Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Kuantitatif Dampak Penggunaan Gadget Secara Eksesif terhadap Kesehatan Fisik dan Mental Mahasiswa UIN Sumatera Utara Nasution, Irfan Sazali; Puspita, Tri Dela; Putri, Abellia; Tamin, Tiara Putri Azzahra; Siregar, Alfikri Syahtua; Andini, Juni
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 2 (2025): JUPIN Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan gadget secara berlebihan terhadap kesehatan fisik dan mental mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) serta mengevaluasi tingkat kesadaran dalam mengelola penggunaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang diisi oleh 51 mahasiswa dari berbagai fakultas. Hasil menunjukkan mayoritas responden menggunakan gadget lebih dari enam jam per hari, terutama pada malam hari, dengan tujuan utama hiburan. Penggunaan yang berlebihan dikaitkan dengan keluhan seperti kelelahan mata, gangguan tidur, sakit kepala, penurunan konsentrasi, stres, dan kecemasan. Sebagian besar responden menyadari dampak negatif tersebut dan berusaha menguranginya, umumnya melalui pengaturan waktu, meskipun belum sepenuhnya berhasil. Temuan ini menyoroti perlunya edukasi digital dan dukungan institusional dalam membentuk perilaku penggunaan gadget yang lebih sehat di kalangan mahasiswa.
Kecenderungan Social Loafing (Kemalasan Sosial) Dalam Tugas Kelompok Pada Mahasiswa UIN Sumatera Utara Wasiyem, Wasiyem; Halimah, Rika; Sinaga, Tri Sisty Annisa; Windra, Najla Fazila; Balqis, Natasya; Siregar, Alfikri Syahtua
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6568

Abstract

Kerja kelompok sudah menjadi bagian penting dari aktivitas kuliah, tapi dalam praktiknya, tidak semua mahasiswa terlibat secara seimbang. Selalu saja ada anggota kelompok yang hanya ikut nama, tapi tidak benar-benar ambil bagian dalam menyelesaikan tugas. Inilah yang dikenal dengan istilah social loafing, yaitu ketika seseorang cenderung mengurangi kontribusi karena merasa tanggung jawabnya bisa dibagi rata ke anggota lain. Penelitian ini melibatkan 54 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Hasil menunjukkan bahwa 88,9% responden pernah berada dalam kelompok yang anggotanya tidak aktif. Hal ini membuat mahasiswa lain merasa terbebani, dan semangat kerja kelompok pun ikut menurun. Alasan paling umum dari kurangnya kontribusi adalah tidak peduli terhadap tugas. Untuk mengatasi situasi ini, mayoritas mahasiswa menyarankan agar sejak awal tugas dibagi dengan jelas, ada komunikasi terbuka, dan dosen ikut mengevaluasi kinerja setiap anggota. Penelitian ini menunjukkan bahwa social loafing bisa dicegah jika kelompok dibangun dengan rasa tanggung jawab yang adil, saling menghargai, dan memiliki aturan main yang disepakati sejak awal.
Kecenderungan Social Loafing (Kemalasan Sosial) Dalam Tugas Kelompok Pada Mahasiswa UIN Sumatera Utara Wasiyem, Wasiyem; Halimah, Rika; Sinaga, Tri Sisty Annisa; Windra, Najla Fazila; Balqis, Natasya; Siregar, Alfikri Syahtua
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6568

Abstract

Kerja kelompok sudah menjadi bagian penting dari aktivitas kuliah, tapi dalam praktiknya, tidak semua mahasiswa terlibat secara seimbang. Selalu saja ada anggota kelompok yang hanya ikut nama, tapi tidak benar-benar ambil bagian dalam menyelesaikan tugas. Inilah yang dikenal dengan istilah social loafing, yaitu ketika seseorang cenderung mengurangi kontribusi karena merasa tanggung jawabnya bisa dibagi rata ke anggota lain. Penelitian ini melibatkan 54 mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Hasil menunjukkan bahwa 88,9% responden pernah berada dalam kelompok yang anggotanya tidak aktif. Hal ini membuat mahasiswa lain merasa terbebani, dan semangat kerja kelompok pun ikut menurun. Alasan paling umum dari kurangnya kontribusi adalah tidak peduli terhadap tugas. Untuk mengatasi situasi ini, mayoritas mahasiswa menyarankan agar sejak awal tugas dibagi dengan jelas, ada komunikasi terbuka, dan dosen ikut mengevaluasi kinerja setiap anggota. Penelitian ini menunjukkan bahwa social loafing bisa dicegah jika kelompok dibangun dengan rasa tanggung jawab yang adil, saling menghargai, dan memiliki aturan main yang disepakati sejak awal.
Analisis Perilaku Warga Dalam Menghadapi KLB Akibat Banjir di Dusun II Huta Galu Kecmatan Kotarih Susilawati, Susilawati; Hasibuan, Devi Helma Fitri; Simanjuntak, Nurita Oktapia; Sidabalok, Dwi Rizky; Siregar, Alfikri Syahtua
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 5, No 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i1.7790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat Dusun II Huta Galu dalam menghadapi KLB akibat banjir serta mengidentifikasi faktor pemicu rendahnya kesiapsiagaan kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling terhadap lima informan yang terdampak banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pemahaman terbatas mengenai konsep KLB dan risiko kesehatan pascabanjir, serta cenderung melakukan tindakan reaktif seperti pembersihan lingkungan setelah banjir, namun belum menjalankan langkah pencegahan kesehatan secara sistematis. Sikap gotong royong dinilai positif, tetapi belum diikuti oleh perilaku mitigasi yang berkelanjutan, terutama terkait pengelolaan sampah dan pencegahan penyakit kulit, diare, dan demam berdarah. Selain itu, peran pemerintah desa belum optimal dalam edukasi, penyediaan fasilitas sanitasi, serta perbaikan drainase. Dengan demikian, kombinasi faktor perilaku, rendahnya literasi kesehatan, dan infrastruktur lingkungan yang kurang memadai memperkuat potensi terjadinya KLB pascabanjir. Diperlukan intervensi terarah melalui peningkatan edukasi, penguatan surveilans kesehatan, serta program mitigasi berbasis komunitas untuk mencegah risiko KLB di wilayah rawan banjir.