Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Teori Belajar Sosial dan Siksa Kubur (Perspektif Ulama Malaysia dan Cendekiawan Barat) Halimatus Sa’diah; Laila Musrifah Sofiyanti; Sulaiman; Luqman Baehaqi; Abdul Syahid
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 23 No. 2 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2025.23.2.241-256

Abstract

The torment of the grave is a consequence that must be accepted and seems to be a punishment for a servant as a form of retribution for every behavior he has done during his life in the world. The similarity of the context related to the torment of the grave between Tuan Minal's perspective and Albert Bandura's social learning theory has a gap of difference which is the basis for this research so that the author conducted a comparative analysis from the perspective of both figures. The purpose of writing this article is to find the differences and similarities in the concept of reinforcement from a comparative analysis of Tuan Minal's thoughts on the torment of the grave with Albert Bandura's thoughts. This study uses a qualitative research method with a comparative analysis technique. The results of the study show that Ibn Qayyim al-Jauziyah's thoughts on the torment of the grave have a similar concept in Albert Bandura's social learning theory, namely the torment of the grave as a form of reinforcement so that individuals do not repeat bad behavior. The difference lies in the aspects of the form of reinforcement, the form of change, the time of administration, behavioral patterns, the function of observation in modeling, model classification, and the success of reinforcement Keywords: Torture of the Grave; Tuan Minal; Albert Bandura.
Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Religius Siswa (Sebuah Analisis Telaah Pustaka Ilmiah) Endah Sucia Dewi; yufina, Auliya; Noor Mawaddah Rahmah; Luqman Baehaqi; Abdul Syahid
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 23 No. 2 (2025): Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/qodiri.2025.23.2.307-320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Pendidikan Agama Islam (PAI) berkontribusi dalam pembentukan karakter religius siswa melalui pendekatan. Kajian ini menelusuri metode yang paling efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius dalam pendidikan serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi efektivitas PAI dalam membentuk karakter religius siswa. Berdasarkan telaah terhadap 10 jurnal nasional terpilih yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2024, ditemukan bahwa metode paling efektif meliputi pembiasaan, keteladanan, internalisasi nilai, nasihat, dan kisah teladan. Metode-metode ini terbukti berhasil ketika didukung oleh lingkungan sekolah yang religius, keterlibatan aktif guru PAI, dukungan orang tua, serta kurikulum yang relevan. Sebaliknya, tantangan seperti kurangnya keteladanan, keterbatasan fasilitas keagamaan, pengaruh negatif media sosial, dan latar belakang siswa yang beragam menjadi hambatan dalam efektivitas PAI. Oleh karena itu, pendekatan yang kolaboratif dan terintegrasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat diperlukan untuk membentuk karakter religius siswa yang kuat dan berkelanjutan.
Menggali Potensi dan Hak Asasi dalam Kehidupan Hakikat Manusia dan Hubungannya dengan Pendidikan Mahmudah; Luqman Baehaqi; Jumrodah
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia adalah makhluk unik dengan kemampuan berpikir, merasakan, dan berinteraksi secara sosial yang membedakannya dari makhluk lain. Pendidikan merupakan sarana utama untuk mengembangkan potensi intelektual, emosional, dan sosial manusia, yang memungkinkan individu mencapai aktualisasi diri. Pendidikan diakui sebagai hak fundamental yang harus diakses oleh semua orang tanpa diskriminasi, seperti yang tercantum dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. pendidikan dalam membentuk karakter dan moral manusia, serta mendukung terciptanya masyarakat yang adil dan inklusif. Pendidikan yang dinamis harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman untuk memenuhi kebutuhan manusia modern. Implikasi dari hubungan ini termasuk penguatan hak asasi manusia, pengurangan ketimpangan sosial, pembentukan karakter bangsa, dan kontribusi pada kemajuan teknologi dan inovasi. Kesimpulannya, pendidikan yang berkualitas bukan hanya mencerdaskan individu, tetapi juga memperkuat tatanan sosial dan kemanusiaan, menjadikannya elemen penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik.