Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Arah Kebijakan Baru Dalam Pengelolaan Sampah Di Kota Pekanbaru Menuju Swakelola Berbasis Komunitas Yupi Sasmita Dewi
Publikauma : Jurnal Administrasi Publik Universitas Medan Area Vol. 13 No. 1 (2025): PUBLIKAUMA, JUNI 2025
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/publika.v13i1.15117

Abstract

Pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru selama ini dijalankan melalui skema kontrak dengan pihak ketiga, namun berbagai persoalan struktural dan teknis yang muncul menunjukkan perlunya pergeseran menuju model kebijakan yang lebih adaptif dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji arah baru kebijakan pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru yang sedang bertransisi menuju skema swakelola berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah dokumen kebijakan, pernyataan resmi pemerintah, serta artikel ilmiah dan berita lokal terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui telaah sistematis terhadap sumber-sumber tertulis, sedangkan analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi dinamika kebijakan, kesiapan aktor lokal, serta tantangan kelembagaan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi kebijakan ditandai oleh pengakhiran kontrak dengan pihak ketiga, pembentukan Lembaga Pemungut Sampah di tingkat kelurahan, serta pemberdayaan kecamatan sebagai pelaksana teknis. Meskipun roadmap kebijakan belum dirumuskan, langkah-langkah operasional telah menunjukkan arah perubahan menuju tata kelola yang lebih kolaboratif. Temuan ini memberikan kontribusi awal dalam memahami konteks, peluang, dan hambatan dari kebijakan pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Kebijakan Transportasi Hijau di Kota Medan (Program Bus Listrik) Nursiah Fitri; Suri Purnami; Janeska Widia; Yupi Sasmita Dewi; Al-Adly Darniyus
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4v22bb77

Abstract

Program bus listrik di Kota Medan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menerapakan transportasi hijau guna mengurangi polusi udara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Namun, implementasi kebijakan ini masih menghadapi tantangan sosial, seperti keterabatasan akses dan rendahnya minat masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi penggunaan transportasi ramah lingkungan di Kecamatan Medan Baru. Dengan pendekatan partisipatif-edukatif, kegiatan ini melibatkan aparatur kecamatan sebagai sasaran utama untuk menjadi contoh dalam penggunaan bus listrik. hasil sosialisasi menunjukkan bahwa pemahaman peserta terhadap manfaat transportasi hijau meningkat, mesipun masih terdapat hambatan seperti infrastruktur yang belum merata dan sistem pembayaran elektronik yang belum inklusif. temua ini mengindikasikan perlunya sosialisasi yang lebih luas serta kebijakan yang lebih adaptif guna mendukung transisi menuju transportasi berkelanjutan.
Patologi Birokrasi Dalam Pelayanan Publik Studi Kasus: Puskesmas Rumbio Jaya Kabupaten Kampar Amalia Rahmadani Ilham; Yupi Sasmita Dewi; Roby Hadi Putra; Anwar Fuad Alamsyah Lubis
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2181-2187

Abstract

Patologi birokrasi merupakan fenomena yang menunjukkan adanya penyimpangan dalam sistem birokrasi negara, yang tidak hanya terjadi pada tingkat pemerintahan tinggi, tetapi juga pada level pemerintahan yang lebih rendah. Kasus korupsi dana operasional di Puskesmas Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, mencerminkan bagaimana patologi birokrasi dapat terjadi pada sektor pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyalahgunaan kewenangan yang terjadi serta upaya untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan observasi lapangan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patologi birokrasi di Puskesmas Rumbio Jaya berhubungan erat dengan tindakan melanggar norma hukum, seperti korupsi, penerimaan suap, ketidakjujuran, kleptokrasi, dan mark up anggaran. Untuk mengatasi masalah ini, dibutuhkan reformasi moral yang melibatkan penguatan integritas birokrat, pelatihan etika dan kode etik, peningkatan akuntabilitas, serta pengawasan yang lebih ketat. Selain itu, budaya kerja yang positif perlu ditanamkan, dengan menekankan nilai-nilai kejujuran, profesionalisme, dan orientasi pada pelayanan publik.