Ropitasari
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Buku saku “kader hebat, ibu nifas sehat”: Media pemberdayaan kader posyandu untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan ibu nifas Puriastuti, Emma Anastya; Hardiningsih; Ropitasari; Parwatiningsih, Sri Anggarini; Kartikasari, M. Nur Dewi; Hutomo, Cahyaning Setyo; Fatsena, Rizka Adela; Pratiwi, Dyah Krisnawati Satia; Karimah, Nahdiyah
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i2.22703

Abstract

Angka kematian ibu pada masa nifas masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di wilayah Kelurahan Semanggi, Kota Surakarta. Rendahnya tingkat kunjungan ibu nifas ke fasilitas kesehatan serta minimnya media edukasi yang digunakan kader posyandu menjadi salah satu penyebab terjadinya komplikasi nifas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu melalui sosialisasi dan penggunaan media edukasi berupa buku saku “Kader Hebat, Ibu Nifas Sehat”. Kegiatan dilakukan dengan metode Participatory Action Research (PAR), melibatkan 30 kader kesehatan, dosen, mahasiswa, serta bidan wilayah. Sosialisasi dan refreshing materi disampaikan melalui ceramah interaktif dan demonstrasi teknik menyusui. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan kader dari 53,33% menjadi 90% setelah intervensi, dengan p-value 0,000. Mayoritas kader menyatakan buku saku mudah digunakan (97%) dan mudah dibawa (100%). Peningkatan pengetahuan ini berkontribusi langsung terhadap kualitas edukasi yang diberikan kepada ibu nifas, khususnya dalam deteksi dini dan pencegahan komplikasi pasca persalinan. Dengan informasi yang lebih sistematis dan berbasis bukti, kader dapat menyampaikan edukasi secara efektif, baik di posyandu maupun dalam kunjungan rumah. Program ini berpotensi meningkatkan derajat kesehatan ibu nifas dan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Untuk keberlanjutan, diperlukan perluasan jangkauan media serta pelibatan kader secara lebih luas agar manfaat program dapat dirasakan secara menyeluruh di tingkat komunitas.
Effect of Parenting Style on the Incidence of Sibling Rivalry in Children in Surakarta, Central Java Ropitasari; Widiastuti, Nindy; Fajriyani, Fanny Kartika; Karimah, Nahdiyah
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2025.10.02.09

Abstract

Background: Proper parenting can reduce incidents of jealousy, competition, or arguments. (siblings' rivalry) a child towards the presence of a new sibling. One solution to the sibling effect rivalry through parents who encourage children to change their behavior, knowledge, and values that are considered appropriate so that children can be independent, grow and develop healthily and optimally, and have a sense of believe self, characteristic flavor want to know, friendly, and oriented towards progress without drop the one others. This study aimed to analyze the influence of parenting patterns on sibling rivalry in children in Surakarta.Subjects and Method: This study employed a cross-sectional design and was conducted in the Sangkrah area, Surakarta, Indonesia. The study population consisted of parents who had more than one child under the age of five. A total of 120 respondents were selected using systematic random sampling. The independent variable in this study was parenting patterns, while the dependent variable was sibling rivalry, which was measured using a nominal scale. Data were collected directly through a structured questionnaire. The data were then analyzed using bivariate analysis with the Chi-Square test.Results: The study showed that 77.5% (93 children) experienced sibling abuse. rivalry among them, 7 people have an authoritarian parenting style (5.8%), 101 people have a democratic (84.2%), 78 people have a permissive (65%), and 11 parents have a passive (9.2%). Permissive (OR= 1.65; 95% CI= 0.68 to 3.98) and passive parenting style (OR = 2.29; 95% CI = 0.54 to 9.66) increased the likelihood of sibling rivalry, by the associations were statistically non-significant.Conclusion: There is no significant influence of the four parenting patterns on sibling incidents. rivalry is insignificant.
Effect of Parenting Style on the Incidence of Sibling Rivalry in Children in Surakarta, Central Java Ropitasari; Widiastuti, Nindy; Fajriyani, Fanny Kartika; Karimah, Nahdiyah
Journal of Epidemiology and Public Health Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/jepublichealth.2025.10.02.09

Abstract

Background: Proper parenting can reduce incidents of jealousy, competition, or arguments. (siblings' rivalry) a child towards the presence of a new sibling. One solution to the sibling effect rivalry through parents who encourage children to change their behavior, knowledge, and values that are considered appropriate so that children can be independent, grow and develop healthily and optimally, and have a sense of believe self, characteristic flavor want to know, friendly, and oriented towards progress without drop the one others. This study aimed to analyze the influence of parenting patterns on sibling rivalry in children in Surakarta.Subjects and Method: This study employed a cross-sectional design and was conducted in the Sangkrah area, Surakarta, Indonesia. The study population consisted of parents who had more than one child under the age of five. A total of 120 respondents were selected using systematic random sampling. The independent variable in this study was parenting patterns, while the dependent variable was sibling rivalry, which was measured using a nominal scale. Data were collected directly through a structured questionnaire. The data were then analyzed using bivariate analysis with the Chi-Square test.Results: The study showed that 77.5% (93 children) experienced sibling abuse. rivalry among them, 7 people have an authoritarian parenting style (5.8%), 101 people have a democratic (84.2%), 78 people have a permissive (65%), and 11 parents have a passive (9.2%). Permissive (OR= 1.65; 95% CI= 0.68 to 3.98) and passive parenting style (OR = 2.29; 95% CI = 0.54 to 9.66) increased the likelihood of sibling rivalry, by the associations were statistically non-significant.Conclusion: There is no significant influence of the four parenting patterns on sibling incidents. rivalry is insignificant.
Pengaruh Faktor Individu, Sosial, Ekonomi dan Lingkungan terhadap Pemilihan Makanan Sehat pada Siswa SMA N 1 Polokarto, Sukoharjo Palupi, Fitria Hayu; Sulistyorini , Etik; Handayani , Sri; Ropitasari
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v5i2.23234

Abstract

Latar Belakang: Pemilihan makanan sehat pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi, seperti faktor individu, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Remaja cenderung mengikuti tren dan pengaruh teman sebaya dalam menentukan pola makan, sehingga pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan makanan sehat sangat penting, khususnya pada masa transisi menuju kedewasaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor individu, sosial, ekonomi, dan lingkungan terhadap pemilihan makanan sehat di kalangan siswa SMA N 1 Polokarto. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional, populasi seluruh siswa di SMA N 1 Polokarto sejumlah 500 siswa, sampel dengan aksidental sampling 78 siswa dengan kriteria inklusi siswa aktif kelas X,XI,XII dan bersedia mengisi kuesioner, berusia 14-19 tahun, sedangkan kriteria eksklusi adalah tidak bersedia menjadi responden, mengisi kuesioner secara tidak lengkap dengan uji statistik regresi linear ganda. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner terstruktur berdasarkan variabel independen faktor individu, faktor sosial, faktor ekonomi, faktor lingkungan dan variabel dependen pemilihan makanan sehat yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil: Mayoritas responden berada pada kelompok usia 16–17 tahun (59 siswa), disusul usia 14–15 tahun (18 siswa), dan hanya satu siswa berusia 18–19 tahun. Hasil analisis regresi menunjukkan nilai R sebesar 0,814 dan R square sebesar 0,663, artinya 66,3% variasi pemilihan makanan sehat dijelaskan oleh keempat faktor tersebut. Nilai F sebesar 35,924 dengan signifikansi 0,000 menunjukkan bahwa model regresi sangat signifikan. Estimasi standard error sebesar 4,448 menunjukkan tingkat kesalahan prediksi model yang relatif rendah. Secara spesifik, faktor individu memiliki pengaruh positif yang signifikan (p = 0,023), faktor sosial memiliki pengaruh negatif yang signifikan (p = 0,017), faktor ekonomi memiliki pengaruh positif yang sangat signifikan (p = 0,001), dan faktor lingkungan juga memiliki pengaruh positif yang signifikan (p = 0,027). Analisis juga menunjukkan bahwa siswa perempuan, sebagai mayoritas responden, cenderung memiliki kesadaran gizi lebih tinggi dan lebih selektif dalam memilih makanan sehat dibandingkan siswa laki-laki. Kesimpulan: Faktor individu, sosial, ekonomi, dan lingkungan memiliki pengaruh signifikan terhadap pemilihan makanan sehat di kalangan siswa SMA N 1 Polokarto. Faktor individu dan ekonomi berperan positif dalam mendorong pola makan sehat, sementara faktor sosial justru menjadi hambatan. Faktor lingkungan, seperti kebijakan sekolah dan akses terhadap makanan sehat, turut berkontribusi terhadap pembentukan kebiasaan makan sehat. Hasil ini memberikan dasar penting bagi pengembangan strategi intervensi gizi berbasis sekolah dan komunitas yang mempertimbangkan keberagaman faktor yang memengaruhi perilaku makan remaja.