Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Terapi Relaksasi Distraksi terhadap Ibu Hamil Trimester III yang Mengalami Preeklampsia Berat dengan Masalah Keperawatan Ansietas Yudistira Afconneri; Novi Herawati; Anita Mirawati; Zulharmaswita Zulharmaswita
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.665-672

Abstract

Kehamilan merupakan keadaan fisiologis,dimana keadaan tersebut merupakan suatu fase teristimewa dalam kehidupan seorang wanita. Masalah kesehatan yang sering muncul pada kehamilan salah satunya adalah preeklampsia. Takut akan kehidupan diri dan bayi, kelainan pada bayi, persalinan, dan ibu tidak pernah tahu kapan melahirkan pada ibu hamil trimester III meningkat dibanding trimester I dan II. Tujuan penelitian memberikan asuhan keperawatan pada ibu hamil trimester III yang mengalami preeklampsia berat dengan masalah keperawatan Ansietas  dengan cara terapi relaksasi distraksi. Desain penelitian adalah deskriptif   menggunakan metode  studi kasus tunggal. Waktu penelitian selama 6 hari yaitu dari tanggal 13 sampai 18 Oktober 2021. Pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan yang merupakan proses keperawatan dianalisa dengan dibandingkan dengan teori oleh peneliti. Hasil penelitian pada pengkajian, didapatkan kesamaan data antara kasus dengan teori diagnosa yang berhubungan dengan kekhawatiran mengalami kegagalan, ancaman terhadap status terkini dan kurang terpaparnya informasi intervensi keperawatan disesuaikan dengan masalah keperawatan. Intervensi yang dilakukan yaitu penerapan terapi relaksasi distraksi pada ibu hamil trimester III yang mengalami preeklampsia dengan masalah ansietas. Setelah dilakukan implementasi diperoleh hasil bahwa terapi relaksasi distraksi mampu menurunkan tingkat kecemasan  pasien dari sebelum dilakukan  tingkat ansietasnya sedang (23 poin) dan setelah dilakukan menjadi ansietas ringan (9 poin) dengan di ukur menggunakan alat ukur ansietas instrumen HARS. 
Tingkat Stres Orang Sehat terhadap Covid -19 di Sumatera Barat Yudistira Afconneri; Novi Herawati
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.1.2023.209-214

Abstract

Pandemi Covid 19 adalah bencana non alam yang berdampak terhadap kesehatan jiwa dan psikososial masyarakat. Hasil riset masalah kesehatan jiwa dan psokososial yang dilakukan setelah tsunami 2004 menunjukkan adanya peningkatan masalah kesehatan jiwa dan psikososial hampir dua kali lipat setelah 12 bulan, yaitu gangguan jiwa berat (severe mental disorder) dari 2-3% menjadi 3-4%, gangguan jiwa sedang ke berat (mild to moderate mental disorder) mencapai 30-50% dan distress psikososial (mild psychososial distres) 20-40% (WHO, 2005). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat stres orang sehat terhadap covid -19 di Sumatera Barat.  Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain penelitian deskriptif Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang sehat di Sumatera Barat dari bulan Februari sampai April tahun 2021. Sampel diambil dengan menggunakan metode Accidental Sampling yang berjumlah  1639 orang.  Data dikumpulkan dengan penyebaran kuesioner secara daring. Analisis dengan analisa univariat dilakukan menggunakan analisa deskriptif melalui distribusi frekuensi dengan persentasi atau proposi data tentang karakteristik personal. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh (59,8%) responden memiliki tingkat stres normal, sedangkan tingkat stres responden yang paling sedikit berada pada tingkat stres sangat parah dengan jumlah (2,1%) responden. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengetahui dampak stres akibat Covid-19. Stres dalam menghadapi pandemic covid 19 perlu dikelola dengan baik sehingga tidak sampai menimbulkan kepanikan yang berlebihan atau sampai pada gangguan kesehatan kejiwaan yang lebih buruk.
The Effect of Perception Stimulation Group Activity Therapy on Controlling Ability of Hallucinations in Patients with Schizophrenia Novi Herawati; Syahrum Syahrum; Tintin Sumarni; Yulastri Yulastri; Abd Gafar; Sri Dewi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 2 No 1 (2020): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.921 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v2i1.65

Abstract

Schizophrenia is a personality that is divided between thoughts, feelings, and behavior. One of the most common symptoms of schizophrenia is hallucinations. The highest number of schizophrenic patients with hallucinations was 83 people in the Merpati Room of Prof. HB Sa'anin Hospital in Padang. Therapy is usually given in the management of overcoming hallucinations, one of which is Group Activity Therapy (GAT). The purpose of this study is to determine the effect of Perception Stimulation Group Activity Therapy on the Ability to Control Hallucinations in Schizophrenia Patients at Prof Sa'anin Hospital Padang in 2019. This study uses a Quasi Experiment research design using one group pre-post-test. The population is schizophrenia patients with hallucinations in Prof Sa'anin Hospital in Padang, about 206 persons. Sampling is done by Samples taken were 50 persons, with purposive sampling. The analysis is t-dependent. The results showed a significant difference between the ability of patients between before and after Perception Stimulation Group Activity Therapy with a P-value = 0.000 or α <0.05. It is expected that Prof. Sa'anin Padang's nurses will be more optimal in the implementation of GAT, and improve the implementation of quality GAT according to the grouping of nursing diagnoses so that the ability of schizophrenic patients with hallucinations can be achieved Keywords: schizophrenia, hallucinations, group activity therapy
Peningkatkan Motivasi Kader dalam Pelaksanaan Posbindu PTM Masa Pandemi Covid-19 melalui Penyegaran Kader di Kota Solok Tintin Sumarni; Novi Herawati; Deharnita Deharnita; Yudistira Afconneri; Anita Mirawati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i3.1266

Abstract

Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu-PTM) merupakan salah satu upaya pengendalian penyakit tidak menular yang berbasis masyarakat. Kunjungan masyarakat ke Posyandu PTM masih rendah dari target nasional yaitu < 50%. Sebagai upaya pencegahan agar masyarakat Kota Solok tetap aman dari penularan Covid-19, pemerintah kota Solok memiliki kebijakan untuk sementara menghentikan kegiatan Posbindu-PTM sejak bulan Maret 2020. Pelaksanaan Posbindu-PTM di Kota Solok selama ini mengandalkan peran aktif dari kader kesehatan. Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru pandemi covid-19, pengetahuan kader dalam pelaksanaan Posbindu PTM berbasis penerapan protokol kesehatan perlu ditingkatkan. Tujuan kegiatan yang merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Solok Poltekkes Kemenkes Padang ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kader dalam pelaksanaan Posbindu-PTM berbasis penerapan protokol kesehatan. Upaya penguatan dilakukan dengan metode pendidikan kesehatan dan simulasi pelaksanaan Posbindu-PTM berbasis penerapan protokol kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 minggu dan telah mampu meningkatkan pemahaman serta kemampuan kader tentang pelaksanaan Posbindu PTM berbasis penerapan protokol kesehatan.
Analisis Kepatuhan dalam Penatalaksanaan DM Tipe II Dimasa Pandemi Covid-19 Tintin Sumarni; Yulastri Yulastri; Novi Herawati; Abd Gafar
Jurnal Gema Keperawatan Vol 16, No 1 (2023): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v16i1.2487

Abstract

The prevalence of diabetes mellitus (DM) in Indonesia has increased significantly. Diabetes mellitus is a non-communicable disease reported to be suffered by some Covid-19 patients. DM patient non-compliance in implementing the five pillars results in an increased risk of complications, especially during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the adherence of type II DM patients in the management of the five pillars of DM. This study used a descriptive analytic cross sectional approach. The sampling technique was total sampling, namely type II DM sufferers who visited Posbindu in the work area of the Solok City Health Center in the last 3 months involving 65 people, the instrument used was a questionnaire with diet variables, taking medication, doing physical activity, education and controlling blood sugar. The results showed that medication adherence, diet, education and blood sugar control had a significant relationship with blood sugar levels with a p value of less than 0.05. It turned out that what was most dominantly related to blood sugar levels was the regularity of taking medication with (p value 0,002) OR= 72,500. This non-compliance is because the client perceives that blood sugar that is not normal means that he has recovered from DM. It is hoped that diabetes mellitus clients can understand the importance of implementing DM management. There is a policy from the Health Service involving family members to care for, so that the five pillars of management of DM can be implemented properly, so that DM patients can live a life without complications.
Tingkat Kebutuhan Spiritual pada Pasien Skizofrenia dengan Perilaku Kekerasan Yudistira Afconneri; Novi Herawati; Anita Mirawati; Triyana Harlia Putri
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.4.2023.785-798

Abstract

Perilaku kekerasan merupakan salah satu penyakit skizofrenia yang menunjukkan perubahan koping maladaptif secara emosional. Salah satu dasar pemenuhan kebutuhan spiritual khusus untuk pasien skizofrenia dengan masalah perilaku kekerasan pada strategi pelaksanan ke-empat dimana memberikan dan mendorong pasien mengikuti kegiatan keagamaan sesuai dengan kepercayaan mereka. Kebutuhan spiritual merupakan salah satu bentuk asuhan yang dapat diberikan kepada pasien skizofrenia, karena spiritual sangat berhubungan dengan ketenangan batin dan kualitas hidup seseorang. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tingkat kebutuhan spiritual pada pasien skizofrenia degan masalah perilaku kekerasan di RSJ Prof. HB Saanin Padang Tahun 2023. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode kuantitatif. Dilaksanakan mulai tanggal 10 April sampai dengan 17 April 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia dengan masalah perilaku kekerasan yang berada di ruang rawat inap RSJ Prof. HB Saanin Padang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 45 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner SpNQ (Spiritual needs questionaire diadopsi dari A. Bussing yang berjumlah 29 pertanyaan. Kuesiner ini dikatakan valid karena tingkat signifikansi 5%, nilai validitas 0,339-0,665, lebih besar dari nilai r tabel 0,320.  nilai reliabilitas dari total kuesioner adalah 0,784, sehingga kuesioner SpNQ sudah sangat reliabel untuk mengukur tingkat kebutuhan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagaian besar 34 responden (75,6%) memiliki tingkat kebutuhan spiritual dalam kategori membutuhkan, 10 responden (22,2%) dalam kategori sangat membutuhkan, dan 1 responden (2,2%) dalam kategori cukup membutuhkan.
Strategi Pengembangan Usaha Dengan Analisis Swot Pada Home Industry Pucuk Bambu: Penelitian Kasus UD Bambu Jaya Mandiri Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang Siti Nur Qomariah; Novi Herawati
Transformasi: Journal of Economics and Business Management Vol. 3 No. 1 (2024): March : Journal of Economics and Business Management
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/transformasi.v3i1.1449

Abstract

This research aims to dissect the Business Development Strategy at UD Bambu Jaya Mandiri, a Home Industry focused on producing Bamboo Shoots, applying SWOT analysis, EFAS, IFAS, and Grand Strategy Matrix. Sample determination was carried out using the purposive method. This study relies on collecting primary data through direct observation and dialogue with the owners and employees of UD Bambu Jaya Mandiri and local officials of Ngoro Jombang Village, as well as secondary data obtained from existing references. To establish a business development strategy in the Bamboo Shoot Home Industry, internal factors with IFAS and external factors are evaluated using EFAS, accompanied by SWOT matrix analysis and Grand Strategy Matrix. Based on the SWOT analysis that examines internal and external factors, the Bamboo Shoot home industry is placed in quadrant 1. This indicates a very advantageous strategic position oriented towards an aggressive growth strategy.
The Contribution of Karang Taruna Merdeka Jaya in Growing Social Concern of the Young Generation in Wora Village Arfaton; Gilar Wullida Ayuningtiyas; Khofifah Nur Rahmah; Griselda Afni Wulandari; Ni Luh Wika Kristina; Novi Herawati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i3.8390

Abstract

This study aims to analyze the contribution of Karang Taruna Merdeka Jaya in fostering social awareness among the younger generation. The research method uses qualitative descriptive data collection, which is carried out through interviews, observation, and documentation. Data analysis is carried out in four stages: data collection, data reduction, data presentation, and verification. The results of this study indicate that Karang Taruna Merdeka Jaya plays an active role in fostering social awareness among the younger generation. The contribution of Karang Taruna Merdeka Jaya in fostering social awareness among the younger generation can be seen from its various work programs, such as Bakti Sosial Merdeka, Sanggar Seni Merdeka Jaya, Annual Tournament, Muda Mengaji Merdeka, Edukasi dan Literasi Merdeka, and Gerakan Merdeka Hijau. The younger generation's involvement in Karang Taruna Merdeka Jaya activities impacts increasing attitudes of empathy and solidarity, attitudes of social responsibility, and positive changes in attitudes. Research is expected to contribute to youth organizations forming positive characters for the younger generation in the future.
Nursing Care for Babies with Febrile Convulsion in the Child Room Zulharmaswita; Desi Deswita; Novi Herawati; Abd. Gafar; Syahrum; Yulvi Hardoni; Dwi Putri Adinda
Journal of Applied Holistic Nursing Science Vol. 1 No. 2 (2025): February 2025
Publisher : CV. CENDIKIA JENIUS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70920/jahns.v1i2.183

Abstract

Background: Febrile seizures are a condition of seizures that occur in children caused by fever above 38°C without intracranial infection. Complications can cause children to experience cerebral palsy, motor weakness, slow speech and movement, and cognitive delays. Data from the Children's Room of the Mohammad Natsir Hospital, Solok City in 2022-2023 showed 92 cases of febrile seizures. The purpose of this study was to carry out nursing care for children who experience febrile seizures with a nursing process approach. Methods: The research method used was descriptive with a single case study design. This study was conducted on March 18 - March 20, 2024 with 1 child diagnosed with febrile seizures in the Children's Room of the Mohammad Natsir Hospital, Solok City in 2024. Data collection instruments were, child assessment format, physical examination tools. Data collection methods were interviews, observations, physical examinations, and direct measurements. Results: The results of the assessment were obtained by An. K had a fever, his body felt hot, he had no appetite, the portion he finished was only ¼, and his body temperature was 39°C. Nursing diagnoses obtained, hyperthermia, impaired comfort, and risk of injury. Nursing interventions that can be done, fever management, relaxation therapy, injury prevention. After implementation for 3 days of treatment, the results obtained were improved thermoregulation, increased comfort status, decreased injury levels..
Gambaran Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Perilaku Bullying pada Anak: Overview of Factors Causing the Occurrence of Bullying Behavior in Children Novi Herawati; Deharnita
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 15 No. 1 (2019): NJK Volume 15, Number 1
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v15i1.168

Abstract

Bullying is the child's aggressive behavior repeatedly towards his friend which causes the victim. Factors causing bullying behavior at school include personality factors, interpersonal communication of children with their parents (parenting), the role of peer groups and school climate. Descriptive research, aimed at knowing the description of the factors causing bullying behavior in children in SMPN 2 Solok City in 2018. The sampling technique is simple random, with a sample of 79 people. Data collection was carried out May 22-28, 2018. Analysis was carried out univariately and presented with a frequency distribution table. The results showed more part (70.9%) of respondents did physical forms of bullying in the form of hitting, more partially (58.2%) verbally in the form of dubbing, more in part (78.5%) mentally in the form of silence (not care about). Most of the causes of bullying behavior from family factors (82.3%) were due to seeing a commotion at home, from the school factor that was partially less (46.8%) the school ignored problems between schools, from the peer factor mostly (77.2%) because peers liked to taunt others friend. Schools especially counseling teachers are expected to give special attention to student behavior at school to prevent bullying from happening at school.