Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDEKATAN KOMUNIKASI KRISIS UNTUK PENANGANAN ISU SENSITIF DI LINGKUNGAN BISNIS DAN ORGANISASI Ihsan, Ihsan; Wandan, Hilarius; Hartati, Tuti; Widuri, Ruri; Haryadi, Haryadi; Purnama, Saleh
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.31610

Abstract

Penelitian ini mengkaji Pendekatan Komunikasi Krisis untuk Penanganan Isu Sensitif di Lingkungan Bisnis dan Organisasi. Isu-isu sensitif seperti skandal korporat, konflik internal, atau kebocoran informasi dapat berdampak signifikan terhadap reputasi dan operasional perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki strategi komunikasi krisis yang efektif dalam mengelola krisis semacam itu. Metode studi literatur digunakan untuk menganalisis teori-teori komunikasi krisis, studi kasus dari berbagai industri, dan strategi komunikasi yang terbukti berhasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi, responsibilitas, dan koordinasi yang baik antara berbagai departemen perusahaan merupakan kunci dalam menghadapi krisis secara efektif. Studi ini juga mengidentifikasi pentingnya persiapan yang matang sebelum krisis terjadi, termasuk pengembangan protokol komunikasi dan pelatihan tim respons krisis. Implikasi dari penelitian ini adalah rekomendasi untuk perusahaan untuk memperkuat strategi komunikasi krisis mereka dengan lebih baik guna meningkatkan responsibilitas dan keberlanjutan operasional.
Penerapan Metode SAW dan MOORA Dalam Pemilihan Perawat Terbaik di RSU Fikri Medika Rukmawan, Agus; Susanto, Heri; Purnama, Saleh
Jurnal Teknologi Ilmu Komputer Vol. 3 No. 2: Juni 2025
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jtik.v3i2.359

Abstract

Perawat merupakan bagian aset penting yang dimiliki sebuah rumah sakit dalam mempertahakan kelangsungan hidup serta kemampuan dalam bersaing. Dalam hal ini seorang perawat harus memiliki skill bahkan keterampilan untuk meningkatkan akreditas suatu rumah sakit. Supaya kinerja perawat menjadi lebih baik, maka dibutuhkan suatu sistem dalam membantu pemilihan perawat terbaik, dibutuhkan suatu Sistem Pendukung Keputusan Pada tahap metodologi, data kriteria, sub-kriteria, dan alternatif dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. peneliti mengambil kesimpulan pada penelitian yang berjudul Analisis Perbandingan Metode SAW dan MOORA. Untuk Pemilihan perawat terbaik di rsu ibu kartini kisaran. Untuk metode SAW perawat diurutan pertama yaitu nama Dasya memperoleh nilai 0,8400. Urutan kedua dengan nama Wilona memperoleh nilai 0.8333. urutan ketiga dengan nama dengan nama Sinta memperoleh nilai 0,8133. Sedangkan untuk metode MOORA untuk urutan pertama dengan nama Dasya memperoleh nilai 0,204. Untuk urutan kedua dengan nama Wilona memperoleh nilai 0.198. dan untuk urutan ketiga dengan nama Putri memperoleh nilai 0,196.
Peran Kepemimpinan Adaptif dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan pada Era Kerja Fleksibel (Hybrid Working) Saleh Purnama; Febriyan Muliany; Heri Susanto; Andinna Yusuff
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 7 No. 3 (2026): July
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v7i3.3926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran kepemimpinan adaptif dalam meningkatkan kinerja karyawan pada era kerja fleksibel (hybrid working). Menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif, data dihimpun melalui survei daring terhadap 85 responden karyawan yang menjalankan pola kerja hybrid di berbagai sektor industri. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan adaptif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kemampuan manajerial dalam menyesuaikan strategi, memberikan otonomi yang terukur, serta responsivitas terhadap kendala komunikasi digital terbukti menjadi faktor krusial yang menjaga stabilitas produktivitas. Nilai koefisien determinasi mengindikasikan bahwa kepemimpinan adaptif memberikan kontribusi substansial dalam menjelaskan variasi kinerja karyawan di tengah dinamika kerja fleksibel. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan organisasi dalam model kerja modern sangat bergantung pada transformasi gaya kepemimpinan dari model tradisional ke model yang lebih adaptif dan empatik. Oleh karena itu, didapatkan implikasi praktis bagi manajemen adalah perlunya penguatan literasi digital dan kecerdasan emosional bagi para pemimpin tim guna mendukung keberlangsungan performa organisasi secara berkelanjutan.