Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Dasar Ilmu Fikih Zali, Muhammad; Putri, Alya Nabila; Astuti, Andini Febri; Syahfira, Anggun; Siahaaan, Asimah Mika Gracella Lamtio; Gultom, Erlina; Rizky, Erwina; Siregar, Hilsa Ananta; Syifaurridha, Naila; Ananda, Revalina Etika
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6588

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep dasar ilmu fikih yang mencakup definisi, ruang lingkup, sumber hukum, tujuan, karakteristik, serta peran lembaga pendidikan dalam perkembangannya. Kajian kualitatif deskriptif ini dilakukan di Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, melalui studi literatur terhadap karya ulama klasik dan artikel jurnal terbitan tahun 2014–2024. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil menunjukkan bahwa fikih berakar pada Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas; bersifat dinamis melalui ijtihad; serta merepresentasikan lima maqāṣid al-syarī‘ah. Pesantren dan perguruan tinggi Islam memainkan peran penting dalam menjaga otoritas keilmuan fikih di tengah arus informasi digital. Pemahaman komprehensif atas konsep dasar fikih menjadi fondasi penting bagi pengembangan kajian lanjutan dan implementasi hukum Islam yang adaptif.
Konsep Dasar Ilmu Fikih Zali, Muhammad; Putri, Alya Nabila; Astuti, Andini Febri; Syahfira, Anggun; Siahaaan, Asimah Mika Gracella Lamtio; Gultom, Erlina; Rizky, Erwina; Siregar, Hilsa Ananta; Syifaurridha, Naila; Ananda, Revalina Etika
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v2i1.6588

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep dasar ilmu fikih yang mencakup definisi, ruang lingkup, sumber hukum, tujuan, karakteristik, serta peran lembaga pendidikan dalam perkembangannya. Kajian kualitatif deskriptif ini dilakukan di Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, melalui studi literatur terhadap karya ulama klasik dan artikel jurnal terbitan tahun 2014–2024. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil menunjukkan bahwa fikih berakar pada Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas; bersifat dinamis melalui ijtihad; serta merepresentasikan lima maqāṣid al-syarī‘ah. Pesantren dan perguruan tinggi Islam memainkan peran penting dalam menjaga otoritas keilmuan fikih di tengah arus informasi digital. Pemahaman komprehensif atas konsep dasar fikih menjadi fondasi penting bagi pengembangan kajian lanjutan dan implementasi hukum Islam yang adaptif.
Ascariasis pada Balita: Tinjauan Faktor Lingkungan, Perilaku Orang Tua, dan Manajemen Kesehatan Wibowo, Ahmadin Widya; Putri, Alya Nabila; Astuti, Andini Febri; Syahfira, Anggun; Gultom, Erlina; Rizky, Erwina; Aqmaliyah, Fahira; Siregar, Hilsa Ananta; Ananda, Revalina Etika; Andraini, Shindika; Sembiring, Zahraini Rhossy; Lubis, Zuhra Nazwa; Agustina, Dewi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7237

Abstract

Infeksi Ascaris lumbricoides masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada balita di wilayah sosial ekonomi rendah. Kerentanan balita dipengaruhi sistem imun yang belum matang, kebiasaan bermain di tanah, dan keterbatasan menjaga kebersihan. Artikel ini meninjau faktor lingkungan dan perilaku orang tua yang berhubungan dengan prevalensi ascariasis, serta menganalisisnya dari perspektif organisasi dan manajemen kesehatan. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel nasional dan internasional terbit 2015–2025. Hasil menunjukkan sanitasi tidak memadai, lantai tanah, dan keterbatasan air bersih berkontribusi pada tingginya infeksi. Pengetahuan orang tua yang tidak disertai praktik higienis konsisten meningkatkan risiko penularan. Program obat cacing massal bermanfaat, namun dampaknya terbatas bila tidak disertai perbaikan lingkungan. Dari sudut manajemen kesehatan, pencegahan membutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui puskesmas, posyandu, sekolah, dan peran orang tua sebagai pengelola kesehatan rumah tangga. Dengan demikian, intervensi terpadu berbasis perbaikan lingkungan, edukasi perilaku sehat, dan penguatan organisasi kesehatan masyarakat diperlukan untuk menurunkan angka ascariasis pada balita.