Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Mata Kuliah Nirmana 2 Berbasis Adobe Flash dan Interaktif Animasi 3D Agussalim Djirong; Aswar Aswar; Hasan Hasan
Seminar Nasional LP2M UNM SEMNAS 2019 : PROSIDING EDISI 8
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian yang dilakukan adalah merupakan jenis penelitian kualitatif berbasis Research and Development dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran Mata Kuliah Nirmana 2 Berbasis Adobe Flash Dan Interaktif Animasi 3 dimensi” bertujuan untuk merancang satu jenis media interaktif berbasis 3 dimensi dan berorientasi pada pengembangan metode mengajar. Perancangan media interaktif ini difokuskan pada mata kuliah nirmana 2 (3 dimensi) sebagai obyek penelitian. Dari hasil studi pendahuluan, ditemukan beberapa permasalahan dan peluang untuk merancang suatu media secara interaktif terkait dengan penggunaan media yaitu adanya rombongan belajar yang terdiri dari 33 mahasiswa yang mengikuti proses pembelajaran mata kuliah nirmana 2, adanya 1 dosen yang mengajarkan mata kuliah tersebut, serta adanya penggunaan media powerpoint dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan untuk menemukan makna pada permasalahan dan peluang tersebut yaitu: Research and Development dengan merujuk pada 10 model tahapan. Namun dalam penelitian ini dibatasi pada 9 model tahapan dengan alasan bahwa pengembangan media interaktif berbasis 3 dimensi ini hanya sebatas pada uji coba produk. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelian ini adalah adanya produk akhir berupa media interaktif berbasis 3 dimensi yang sudah divalidasi melalui tahapan uji materi dan uji media.Kata Kunci: Media, interaktif, animasi 3 dimensi
PELATIHAN PEMBUATAN KALIGRAFI MOZAIK BAHAN ALAM DI PESANTREN YAYASAN BINA INSAN CENDEKIA LUKMANUL HAKIM Harmin Hatta; Agussalim Djirong; Aswar Aswar; Faizal Faizal Erlangga Makawi; Irfan Arifin
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i1.62493

Abstract

Kaligrafi merupakan ukiran indah yang identik dengan perkembangan Islam. Hal ini menjadi tujuan dari pengabdian ini yakni membuat pelatihan kaligrafi mozaik menggunakan bahan alam di Pesantren Yayasan Bina Insan Cendekia Lukmanul Hakim. Dalam mengembangkan kreatifitas peserta didik di pesantren tersebut, pelatihan pembuatan kaligrafi bisa menjadi media yang sangat menarik para siswa dan tentunya pengajar di Pesantren Yayasan Bina Insan Cendekia Lukmanul Hakim. Kendala umum yang dihadapi oleh peserta didik adalah minimnya pelatihan yang dapat mengembangkan kreativitas mereka dan sejalan dengan prinsip mereka. Maka kehadiran pelatihan kaligrafi mozaik menggunakan bahan alam ini bisa menjadi solusi atas permasalahan yang ada. Kaligrafi sangat identik dengan pondok pesantren, selain memiliki bentuk yang indah, kaligrafi juga identik dengan nama Allah, Muhammad, dan surat-surat suci yang ada di dalam Al-Qur’an. Metode yang digunakan dengan menggunakan prinsip pendekatan teori dan praktik yang dimulai dengan informasi, proses pembuatan, pewarnaan dan finishing. Adapun hasil dari pengabdian ini adalah: (1) para santri telah berhasil membuat kaligrafi mozaik dengan bahan alam dengan sangat baik; (2) para santri mampu memanfaatkan bahan alam yang ada disekitar menjadi karya seni; (3) para santri memahami proses pewarnaan dengan sangat baik
Edukasi Dampak Biopsikososial Pernikahan Dini dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Kelurahan Pattapang Aswar Aswar; Siti Natazwa Syam Rizal; Muhammad Amirullah; Suciani Latif; Akhmad Harum
Journal of Community Services and Development Vol. 2 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : LPP Chani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64619/v2i1.32

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial di Kelurahan Pattapang yang dipengaruhi oleh rendahnya edukasi kesehatan reproduksi dan pemahaman masyarakat tentang risiko pernikahan usia muda. Kegiatan pengabdian melalui program KKN dilakukan sebagai solusi melalui penyuluhan yang menghadirkan dua pemateri profesional untuk memberikan pengetahuan mengenai dampak hukum, kesehatan, psikologis, dan sosial dari pernikahan dini. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi, diskusi interaktif, serta dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai bahaya pernikahan dini, faktor penyebabnya, dan pentingnya kesiapan fisik serta emosional sebelum memasuki pernikahan. Peserta, khususnya remaja dan orang tua, menunjukkan antusiasme melalui tanya jawab dan diskusi yang mencerminkan pemahaman dan meningkatnya kesadaran kolektif. Kegiatan ini berdampak positif dalam memperkuat upaya pencegahan pernikahan dini di masyarakat
Program Edukasi Psikologis Mengenal Perubahan Fisik dan Emosi Saat Pubertas bagi Siswa di Sekolah Dasar Muhammad Amirullah; Nabila Herman; Aswar Aswar; Zulfikri Zulfikri; Dwi Endrasto Wibowo
Journal of Community Services and Development Vol. 2 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : LPP Chani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64619/v2i1.39

Abstract

Pubertas merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, sosial, dan psikologis yang seringkali belum dipahami secara optimal oleh siswa sekolah dasar. Kurangnya pemahaman mengenai perubahan diri pada masa pubertas dapat menimbulkan kebingungan, kecemasan, rasa malu, hingga perilaku sosial yang kurang adaptif pada anak. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian melalui Program Kemanusiaan PUSPAGA Bacce Kota Makassar dilaksanakan sebagai upaya preventif untuk membantu siswa memahami perubahan tubuh dan emosi secara positif dan sehat. Kegiatan ini dilakukan melalui edukasi psikologis dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan mahasiswa, guru, dan siswa sekolah dasar. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan edukasi, diskusi interaktif, permainan edukatif, dan evaluasi kegiatan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan masa pubertas, perubahan fisik pada laki-laki dan perempuan, pengelolaan emosi, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta penguatan konsep diri positif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai perubahan tubuh dan emosi saat pubertas serta meningkatnya keberanian siswa dalam bertanya dan mengungkapkan perasaannya terkait perubahan yang dialami. Selain itu, guru memberikan respons positif karena kegiatan membantu siswa lebih siap menghadapi masa perkembangan remaja awal. Program ini memberikan kontribusi dalam mendukung kesehatan psikologis dan perkembangan sosial emosional siswa sekolah dasar.
From Reactive to Reflective: Pappaseng-AI's Innovation in Crisis Management Digital-Age Students' Metacognition Based on Local Culture Apandi Astrid; Ramadhani Lutfiah; Pakanan Anastasia Nola; Alifah Sahlaa; Aswar Aswar
International Journal of Multicultural Counseling and Development Vol. 3 No. 1 (2026): March: Article In Progress
Publisher : ILIN Education Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/ijomcd.v3i1.3414

Abstract

The widespread use of generative artificial intelligence (AI) among students has triggered the emergence of an instant-answer culture, which is gradually weakening students' metacognitive abilities. Most students in Indonesia now utilize generative AI in their learning, but few applications are specifically designed to stimulate metacognitive reflection. This situation is further exacerbated by the low integration of local wisdom as a pedagogical approach, particularly in South Sulawesi. This article aims to examine the metacognitive crisis in the use of generative AI, to outline the epistemological values of Pappaseng as the basis for a reflective system, and to develop a conceptual framework for Pappaseng-AI as an alternative pedagogical solution based on local culture. The research was conducted using a qualitative approach using the Literature Study and Review (LSR) method. The study results indicate that the values of Pappaseng, amaccang, agettengeng, and sipakainge have strong epistemological alignment with components of modern metacognition. Based on this synthesis, Pappaseng-AI was formulated as a five-stage pedagogical framework that reconstructs students' interaction patterns with AI, from simply receiving answers to a process of co-constructing understanding through reflective questioning. The application of this framework is projected to increase metacognitive awareness, strengthen academic self-efficacy, and shape students' epistemic identities that are rooted in local wisdom and remain adaptive to global digital developments.
MEMBANGUN JEMBATAN KOGNITIF: ANALISIS KEBUTUHAN UNTUK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN ANTROPOLOGI SOSIOLOGI SENI BERBASIS ANIMASI INTERAKTIF Aswar Aswar; Sri Riski Wulandari; Yati Samsuddin
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 13, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v1i1.79164

Abstract

AbstrakMata kuliah (disiplin ilmu multidisipliner) Antropologi Sosiologi Seni memiliki kompleksitas tinggi akibat materinya yang abstrak, sehingga menuntut inovasi pedagogis. Penelitian Research and Development (R&D) ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis animasi interaktif. Artikel ini secara spesifik melaporkan temuan dari tahap Analisis (Analysis) dalam model pengembangan ADDIE, yang bertujuan memetakan kebutuhan, persepsi, dan kendala mahasiswa. Metode analisis kebutuhan menggunakan survei terhadap 195 mahasiswa dari Program Studi Desain Komunikasi Visual dan Pendidikan SENDRATASIK di Universitas Negeri Makassar (UNM) yang kemudian dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan tiga temuan krusial, 1) Mahasiswa memandang mata kuliah ini sangat relevan dengan karir (97,9%), 2) Terdapat penyebab kendala pemahaman signifikan yang diidentifikasi sebagai "kurangnya media pembelajaran yang menarik (misalnya, media animasi interaktif)" (45,1%) dan "kesulitan menghubungkan teori dengan praktik" (18,5%), 3) Terdapat kebutuhan mendesak untuk pembelajaran aplikatif, 78% mahasiswa menyatakan "perlu" hingga "sangat perlu" adanya kegiatan praktik/studi lapangan, yang mampu difasilitasi juga melalui Simulasi Etnografi Virtual lewat animasi interaktif. Temuan analisis kebutuhan ini menegaskan urgensi pengembangan perangkat animasi interaktif sebagai solusi untuk mengurangi cognitive load dan menjembatani kesenjangan teori-praktik, yang akan menjadi fokus pada tahap R&D selanjutnya. Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran; Animasi Interaktif; Analisis Kebutuhan; ADDIE; Antropologi Sosiologi Seni.  
Penguatan Kesiapan Karier Dalam Program Kampus Mengajar Berdampak Di SMK Negeri 3 Makassar Nabila Herman; Aswar Aswar; Syahrul Ramadan; Herdiananda Nurhidayah; Asyifa Atzanjani Syarif
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 02 (2026): Volume 03 Nomor 02 (Mei 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v3i02.575

Abstract

Graduates of vocational high schools (SMK) in Indonesia currently still face high unemployment. The main problem is the gap between the skills students have and the needs of the workforce, coupled with the fact that many students are not mentally prepared to graduate from school. In response to this, a team from Makassar State University, through the Impact Teaching Campus (KMB) program, conducted counseling guidance activities at SMK Negeri 3 Makassar. This activity aims to make students more prepared to p ursue a career in two ways: by recognizing personality through the RIASEC test and strengthening mental resilience. Involving 32 students from grades XI and XII, the activity was carried out in two stages: mapping career interests and an exciting seminar themed "Life After School." The results showed that the RIASEC test greatly helped students understand their work interests, so they were no longer confused about choosing their future path. In addition, seminars presented through games have proven successful in making students more resilient, better at managing stress, and more adaptable. In conclusion, the combination of clear direction and strong mentality makes students much more prepared to face the working world.
STUDI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BUKU SAKU “TRUE TIMING” SEBAGAI MEDIA LAYANAN INFORMASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN ANAK Nur Fadhilah Sari M; Abdullah Sinring; Aswar Aswar; Siska Putri Ayu
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11067

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of child marriage still found in school environments indicates the importance of providing information service media to support prevention efforts effectively and sustainably. However, information services on child marriage prevention continue to face limitations in practical, engaging, and independently accessible educational media, while previous studies have primarily focused on counseling and conceptual discussions rather than developing user needs-based information media. Therefore, this study aimed to identify the needs for developing child marriage prevention information service media as the basis for designing the “True Timing” pocketbook at SMA Negeri 20 Gowa. This study employed a needs assessment approach using descriptive quantitative and qualitative methods. The participants consisted of guidance and counseling (BK) teachers and 29 students. Data were collected through semi-structured interviews and Likert-scale questionnaires, then analyzed descriptively using quantitative and qualitative techniques. The findings revealed that BK services had not been optimally implemented due to limited time and inadequate supporting media. BK teachers required practical and engaging media, while students needed visual media that were easy to understand and suitable for independent learning. Students’ need for information media reached 95%, indicating the importance of developing user needs-based information media to support child marriage prevention efforts in schools. ABSTRAK Fenomena pernikahan anak yang masih ditemukan di lingkungan sekolah menunjukkan pentingnya penyediaan media layanan informasi yang mampu mendukung upaya pencegahan secara efektif dan berkelanjutan. Namun, layanan informasi mengenai pencegahan pernikahan anak masih menghadapi keterbatasan media edukasi yang praktis, menarik, dan dapat diakses secara mandiri oleh murid, sementara penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada penyuluhan dan kajian konseptual dibandingkan pengembangan media berbasis kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pengembangan media layanan informasi pencegahan pernikahan anak sebagai dasar perancangan buku saku “True Timing” di SMA Negeri 20 Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian analisis kebutuhan (need assessment) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta 29 murid. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan angket skala Likert, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK belum optimal akibat keterbatasan waktu dan minimnya media pendukung. Guru BK membutuhkan media yang praktis dan menarik, sedangkan murid membutuhkan media visual yang mudah dipahami dan dapat dipelajari mandiri. Tingkat kebutuhan murid terhadap media informasi mencapai 95%, sehingga hasil penelitian menegaskan pentingnya pengembangan media layanan informasi berbasis kebutuhan pengguna untuk mendukung pencegahan pernikahan anak di sekolah.
A profile of academic stress in the full-day school system: a case study of junior high school students Hasnaini Hasnaini; Abdul Saman; Aswar Aswar; Maslina Maslina
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 1 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027022jpgi0005

Abstract

This study aims to explore the nature of academic stress among students in a full-day school system. The study employs a qualitative approach using a case study design focused on a middle school student selected through purposive sampling based on indications of academic stress, such as difficulty concentrating, fatigue, and decreased motivation to learn. Data collection was conducted through observation, semi-structured in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using inductive thematic analysis, while data validity was strengthened through triangulation of sources and techniques. The results indicate that academic stress is characterized by physical and mental fatigue, anxiety, decreased motivation to learn, and maladaptive behaviors during learning. The findings suggest that a packed academic schedule, high academic demands, and limited rest time are associated with the emergence of academic stress in students. This study underscores the importance of self-management-based guidance and counseling support to help students adapt more effectively.