Iwan Setiawan
Sekolah Tinggi Agama Kristen Sabda Holistik

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

DASAR SPIRITUAL MANAJEMEN KONFLIK GEREJA MULA-MULA: MENURUT KITAB KISAH PARA RASUL Dihamri; Iwan Setiawan; Nurmintan Silaban; Sujsan Silvia Moningka
Manna Rafflesia Vol. 9 No. 2 (2023): April
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38091/man_raf.v9i2.324

Abstract

Conflict management is a method used to guide interactions within a social group, both between individuals and groups, to create harmony. In this context, it deals with conflict management within the church to create harmony and peace. But the fact is that many churches today are experiencing internal and external conflicts, not a few of which eventually the church has split, and many church denominations have broken up because they cannot resolve a conflict. The church does not have a reasonable basis for conflict management, so problem-solving tends to follow logic rather than the leading of the Holy Spirit or spiritual things. The purpose of this study is to explain the essential conflict management of the early church based on the Acts of the Apostles so that it can be a reference for today's church in resolving conflicts that occur within the church. The method used is a qualitative approach with an analytical description method, describing it in a hermeneutic way, namely by interpreting several verses in the story of the apostles, which then become the basis for conflict management. Researchers obtained research results: First, the Early Church Lived in Repentance. Second, the Early Church Lived in the Teachings of the Apostles or the Word of God. Third, the early church lived in prayer and close communion. Fourth, the Early Church Established Good Communication. Fifth, the Early Church Did Not Live in Selfishness.
Rahasia Keselamatan Di Era Bonus Demografi: Membedah Makna Umat Pilihan Allah Dalam 2 Tesalonika 2:13-17 Reagen Petrus Banea; Iwan Setiawan; Rahmat Zendrato; Isai Sambom; Nataniel Kafomai
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/9vavy421

Abstract

Umat pilihan Allah adalah mereka yang dipanggil untuk memiliki relasi khusus dengan-Nya serta hidup dalam keselamatan, kekudusan, dan kemuliaan-Nya. Di tengah berbagai tantangan zaman, umat percaya seharusnya tetap teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus dan setia pada kebenaran. Namun, realitas menunjukkan adanya pergeseran fokus dari Kristus kepada diri sendiri, bahkan memunculkan keraguan akan identitas sebagai umat pilihan. Metode yang penulis gunakan ialah metode kajian pustaka dengan menggunakan cara menggabungkan sumber-sumber antar lain jurnal dan dokumen lainnya secara tertulis, penulis juga akan menjelaskan dengan cara menterjemahkan menafsirkan dengan sumber bahannya berdasarkan teks Alkitab agar dapat menemukan tujuan teks yang lebih jelas Tujuan penulisan ini yaitu untuk membawa setiap orang percaya di tengah perkembangan teknologi dan fenomena bonus demografi dapat memahami bagaimana menjadi umat pilihan Allah yang telah dipilih oleh Allah dan tidak meragukan statusnya sebagai umat Pilihan Allah. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain: Umat Pilihan Allah haruslah memiliki keyakinan dan kesadaran diri akan keselamatan yang di peroleh melalui Roh Kudus, umat Pilihan Allah adalah orang-orang yang harus terus menerus tetap berdiri teguh dalam segala tantang dan rintangan dan umat pilihan Allah juga adalah mereka yang tetap kuat perpegang kuat pada pengajaran tentang kebenaran.
Hidup yang Dibenarkan sebagai Dasar Teologi Pendidikan Agama Kristen: Analisis Pedagogis Titus 3:1-7 Yuliana Lu; Iwan Setiawan; Niat Hartati Zendarto; Sonya Liu; Srimentari Tanggu Hana
Manthano: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 5 No 1 (2026): Maret
Publisher : Institut Kristen Teologi REAL Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53547/8vnndb88

Abstract

Abstract: In the world of Christian religious education, educators are often trapped in mere cognitive teaching and may not even emphasise the importance of ethical and moral life and behaviour as the fruit of a life justified by God. Therefore, educators and students need to have a theological basis that a life justified by God will result in real-life changes. In this modern era, not only unbelievers but also in the world of education. Believers experience a moral and spiritual crisis where truth is considered relative, where everything is considered true if it can please themselves or others. This study aims to comprehensively formulate the biblical foundation of a life that has been justified by God, as contained in Titus 3:1-5, which can be implemented in the world of Christian Religious Education. The research method used by the author is a literature review method by combining sources of reference books, journals and other documents in writing and explained through a hermeneutic system, by translating and interpreting, with source material based on biblical texts in order to find a clearer purpose of the text. Therefore, from this study it is concluded that: First, obey, submit and be ready to do good works. Second, live righteously before God. Third, experience a renewal of life in God. Fourth, the right to receive eternal life. What is new is research that focuses on the theological basis of living Christian Religious Education which is justified according to Titus 3: 1-7 and explained based on pedagogical analysis. Abstrak: Dalam dunia pendidikan agama Kristen, sering kali pendidik terjebak pada pengajaran kognitif belaka dan kurang bahkan mungkin tidak menekankan pentingnya kehidupan dan perilaku secara etis dan moral sebagai buah dari hidup yang dibenarkan oleh Allah. Sehingga, penting bagi pendidik dan peserta didik memiliki dasar teologis bahwa hidup yang dibenarkan Allah akan menghasilkan perubahan hidup yang nyata. Pada zaman modern ini bukan hanya orang yang tidak percaya tetapi juga dalam dunia Pendidikan. Orang percaya mengalami krisis moral dan spiritual di mana kebenaran dianggap relatif, di mana segala sesuatu dianggap benar jika itu dapat menyenangkan diri sendiri atau orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan secara komprehensif landasan biblikal hidup yang sudah dibenarkan Allah yang terdapat dalam Titus 3:1-5 yang dapat diimplementasikan dalam dunia Pendidikan Agama Kristen. Metode penelitian yang penulis gunakan ialah metode kajian pustaka dengan menggunakan cara menggabungkan sumber-sumber buku referensi, jurnal dan dokumen lainnya secara tertulis serta dijelaskan melalui sistem hermenautika, dengan cara menterjemahkan, menafsirkan, dengan sumber bahannya berdasarkan teks alkitab agar dapat menemukan tujuan teks yang lebih jelas. Maka, dari penelitian ini disimpulkan bahwa: Pertama, taat, tunduk dan siap melakukan pekerjaan baik. Kedua, hidup benar di hadapan Tuhan. Ketiga, mengalami pembaharuan hidup di dalam Tuhan. Keempat, berhak menerima hidup kekal. Yang menjadi kebaharuan adalah penelitian yang memfokuskan kepada dasar teologis Pendidikan Agama Kristen hidup yang dibenarkan menurut Titus 3: 1-7 dan dijelaskan berdasarkan analisis pedagogis.