sistem, simulasi alur kerja, dan uji coba terbatas bersama perangkat desa. Sistem dirancang dengan mengintegrasikan WhatsApp Business API, modul pemrosesan gambar berbasis AI, dan antarmuka manajemen laporan untuk aparat desa. Simulasi menunjukkan bahwa sistem mampu mengklasifikasikan laporan ke dalam kategori (infrastruktur, kebersihan, sosial, darurat) dan menetapkan tingkat urgensi (rendah, sedang, tinggi) berdasarkan analisis konten foto dan teks, dengan akurasi klasifikasi kategori sebesar 82,5% dan akurasi penilaian urgensi sebesar 77,5% pada kondisi gambar berkualitas baik. Pengujian antarmuka oleh perangkat desa menghasilkan respons positif terhadap kemudahan penggunaan dan relevansi fitur. Sistem yang dirancang berpotensi meningkatkan efisiensi layanan publik di tingkat desa. Diperlukan implementasi penuh dan evaluasi dampak jangka panjang pada tahap pengabdian berikutnya.  
Comparing K-Means and Fuzzy C-Means for Student Academic Risk Mapping and Early Warning in a Basic Mathematics Course Hendy Prasetyo; Wildan; Afifah Farhanah Akadji; Andi Sitti Dwi Auliyani; Rahmad Hidayat Dongka
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 13, Issue 1, February 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/mekom.v13i1.261

Abstract

Purpose – This study compares the K-Means and Fuzzy C-Means (FCM) algorithms for mapping student academic risk using in-course academic performance data. Methods – The dataset consisted of 35 students and included assignment scores, quiz scores, midterm examination scores, attendance, learning participation, employment status, and language variables. The data were preprocessed through cleaning, identity anonymization, and min-max normalization to ensure that all attributes were measured on a comparable scale. The experiments were conducted under two clustering scenarios, namely K=2 and K=3. Findings – In the K=2 scenario, both methods produced the same separation between low-risk and high-risk student groups. After the clustering results were mapped to the actual Pass/Fail labels using a majority-vote approach, 27 students who passed and 7 students who failed were correctly identified, with no false positives and 1 false negative. These results yielded 97.14% accuracy, 100% precision, 96.43% recall, and a 98.18% F1-score. In the K=3 scenario, K-Means formed three distinct groups containing 27, 4, and 4 students, whereas FCM produced a more gradual distribution of 13, 14, and 8 students. Research implications – These findings indicate that K-Means is suitable as a fast baseline for binary risk screening, whereas FCM is more informative for gradual risk interpretation in academic early warning systems. Originality – This study contributes by showing the different practical value of hard and soft clustering for identifying clearly at-risk and borderline students using routinely available in-course academic indicators.