Linda Adriani
STIKes Darussalam Lhokseumawe

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Efektivitas Aroma Terapi Lavender Terhadap Gangguan Pola Tidur Pada Lansia Auliana Rizki Putri; Linda Adriani; Zulkifli
Indonesia Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok lanjutusia 40 tahun dijumpai 7% kasus yang mengeluh mengenai masalah tidur. Hal yang sama dijumpai pada kelompok usia 70 tahun, sebanyak 22% mengeluhkan masalah tidur, usia lebih dari 50 tahun, angka kejadian insomnia sekitar 30%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aroma terapi lavender terhadap gangguan pola tidur pada lansia di Yayasan Panti Jompo Al Huda Syuhada Cot Pling Desa Beunot Kecamatan Syamtalira Bayu  Kabupaten Aceh Utara tahun 2022. Jenis penelitian menggunakan desain penelitian quasi experimental designs, dengan perancangan One Group Pretest dan Posttest, dimana rancangan ini menggunakan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subjek. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 26 Januari sampai dengan Agustus 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia  di Desa Meunasah Blang. Jenis penelitian  berjumlah 107 orang. Teknik pengampilan sampel yaitu teknik quota sampling yaitu berjumlah 30 lansia. Di Uji dengan menggunakan uji paired t-test. Hasil sebelum di berikan aroma terapi lavender mayoritas gangguan pola tidurlansiayaitu insomnia sangat berat sebanyak 10reponden (33,4%), sesudah diberikan aroma terapi lavender mayoritas gangguan pola tidur lansia yaitu tidak ada keluhan insomnia sebanyak 26 reponden(86,8%), uji normalitas diperoleh nilai ρaroma terapi lavender pre test (0,095) > α (0,05) dan post test (0,063) > α (0,05), maka data berdistribusi secara normal, rata-rata gangguan pola tidur sebelum dilakukan aroma terapi lavender adalah 7,45 (insomnia sangat berat) dengan standar deviasi 1,445, sedangkan sesudah diberi perlakukan menjadi 3,02(tidak ada keluhan insomnia) dengan standar deviasi 1,100, nilai ρ (0,001) < α (0,05),dengan demikian maka disimpulkan aroma terapi lavender efektif mengatur pola tidur lansia. 
Pengaruh Kehilangan Pasangan Hidup Dengan Kecemasan Riza Ufaira; Linda Adriani; Mursyid Yahya
Indonesia Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : STIKes Darussalam Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi kehilangan pasangan hidup merupakan salah satu tantangan emosional terbesar. Diperkirakan ada 50% wanita yang berusia 60 tahun dan 85% wanita berusia 85 tahun adalah berstatus janda. Penyesuaian terhadap kematian pasangan atau perceraian sangat sulit bagi pria maupun wanita, karena pada masa ini semua penyesuaian sulit dilakukan, kondisi ini banyak memberi dampak bagi seseorang seperti gangguan emosional atau kecemasan yang dialami lansia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kehilangan pasangan hidup dengan kecemasan di Wilayah Kerja Puskesmas Peusangan Kabupaten Bireuen. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional study. Waktu penelitian telah dilaksanakan dari tanggal 13 Maret sampai 7 September 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laki-laki atau perempuan yang tidak lagi memiliki pasangan hidup di 38 Desa yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Peusangan Kabupaten Bireuen sebanyak 246 orang. Tehnik pengambilan sampel yaitu dengan cara random sampling yaitu sebanyak 153 orang. Dari hasil analisa univariat menunjukkan bahwa mayoritas menerima kehilangan pasangan hidup sebanyak 140 responden (91,5%), mayoritas mengalami kecemasan ringan tentang kehilangan pasangan hidup sebanyak 67 responden (44%).Dari hasil uji crosstab dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) hasil perhitungan menunjukkan nilai p value (0,001) < α (0,05) berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kehilangan pasangan hidup dengan kecemasan.
Relationship Between Family Support and the Level of Utilization of Elderly Posyandu in the Working Area of Mongeudong Health Center, Banda Sakti Subdistrict, Lhokseumawe City, 2025 Rohana Rohana; Linda Adriani; Wahyuni Wahyuni; Zuheri Zuheri
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 3 (2025): November : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i3.5805

Abstract

Posyandu lansia is a community-based health service effort aimed at improving the quality of life for the elderly thru regular health monitoring. However, the utilization rate of posyandu is still influenced by various factors, including family support. This study aims to determine the relationship between family support and the level of utilization of elderly health posts in the Mongeudong Health Center Work Area, Banda Sakti District, Lhokseumawe City in 2025. This study uses a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all elderly individuals registered at the elderly health post, totaling 22 people. A sample of 22 respondents was selected using the total sampling technique. The research instruments are a family support questionnaire and a questionnaire on the utilization of elderly Posyandu. Data analysis was performed using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test at a significance level of α = 0.05. The research results show that out of 21 respondents with family support, 16 people (33.3%) actively utilize the Posyandu. Conversely, out of 27 respondents without family support, 21 people (43.8%) are passive. Statistical tests show a ρ value of 0.001 < α (0.05), which means there is a significant relationship between family support and the utilization of elderly health posts. There is a significant relationship between family support and the level of utilization of elderly Posyandu. Elderly individuals with good family support tend to be more active in participating in Posyandu activities. It is recommended that families play a more active role in accompanying the elderly, and that community health centers strengthen family education programs to increase participation in Posyandu.