Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN KECEMASAN AKAN MASA DEPAN PADA FRESH GRADUATE DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER Diajeng Lintar Pertapa; Panca Kursistin Handayani; Ria Wiyatfi Linsiya
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 11 No. 1 (2025): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v11i1.11675

Abstract

Fase dewasa awal merupakan fase yang dimana individu dihadapkan dengan banyaknya tuntutan yang sangat beragam sehingga mengakibatkan beberapa individu mengalami kesulitan. Hal ini dirasakan oleh fresh graduate Universitas Muhammadiyah Jember yang baru saja menyelesaikan masa studinya. Ketidakpastian tentang bagaimana fresh graduate setelah lulus dari perguruan tinggi memicu timbulnya rasa cemas akan masa depan. Adapun self efficacy menjadi salah faktor timbulnya kecemasan akan masa depan pada fresh graduate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy (X) dengan kecemasan akan masa depan (Y) pada fresh graduate di Universitas Muhammadiyah Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kecemasan akan masa depan terdiri dari 26 item valid dengan nilai reliabilitas 0,764. Skala self efficacy terdiri dari 27 item valid dengan nilai reliabilitas 0.830. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Responden yang terlibat dalam penelitian ini yaitu 150 fresh graduate di Universitas Muhammadiyah Jember. Berdasarkan hasil analisa data menggunakan correlation pearson product moment diperoleh nilai sebesar -0,651, dengan taraf signifikansi (p) sebesar 0,000 < 0,05 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif signifikan antara self efficacy dengan kecemasan akan masa depan. Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber rujukan penelitian selanjutnya dan pengembangan ilmu di bidang psikologi.
Pathways of adolescent intention for mental health help-seeking: Insights from the theory of planned behavior Nurlaela Widyarini; Ria Wiyatfi Linsiya
Humanitas: Indonesian Psychological Journal Volume 22 (1) 2025
Publisher : HUMANITAS published by Universitas Ahmad Dahlan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/humanitas.v22i1.975

Abstract

Adolescent mental health has emerged as a critical global issue influenced by social changes, technological advancements, and complex life demands. This study, conducted in Jember, East Java, Indonesia, aimed to explore psychosocial factors influencing adolescents' mental health help-seeking intention using the Theory of Planned Behavior (TPB). The research comprised two phases. Phase 1 included 72 students (mean age = 15.86 years, 87% female) from two junior high schools and three senior high schools. These students were interviewed to investigate their beliefs about mental health help-seeking intention through open-ended questions. Phase 2 involved 413 students (mean age = 15.3 years, 52.5% female) from three junior high schools and three senior high schools. This phase developed a model of mental health help-seeking intention based on attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control. The study underscored the pivotal role of social support, positive attitudes, and accessible services in shaping adolescents’ intentions to seek mental health assistance. These findings imply that strengthening social support networks, particularly within family and community contexts, promoting positive attitudes and enhancing service accessibility, could substantially increase adolescents' intention to seek help.