Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penanganan kasus skabies pada kucing domestik (Felis domesticus) di UPTD Pusat Puskeswan Kota Makassar Permatasari, Artha Rezki; Sijid, St. Aisyah; Nurmayanti, Nurmayanti
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 1 (2025): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i1.53471

Abstract

Penyakit skabies merupakan merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau yang bersifat parasit pada kulit. Penyakit skabies ini disebabkan oleh tungau ektoparasit yang hidup di daerah kulit dengan membuat terowongan pada area stratum corneum yaitu Sarcoptes scabiei. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah kasus skabies pada kucing domestk di UPTD Pusat Kesehatan Hewan Kota Makassar, termasuk metode diagnosis, pengobatan, dan perawatan lanjutan, sehingga dapat membantu dalam mengidentifikasi risiko dan mencegah penyebaran lebih lanjut. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan sampel kulit pada bagian wajah, telinga, kaki dan bagian punggung kucing domestik di bawah mikroskop untuk melihat jenis tungau skabies yang menginfeksi kucing tersebut. Hasil yang diperoleh yaitu terdapat 7 kucing domestik terinfeksi penyakit skabies dan lesi pada bagian badan, telinga dan kaki kucing domestik dan setelah proses pemeriksaan laboratorium, ditemukan parasit jenis S. scabiei yang menyerang kucing DSH (Domestic Short hair). Hewan-hewan yang terinfeksi memiliki gejala dan tingkat keparahan infeksi yang berbeda sehingga penanganan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi. Pengobatan yang diberikan yaitu antara lain Revolution for cat® dan Wormectin.
Analisis kualitas sperma dan proporsi kromosom X–Y Sapi Bali (Bos indicus) hasil sexing metode swim-up dengan variasi kadar albumin dan waktu inkubasi Amalia, Andi Dewi Reski; Permatasari, Artha Rezki; Hajrah, Hajrah; Muthiadin, Cut; Hafsan, Hafsan; Dirhamzah, Dirhamzah
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64695

Abstract

Seleksi hewan berdasarkan jenis kelamin merupakan strategi penting dalam program pemuliaan dan produksi ternak karena berpengaruh terhadap efisiensi produksi dan nilai ekonomi. Peningkatan kebutuhan daging sapi mendorong penerapan teknologi reproduksi yang efisien, salah satunya melalui sexing sperma. Metode swim-up merupakan teknik sexing sperma yang relatif sederhana dan ekonomis. Namun, pada sapi bali, efektivitas metode ini masih perlu dikaji lebih spesifik terutama terkait pengaruh durasi inkubasi dan kadar albumin terhadap pemisahan spermatozoa X dan Y serta kualitas spermatozoa yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi durasi inkubasi dan kadar albumin terhadap kualitas semen beku sapi bali hasil sexing menggunakan metode swim-up, serta mengevaluasi proporsi spermatozoa X dan Y dan kualitas kromosom sperma setelah proses sexing. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif dengan parameter pengamatan meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, morfometrik sperma, proporsi spermatozoa X dan Y, serta kualitas kromosom sperma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi durasi inkubasi dan kadar albumin berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap kualitas sperma. Perlakuan inkubasi 15 menit dengan albumin 3% menghasilkan kualitas sperma terbaik dengan motilitas 14,00±6,02, viabilitas 26,67±7,57, dan abnormalitas terendah 5,67±5,50. Morfometrik sperma pasca sexing masih berada dalam kisaran normal. Proporsi spermatozoa X dan Y menunjukkan variasi antar perlakuan, dengan kecenderungan fraksi kromosom kelamin tertentu pada perlakuan optimal. Hasil skrining kromosom menunjukkan mayoritas spermatozoa memiliki kromosom yang utuh. Dengan demikian, metode swim-up diharapkan efektif digunakan untuk memisahkan spermatozoa berdasarkan kromosom kelamin tanpa menurunkan kualitas kromosom sperma sapi bali.