Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN KECEMASAN AKAN MASA DEPAN PADA FRESH GRADUATE DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER Diajeng Lintar Pertapa; Panca Kursistin Handayani; Ria Wiyatfi Linsiya
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i1.11675

Abstract

Fase dewasa awal merupakan fase yang dimana individu dihadapkan dengan banyaknya tuntutan yang sangat beragam sehingga mengakibatkan beberapa individu mengalami kesulitan. Hal ini dirasakan oleh fresh graduate Universitas Muhammadiyah Jember yang baru saja menyelesaikan masa studinya. Ketidakpastian tentang bagaimana fresh graduate setelah lulus dari perguruan tinggi memicu timbulnya rasa cemas akan masa depan. Adapun self efficacy menjadi salah faktor timbulnya kecemasan akan masa depan pada fresh graduate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy (X) dengan kecemasan akan masa depan (Y) pada fresh graduate di Universitas Muhammadiyah Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kecemasan akan masa depan terdiri dari 26 item valid dengan nilai reliabilitas 0,764. Skala self efficacy terdiri dari 27 item valid dengan nilai reliabilitas 0.830. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Responden yang terlibat dalam penelitian ini yaitu 150 fresh graduate di Universitas Muhammadiyah Jember. Berdasarkan hasil analisa data menggunakan correlation pearson product moment diperoleh nilai sebesar -0,651, dengan taraf signifikansi (p) sebesar 0,000 < 0,05 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara self efficacy dengan kecemasan akan masa depan. Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber rujukan penelitian selanjutnya dan pengembangan ilmu di bidang psikologi.
Pathways of adolescent intention for mental health help-seeking: Insights from the theory of planned behavior Nurlaela Widyarini; Ria Wiyatfi Linsiya
Humanitas: Indonesian Psychological Journal Volume 22 (1) 2025
Publisher : HUMANITAS published by Universitas Ahmad Dahlan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/humanitas.v22i1.975

Abstract

Adolescent mental health has emerged as a critical global issue influenced by social changes, technological advancements, and complex life demands. This study, conducted in Jember, East Java, Indonesia, aimed to explore psychosocial factors influencing adolescents' mental health help-seeking intention using the Theory of Planned Behavior (TPB). The research comprised two phases. Phase 1 included 72 students (mean age = 15.86 years, 87% female) from two junior high schools and three senior high schools. These students were interviewed to investigate their beliefs about mental health help-seeking intention through open-ended questions. Phase 2 involved 413 students (mean age = 15.3 years, 52.5% female) from three junior high schools and three senior high schools. This phase developed a model of mental health help-seeking intention based on attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control. The study underscored the pivotal role of social support, positive attitudes, and accessible services in shaping adolescents’ intentions to seek mental health assistance. These findings imply that strengthening social support networks, particularly within family and community contexts, promoting positive attitudes and enhancing service accessibility, could substantially increase adolescents' intention to seek help.
Pelatian Konseling Bagi Guru dalam Pencegahan Perilaku Beresiko pada Siswa di MAM 1 Jember: Pengabdian Anggraeni Swastika Sari; Maulana Arif Muhibbin; Ria Wiyatfi Linsiya; Nuraini Kusumaningtyas; Serena Maida A.R; Imroatus Sholihah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.6240

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memberikan pendampingan psikologis dasar melalui pelatihan konseling. Tahapan pelaksanaan mencakup seminar/ workshop interaktif, roleplay antar kelompok dan pretest dan postest sebagai bentuk evluasi. Populasi dalam kegiatan ini adalah 20 peserta yang terdiri dari guru kelas, guru mapel dan BK. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signitifan antara pretest dan postest  dengan nilai t(19) = −4,24 dengan nilai signifikansi p < 0,001. Nilai t yang negatif menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test lebih rendah dibandingkan rata-rata skor post-test. Dengan kata lain, terjadi peningkatan skor setelah perlakuan diberikan. Selain signifikan secara statistik, besarnya pengaruh juga tergolong kuat. Perhitungan effect size menunjukkan nilai Cohen’s d sekitar 0,95 yang termasuk dalam kategori efek besar. Dapat dikatakan bahwa kegiatan ini memberikan dampak yang cukup kuat secara praktis
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN SUBJECTIVE WELL BEING LANSIA DI UPT PANTI SOSIAL TRESNA WERDA (PSTW) JEMBER Dita Virgia Septiana; Istiqomah Istiqomah; Ria Wiyatfi Linsiya
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 3, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.3.1.41-51.2024

Abstract

Perubahan pada lansia menyebabkan menurunkan fungsi fisik dan psikis. Menurunnya fungsi fisik dan psikis ini berdampak kepada penerimaan diri dan tingkat kesejahteraan yang dialami oleh lansia. Adapun penerimaan diri menjadi salah satu faktor pendukung tercapainya subjective well-being pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan subjective well-being pada lansia di UPT PSTW Jember. Teknik sampling dalam penelitian menggunakan sampling jenuh, responden yang terlibat dalam penelitian yaitu 50 lansia dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang tinggal di UPT PSTW Jember. Pengumpulan data menggunakan Skala Penerimaan Diri, Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan The scale of Positive and Negative Experience (SPANE) untuk mengukur subjective Well-being. Analisa data menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai pearson correlation (r) sebesar 0.053 dengan taraf signifikan (p) sebesar 0.715 (p<0.05), maka dinyatakan tidak ada hubungan antara penerimaan diri dan subjective well-being