Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Kualitas Pelayanan Adminstrasi Kependudukan di Kantor Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Nursifa; Asria
Paraduta : Jurnal Ekonomi dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3 No 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Desa Buntuna. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi, dengan delapan informan yang dipilih secara purposive, serta Kepala Desa sebagai informan kunci. Analisis kualitas pelayanan didasarkan pada lima indikator, yaitu keandalan (reliability), bukti fisik (tangible), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan belum sepenuhnya memuaskan masyarakat. Indikator keandalan belum tercapai karena standar operasional prosedur kurang jelas. Indikator bukti fisik telah terpenuhi melalui fasilitas yang memadai. Ketanggapan masih rendah akibat kurangnya kedisiplinan aparat desa. Jaminan pelayanan telah dirasakan melalui kepastian tanpa kesalahan dan biaya yang transparan. Empati juga telah terpenuhi melalui sikap sopan, ramah, dan adil dalam pelayanan. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan pada aspek keandalan dan ketanggapan guna meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan di tingkat desa
Implementasi Kebijakan Pengadaan Barang Dan Jasa Melalui Aplikasi E-Purchasing Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tolitoli Zulianto, Muhammad Singgih; Nursifa; Daniati Hi. Arsyad
Jurnal Sektor Publik Vol 1 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v1i2.832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa implementasi kebijakan pengadaan barang dan jasa melalui aplikasi e-purchasing di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan penelitian sebanyak 5 orang yang terdiri 3 orang pejabat struktural, 1 orang operator dan 1 orang pejabat pengadaan. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengadaan barang dan jasa melalui aplikasi e-purcashing telah berjalan dengan baik, namun terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki. Indikator komunikasi, implementor sudah berkomunikasi ke beberapa penyedia jasa, namun penyedia jasa yang terdaftar masih kurang. Indikator sumber daya, staf maupun peralatan yang digunakan sudah memadai. Indikator struktur birokrasi, terdapat SOP yang menyulitkan proses pengadaan, hal ini perlu dilakukan demi menjamin keamanan dan kemudahan dalam pertanggungjawaban. Indikator disposisi, terdapat penyedia yang melakukan sub-kontrak, namun hal tersebut masih dalam batas toleransi
Etika Pelayanan Publik Dalam Meningkatkan Kepuasan Masyarakat Di Kantor Desa Pulias Kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli Maissy Nabila; Muhammad Iqbal; Nursifa
Jurnal Sektor Publik Vol 2 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v2i1.1024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa etika pelayanan dalam meningkatkan kepuasan masyarakat di Kantor Desa Pulias Kecamatan Ogodeide Kabupaten Tolitoli. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, Jumlah informan sebanyak 7 orang yang dipilih secara purposive. Analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dokumentasi serta triangulasi. Hasil penelitian dianalisis dengan empat indikator etika pelayanan menunjukkan bahwa; 1) Persamaan (equality), nilai persamaan yang dijalankan sudah baik, karena  aparat desanya sudah sebisa mungkin mengusahakan untuk memberikan pelayanan yang adil kepada masyarakat dan menjalankan tugasnya dengan baik 2) Keadilan (equity) terkait transparansi dałam memberikan pelayanan belum sepenuhnya baik. 3) Kesetiaan (loyality) sudah diterapkan dengan baik demi kepuasan masyarakat, dibuktikan dari aparat desa yang telah memberikan loyalitas secara penuh di kantor desa dalam hal lebih memprioritaskan kepentingan dinas dibandingkan dengan kepentingan pribadi 4) Tanggung jawab (Responsibility) dalam menjalankan pelayanan publik sudah bertanggungjawab namun dalam segi kedisiplinan terutama disiplin waktu masih banyak pegawai yang tidak hadir tepat waktu dan membuat masyarakat yang ingin melakukan pelayanan menunggu. Dapat disimpulkan bahwa dalam empat indikator etika pelayanan, dua indikator terpenuhi yaitu indikator persamaan hak dan kesetiaan, sedangkan dua indikator lainnya belum terpenuhi adalah keadilan dan tanggungjawab.
Public Understanding, The Role of Local Actors, and Innovation in Collaboration to Alleviate Poverty in Tolitoli City Iqbal, Muhammad; Nursifa; Zaskia
Perkembangan Kajian Sosial Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Teras Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69616/perkasa.v2i2.323

Abstract

This study uses a qualitative-explanatory approach to examine the interaction between public understanding, the role of local actors, and innovation in collaborative poverty alleviation in Tolitoli City. This study collected data through observations, in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and a review of policy documents, supported by quantitative analysis to ensure triangulation. The results indicate that collaborative poverty alleviation in Tolitoli remains hampered by pragmatic public understanding. Collaboration is viewed more as a channel for receiving aid than as a space for participation. Other obstacles include data inconsistencies, weak socialization, and low transparency. The role of local organizations, NGOs, and community leaders is crucial but suboptimal due to weak coordination and capacity constraints. Administrative and community innovations have also not been integrated due to procedural constraints and minimal documentation. This study applies the frameworks of Mulgan, Rogers, and Ansell & Gash to recommend improvements in data governance and transparency that enhance public understanding of collaborative objectives and to strengthen formal collaboration mechanisms that empower local actors. Complementary measures include technical training for facilitators and community leaders, documentation of community best practices, and the establishment of a collaborative working platform to integrate administrative and community innovations into an adaptive and sustainable intervention model.
Kualitas Pelayanan Pindah Domisili Di Kantor Desa Gio Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli Inda Lestari; Nursifa; Henra Rasa Putra
Jurnal Sektor Publik Vol 2 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v2i1.1476

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa pelayanan pindah domisili yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Gio Kecamatan Tolitoli Utara Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Dalam penelitian ini terdapat 6 informan yang dipilih melalui teknik purposive dan yang menjadi informan kunci adalah Kepala Desa Gio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayana pindah domisili pada kantor Desa Gio dengan menggunakan lima indikator Keandalan, Ketanggapan, Jaminan, Empati dan Berwujud, bisa dikatakan sudah cukup berkualitas dalam berkemampuan memberikan pelayanan, akan tetapi lambat dalam pengurusan pelayanan khususnya pindah domisili, adapun juga kurang memberikan penjelasan terkait syarat-syarat pengurusan pelayanan pindah domisili, aparat Desa Gio belum cukup tanggap dalam memberikan pelayanan, hal ini kurang mendengar atas apa yang menjadi keluhan masyarakat serta lambat dalam mengatasi proses pelayanan pindah domisli, pemerintah Desa Gio juga kurang dalam memberikan respon yang baik terkait pengurusan pelayanan pindah domisli, dan peralatan yang digunakan sering mengalami kerusakan. Kemudian pegawai kurang memahami dalam penggunaan peralatan yang ada pada kantor Desa Gio.
Productivity and Quality of Facilities and Infrastructure as Support for RRI Tolitoli Broadcasting Zulfikar; Iqbal, Muhammad; Nursifa; Makmur, Syarif
Perkembangan Kajian Sosial Vol. 1 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Teras Kampus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69616/perkasa.v1i2.24

Abstract

This research aims to answer the basic problems faced by Radio Republik Indonesia (RRI) Tolitoli in increasing the productivity and quality of broadcasting facilities and infrastructure. Using a qualitative approach and descriptive research methods, this research was conducted at the Republic of Indonesia Radio Public Broadcasting Institute (LPP RRI) Tolitoli over a three-month period. Primary data was obtained through direct observation and in-depth interviews with six informants selected purposively. The research results show that RRI Tolitoli faces a number of challenges in increasing productivity and broadcast quality, especially related to poor infrastructure conditions. Through analysis of productivity and quality variables, research findings highlight the need for improvements in technical and managerial aspects. Although RRI Tolitoli has demonstrated a strong commitment to providing quality broadcasting services, there is still room for significant improvement in terms of technical infrastructure and resource management. The recommendations resulting from this research can become the basis for continuous improvement efforts in public broadcasting in Indonesia, with the main aim of meeting public demands for broadcasting that is informative, high quality and has a positive impact.