Muhammad Rifai Katili
Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analysis Analisis Sistem Antrian dengan Model M/M/C dalam Meningkatkan Efektivitas Kinerja Sistem Ibrahim, Novita; K. Nasib, Salmun; Nuha, Agusyarif Rezka; Katili , Muh Rifai; Nurwan Nurwan; Wungguli , Djihad
Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa Vol. 3 No. 2 (2025): Algoritma : Jurnal Matematika, Ilmu pengetahuan Alam, Kebumian dan Angkasa
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/algoritma.v3i2.431

Abstract

Study This aim For analyze system queue at the Population and Registration Service Civil ( Disdukcapil) Bone Bolango Regency as well as apply the M/M/C (Multi Channel Single Phase ) queuing model optimizing performance system and upgrade effectiveness service to public . Arrival data visitors and time service collected for 5 days through observation . Analysis results show system applied queue moment This is the model (M/M/4 ): (FIFO/∞/∞) with level arrival visitors Poisson distribution , time service distribute Exponential , 4 counters service , discipline first-come first-served (FCFS) queues , as well source arrival and capacity queue No limited . Size performance the system in existing conditions shows time wait for the average visitor in system amounting to 26.4 minutes and time Wait in queue amounting to 44.4 minutes . For optimizing performance , research recommend application of the model (M/M/7 ) : (FIFO/∞/∞) with add amount counter service into 7 counters . In this model , level utility system (ρ) is below 50 % ie about 41%, which is considered effective Because enter in range level utility low (5%-10%). Application of the queuing model with 7 counters projected can shorten time wait for the average visitor in system to 18.42 minutes and time Wait in queue to 18 minutes . Findings This expected can increase effectiveness service and satisfaction public to service Disdukcapil Bone Bolango Regency.
EVALUASI SISTEM INFORMASI PRODESKEL MENGGUNAKAN METODE EUCS DI KABUPATEN BONE BOLANGO PROVINSI GORONTALO David Ansari Lubis; mohammad Rifai katili; Siti Suhada
Diffusion: Journal of Systems and Information Technology Vol 2, No 2 (2022): July 2022
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37031/diffusion.v2i2.14735

Abstract

Kepuasan pengguna merupakan suatu hal yang penting dalam penerapan suatu sistem informasi. Hal itu menjadi penting karena untuk mendapatkan gambaran tingkat kepuasan pengguna sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk pengambilan keputusan kedepan. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap Sistem Informasi PRODESKEL di Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode end user computing satisfaction (EUCS). Dengan variabel yang digunakan meliputi isi (Content), keakuratan (Accuracy), bentuk (Format), kemudahan penggunaan (Ease of Use) dan waktu (Timelines). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 variabel yang digunakan semua mempunyai nilai yang signifikan yang berarti bahwa pengguna merasa puas terhadap sistem informasi Prodeskel dan dapat diterima karena nilai persentase dari setiap variabel menunjukkan hasil setuju. Keywords: EUCS, Kepuasan Pengguna, PRODESKEL, Sistem Informasi. 
Evaluasi Tingkat Kepuasan Pengguna SIKS-NG Menggunakan Metode EUCS Di Kabupaten Bone Bolango Uga Theresia Gobel; Muhammad Rifai Katili; Muchlis Polin
Diffusion: Journal of Systems and Information Technology Vol 2, No 1 (2022): January 2022
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37031/diffusion.v2i1.13423

Abstract

Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS- NG) adalah aplikasi manajemen untuk proses perbaikan dan pengusulan data baru Basis Data Terpadu (BDT) yang mana didalamnya juga terdapat modul untuk perbaikan dan pengusulan data Bantuan Sosial Pangan (BSP) non PKH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna SIKS-NG. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). Metode EUCS mencakup lima aspek yaitu isi, keakuratan, format, kemudahan dalam penggunaan dan ketepatan waktu. Populasi dalam penelitian ini adalah penguna SIKS-NG yang berada di Kabupaten Bone Bolango. Sampel yang dipilih dari populasi tersebut sebanyak 66 responden. Hasil penelitian menunjukkan kepuasan pengguna secara keseluruhan berdasarkan evaluasi EUCS yaitu aspek content 36% yang berada pada kategori tidak baik menunjukan bahwa tingkat kepuasan pengguna terhadap aplikasi SIKS-NG di nyatakan tidak puas, aspek accuracy 36.8% yang berada pada kategori kurang baik, aspek format 54.3% yang berada pada kategori cukup baik, aspek ease of use 52.9% yang berada pada kategori cukup baik, timeliness 36% yang berada pada kategori kurang baik.Kata kunci:  Kepuasan Pengguna, SIKS-NG, EUCS
Evaluasi Keberhasilan Aplikasi SISKEUDES Dengan Menggunakan Model TAM dan DeLone & McLean Di Kabupaten Gorontalo Pala, Nisya Fiscadilla; Katili, Muh Rifai; Abdillah, Tajuddin; Amali, Lanto Ningrayati; Dai, Roviana H; Bau , Rahmat Taufik
Journal Automation Computer Information System Vol. 5 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jacis.v5i1.105

Abstract

Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) merupakan aplikasi perangkat lunak yang dikembangkan untuk membantu pengelolaan keuangan desa di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar, mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah, untuk mendukung pengembangan dan penerapan aplikasi ini. Namun, hasil observasi awal melalui wawancara dengan perangkat desa di Kabupaten Gorontalo di antaranya Desa Pentadio Timur, Isimu Selatan, Ulapato A, dan Desa Ombulo menunjukkan bahwa implementasi SISKEUDES masih menghadapi berbagai kendala. Permasalahan yang umum terjadi meliputi gangguan sistem (error), ketiadaan layanan informasi internal aplikasi, kurangnya panduan bagi pengguna baru, serta tidak tersedianya fitur bantuan atau solusi atas masalah yang sering dihadapi pengguna. Selain itu, hingga saat ini belum pernah dilakukan evaluasi formal terhadap tingkat keberhasilan implementasi SISKEUDES di Kabupaten Gorontalo, sehingga belum tersedia informasi yang dapat dijadikan dasar untuk peningkatan sistem tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengukur Tingkat Capaian Responden (TCR) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi SISKEUDES dengan menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) dan model DeLone & McLean. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian besar variabel memiliki nilai TCR yang tergolong baik; (2) faktor-faktor utama yang memengaruhi keberhasilan implementasi SISKEUDES meliputi persepsi kegunaan, kemudahan penggunaan, dan penerimaan teknologi informasi; (3) rekomendasi utama yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Gorontalo adalah peningkatan infrastruktur, khususnya jaringan internet yang stabil dan merata di seluruh wilayah kabupaten
Pemanfaatan Pelabelan Harmonis Graf Ular S_n Dalam Kriptografi Polialfabetik Tahir, Fauzia D.; Katili, Muh Rifai; Yahya, Nisky Imansyah; Wungguli, Djihad; Asriadi; Nurwan; Armayani Arsal
Jurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Derivat (Agustus 2025)
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/j.derivat.v12i2.7815

Abstract

This research discusses harmonious labeling on the snake graph  and its application in polyalphabetic cryptography. A harmonious labeling is an injective function from the set of vertices to the set of integers modulo , defined as . This function induces an edge labeling function . For each edge connecting vertices  and , the edge label is given by , producing distinct edge labels. This study presents the construction process of harmonious labeling on the snake graph , where  and . The results show that the snake graph satisfies the conditions for being harmoniously labeled since each edge receives a unique label. The vertex set of  is defined as  and the edge set as  The harmonious labeling on this graph is then applied in cryptography, particularly in forming a cipher table used as a key in the polyalphabetic encryption and decryption process. This approach enhances cryptographic security, as a single plaintext letter can be transformed into various ciphertext possibilities, thereby increasing encryption strength and complicating message decryption attempts by unauthorized parties.  Keywords: harmonious labeling, snake graph, cryptography, polyalphabetic cipher
Implementation of Graph Coloring on the Map of North Gorontalo District Using the D’Satur Algorithm and the Backtracking Algorithm Imran, Nurain; Achmad, Novianita; Asriadi, Asriadi; Yahya, Nisky Imansyah; Nasib, Salmun K.; Katili, Muh Rifai
Indonesian Journal of Mathematics and Applications Vol. 3 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Mathematics and Applications (IJMA)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijma.2025.003.02.5

Abstract

Graph Coloring is the process of assigning colors to vertices such that no adjacent vertices share the same color, using the minimal number of colors possible. This study aims to implement graph coloring to the map of North Gorontalo Regency, which consists of 11 sub-districts and 123 villages, utilizing the D’Satur and Backtracking algorithms. It also compares the algorithms in terms of the smallest chromatic number and identifies strategic points in North Gorontalo Regency, particularly in sub-districts, based on the number of adjacent vertices. The study employed a case study method to gather information, specifically the map of North Gorontalo Regency. The results demonstrate that graph coloring of the map utilizing the D’Satur algorithm produces a chromatic number of (χ = 3) for sub-districts and (χ = 5) for villages. Meanwhile, the Backtracking algorithm yields a chromatic number of (χ = 3) for districts and (χ = 4) for villages. Thus, for sub-district coloring, both algorithms yield the same chromatic number. However, the Backtracking algorithm performs better for village coloring, as it produces the smallest chromatic number. The identified strategic sub-district is Kwandang, which has the highest degree of 4.