Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB MELALUI PELATIHAN PEMANFAATAN SMART CARD BAGI PENGAJAR TPQ DAN GURU PAUD Alfiatus Syarofah; Khafidz Roziki; Nuril Mufidah; Hermi Ismawati; Mu Ida Nur Fadhilah
Wisesa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): WISESA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT. PKM UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.wisesa.2025.04.1.5

Abstract

Pendidikan memegang peran penting dalam menciptakan individu yang berpengetahuan, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Namun, guru-guru di TPQ dan PAUD Desa Petungsewu, Malang, menghadapi keterbatasan dalam penggunaan media pembelajaran, khususnya untuk pengajaran Bahasa Arab berbasis Al-Qur'an. Minimnya fasilitas dan kurangnya pelatihan mengakibatkan proses pembelajaran yang monoton dan kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan media smart card untuk mengajarkan Bahasa Arab melalui pelatihan berbasis pendekatan asset-based community development. Pendekatan ini melibatkan lima tahapan: discovery, dream, design, define, dan destiny, dengan metode pelatihan berupa workshop, one-on-one coaching, dan microteaching. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri guru setelah pelatihan. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas pelatihan dan pentingnya pendidikan berbasis media pembelajaran yang relevan. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di TPQ dan PAUD Desa Petungsewu.
Political Jargon as a Form of Doublespeak in the 2024 Presidential Candidates’ Debate” Smeer, Zeid B.; Nurhadi; Abul Ma’ali; Hermi Ismawati; Fitrotulloh, Mohamad Rofik
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v11i1.5490

Abstract

This study examines the use of jargon in Indonesia’s 2024 presidential debate using William Lutz’s Doublespeak theory. It identifies the forms and functions of political jargon as rhetorical tools to frame political realities and influence public opinion. Using a qualitative descriptive approach and ethnography of communication, the study analyzes transcripts from the first official debate (December 12, 2023). Findings reveal that Anies Baswedan used the most jargon (37.37%), followed by Prabowo and Ganjar (31.31% each). Jargon serves to build credibility while obscuring policy substance through technocratic language. Thus, jargon operates as doublespeak that shapes perception and legitimizes political power.