Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Effectiveness of Concrete Crack Repair Using Bacillus subtilis and Calcium Lactate Rahmawan, Rama Zaky; Erizal, Erizal; Putra, Heriansyah; Oktafiani, Pradyta Galuh; Sutoyo, Sutoyo
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 21 No. 1 (2025): May
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v21i1.71313

Abstract

Cracks facilitate aggressive substances entering the steel easily and cause corrosion of the reinforcement. There are several innovative methods for dealing with cracks in concrete, one of which is using bacteria. The purpose of using bacteria and CaL is to find out the role and effectiveness of repairing cracks in concrete. In outline, several methods and tests are carried out, including bacterial culture, test tube, concrete sample making, concrete curing, compressive strength testing, permeability testing, absorption testing, image processing testing, and microscopic testing. The test tube results showed that the highest mass of calcite was found in a solution of 2 ml of bacteria and CaL with a concentration of 65.4 g/L. The cracks appeared closed visually at 28 days of age. Through imageJ software, the crack repair rate in concrete reaches 95.94%. The effect of adding B. subtilis and CaL was proven to be able to close concrete cracks and increase the compressive strength of cracked concrete by 13.16%, reduce permeability by 53.12%, and absorption by 22.20%. This was confirmed by SEM testing and VHX-7000 observations which showed the presence of calcite crystals in the concrete pores and filled the concrete crack areas. This study elucidated that using bacillus subtilis bacteria and calcium Lactate in self-healing concrete is an effective technique to repair the concrete crack.
Assessment Probability of Soil Liquefaction Potential Based on SPT Data with NovoLIQ Application Oktafiani, Pradyta Galuh; Sasmayaputra, Nur Alfian
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 21 No. 1 (2025): May
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v21i1.78664

Abstract

Liquefaction is a geological phenomenon that occurs when soil loses its strength due to a shock, such as an earthquake, and becomes semi-liquid. Liquefaction usually occurs in water-saturated sandy soils that are subjected to seismic stress. During an earthquake, the pore water pressure in the soil increases, causing the soil grains to lose contact with each other and resulting in the soil becoming unstable and behaving like a liquid. This process can have serious impacts on building structures and the infrastructure above them, such as foundation shifts, building tilting, and structural collapse. The Kulonprogo area is one of the areas that has a variety of soil types ranging from silt to sandy with a shallow groundwater table and is one of areas that according to BMKG, the Kulonprogo area is included in the area that has the potential to be affected by megathrust. Seeing from this, the Kulonprogo area has a high liquefaction potential. Based on this, this research will calculate the liquefaction potential in the Kulonprogo area using soil Cone Penetration Test data. Cone Penetration Test testing is carried out to a depth of 30 meters to evaluate the characteristics of soil layers and obtain N-SPT values that reflect the density and strength of the soil in each layer. The results of SPT testing at depths of up to 30 meters show a variety of soil types ranging from low plasticity silt in the upper layers to sand. The results obtained obtained the CRR value on average at each depth is 0.4 with SF between 1.04-1.68 which has a Liquefaction potential according to Youd and Nobel's theory of 80.2% and according to Centin's theory of 100%. This makes the Kulonprogo area have a high potential for Liquefaction, especially if a megathrust earthquake occurs.
Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat: Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata di Dusun Serut, Pengasih, Kulon Progo Elviana; Suwartanti; Nayono, Satoto Endar; Fajriani, Qonaah Rizqi; Oktafiani, Pradyta Galuh; Pratiwi, Anik Nurul; Andriyan, Okta Dwi; Putri, Avia Rahma
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.607

Abstract

Permasalahan sampah yang belum terkelola dengan baik di Dusun Serut, Pengasih, Kulon Progo, telah berkontribusi pada penurunan kualitas kebersihan lingkungan. Akar masalah utama adalah rendahnya kesadaran dan belum terbentuknya aksi kolektif masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran (awareness) dan mendorong terwujudnya aksi nyata (real action) dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan edukasi berbasis masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan partisipasi aktif warga. Rangkaian kegiatan meliputi tiga tahap utama: (1) Sosialisasi dan pemetaan masalah partisipatif untuk mengidentifikasi persepsi dan kebiasaan warga; (2) Edukasi dan pelatihan intensif mengenai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemilahan sampah dari sumbernya, dan teknik pengomposan sederhana; serta (3) Pendampingan dan inisiasi aksi nyata berupa pembentukan [contoh: Bank Sampah/Kelompok Swakelola Sampah] di tingkat dusun. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, serta perbandingan pre-test dan post- test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan pengetahuan peserta. Dampak utamanya adalah tumbuhnya kesadaran kolektif yang diwujudkan dalam aksi nyata, seperti dimulainya praktik pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan terbentuknya inisiatif pengelolaan sampah mandiri oleh warga. Program ini berhasil memberdayakan masyarakat Dusun Serut untuk secara proaktif dan berkelanjutan mengelola lingkungan mereka sendiri.
Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat: Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata di Dusun Serut, Pengasih, Kulon Progo Elviana; Suwartanti; Nayono, Satoto Endar; Fajriani, Qonaah Rizqi; Oktafiani, Pradyta Galuh; Pratiwi, Anik Nurul; Andriyan, Okta Dwi; Putri, Avia Rahma
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i3.607

Abstract

Permasalahan sampah yang belum terkelola dengan baik di Dusun Serut, Pengasih, Kulon Progo, telah berkontribusi pada penurunan kualitas kebersihan lingkungan. Akar masalah utama adalah rendahnya kesadaran dan belum terbentuknya aksi kolektif masyarakat dalam pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran (awareness) dan mendorong terwujudnya aksi nyata (real action) dalam pengelolaan sampah melalui pendekatan edukasi berbasis masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan partisipasi aktif warga. Rangkaian kegiatan meliputi tiga tahap utama: (1) Sosialisasi dan pemetaan masalah partisipatif untuk mengidentifikasi persepsi dan kebiasaan warga; (2) Edukasi dan pelatihan intensif mengenai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemilahan sampah dari sumbernya, dan teknik pengomposan sederhana; serta (3) Pendampingan dan inisiasi aksi nyata berupa pembentukan [contoh: Bank Sampah/Kelompok Swakelola Sampah] di tingkat dusun. Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, serta perbandingan pre-test dan post- test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dan peningkatan pengetahuan peserta. Dampak utamanya adalah tumbuhnya kesadaran kolektif yang diwujudkan dalam aksi nyata, seperti dimulainya praktik pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan terbentuknya inisiatif pengelolaan sampah mandiri oleh warga. Program ini berhasil memberdayakan masyarakat Dusun Serut untuk secara proaktif dan berkelanjutan mengelola lingkungan mereka sendiri.