Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Siapkah Indonesia Menjadi Masyarakat Sipil Tahun 2045 (Studi Kasus Desa Marindal 1 Kecamatan Patumbak Kabupaten Deli Serdang) Sibuea, Masrul Zuhri; Siregar, Bulan Azahara; Agustin, Dini; Aqmaliyah, Fahira; Auliya, Jihan; Sari, Yenni Depita; Daeli, Linda Jernih Hati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29682

Abstract

Penelitian ini difokuskan di Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, digunakan untuk menilai kesiapan masyarakat Indonesia untuk membentuk masyarakat sipil menjelang tahun 2045. Dengan menggunakan metode campuran (mixed method), data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 50 orang yang terdiri dari siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum berusia 17 hingga 43 tahun. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden (86%) telah mengetahui istilah masyarakat sipil dan percaya bahwa nilai-nilai kebangsaan seperti cinta tanah air, toleransi, gotong royong, dan partisipasi sosial sangat penting. Namun demikian, ada tingkat keraguan yang cukup signifikan tentang kesiapan generasi muda menghadapi tantangan zaman (41,9% ragu-ragu) dan kepedulian generasi muda terhadap kondisi negara (32,3%). Hasil ini menunjukkan bahwa, meskipun masyarakat telah menunjukkan kecenderungan positif terhadap nilai-nilai sipil dan demokratis, literasi kewargaan harus ditingkatkan, pelibatan pemuda dalam ruang publik, dan revitalisasi pendidikan karakter yang kontekstual. Oleh karena itu, untuk mencapai masyarakat sipil pada tahun 2045, Indonesia harus menggabungkan kesadaran warga, dukungan institusional, dan strategi pembangunan yang berpusat pada partisipasi masyarakat.
Ascariasis pada Balita: Tinjauan Faktor Lingkungan, Perilaku Orang Tua, dan Manajemen Kesehatan Wibowo, Ahmadin Widya; Putri, Alya Nabila; Astuti, Andini Febri; Syahfira, Anggun; Gultom, Erlina; Rizky, Erwina; Aqmaliyah, Fahira; Siregar, Hilsa Ananta; Ananda, Revalina Etika; Andraini, Shindika; Sembiring, Zahraini Rhossy; Lubis, Zuhra Nazwa; Agustina, Dewi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7237

Abstract

Infeksi Ascaris lumbricoides masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada balita di wilayah sosial ekonomi rendah. Kerentanan balita dipengaruhi sistem imun yang belum matang, kebiasaan bermain di tanah, dan keterbatasan menjaga kebersihan. Artikel ini meninjau faktor lingkungan dan perilaku orang tua yang berhubungan dengan prevalensi ascariasis, serta menganalisisnya dari perspektif organisasi dan manajemen kesehatan. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap artikel nasional dan internasional terbit 2015–2025. Hasil menunjukkan sanitasi tidak memadai, lantai tanah, dan keterbatasan air bersih berkontribusi pada tingginya infeksi. Pengetahuan orang tua yang tidak disertai praktik higienis konsisten meningkatkan risiko penularan. Program obat cacing massal bermanfaat, namun dampaknya terbatas bila tidak disertai perbaikan lingkungan. Dari sudut manajemen kesehatan, pencegahan membutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui puskesmas, posyandu, sekolah, dan peran orang tua sebagai pengelola kesehatan rumah tangga. Dengan demikian, intervensi terpadu berbasis perbaikan lingkungan, edukasi perilaku sehat, dan penguatan organisasi kesehatan masyarakat diperlukan untuk menurunkan angka ascariasis pada balita.