Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

STRATEGI FILANTROPI ISLAM BERBASIS MEDIA DIGITAL Kharima, Nadya; Muslimah, Fauziah; Anjani, Aninda Dwi
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 10 No. 1 (2021): Empati Edisi Juni 2021
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v10i1.20574

Abstract

Abstract. The phenomenon of digital media utilisation is currently in turmoil, in addition to the increasing need due to the coronavirus outbreak (COVID-19) which forces us to always be connected. The use of digital media is a form of adaptation in terms of communication during a pandemic. One of the Islamic philanthropies that uses digital media is the Wisata Panti (Orphanage Tourism) Community. Founded in 2015, this community maximizing the use of various media platforms, starting from the website, Instagram, YouTube and Facebook. With the presence of this orphanage tourism community, it can refer for researchers to see how Islamic philanthropic strategies based on digital media. This research uses a qualitative approach, with a descriptive case study strategy. This study aims at understanding comprehensively and deeply how the digital media-based Islamic philanthropic strategy is carried out by the Wisata Panti community. This research draws several conclusions including; Firstly, in the digital era, social media has become a new platform for promotion in the form of community branding. Secondly, social media can be a new platform for raising funds or online donations that finance social activities in WP. Thirdly, being active on social media is done with a special strategy of good content management. Fourthly, the success of community branding on social media has allowed the WP Community to legally turn into a Foundation. Fifthly, some shortcomings are not so significant in terms of the number of followers, likes, and comments. However, from the start, it was not the focus of WP's social media goals, which only wanted to share promotional content for social activities and fundraising. Abstrak. Fenomena penggunaan media digital saat ini tengah bergejolak. Di samping karena kebutuhan yang makin tinggi akibat wabah virus corona (COVID-19) yang memaksa kita untuk selalu terhubung, penggunaan media digital sebagai salah satu bentuk adaptasi dalam hal komunikasi di masa pandemi. Salah satu filantropi Islam yang menggunakan media digital adalah Komunitas Wisata Panti (WP). Sebuah komunitas yang berdiri pada tahun 2015 dengan berbagai platform media yang digunakan, mulai dari website, Instagram, YouTube dan Facebook. Dengan kehadiran komunitas wisata panti ini dapat membuat referensi bagi peneliti untuk melihat bagaimana strategi filantropi islam berbasis media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan strategi studi kasus secara deskriptif. Hal tersebut dikarenakan penelitian ini memiliki tujuan untuk menjawab pertanyaan rumusan masalah secara komprehensif dan mendalam mengenai bagaimana strategi filantropi Islam berbasis media digital yang dilakukan komunitas Wisata Panti. Selanjutnya, berdasarkan latar belakang dan metode tersebut, hasil penelitian ini adalah; pertama, di era digital media sosial menjadi sebuah wadah baru untuk melakukan promosi berupa community branding. Kedua, media sosial bisa menjadi wadah baru untuk galang dana atau donasi online yang membiayai kegiatan sosial di WP. Ketiga, aktif di media sosial tersebut dilakukan dengan strategi khusus manajemen konten yang baik. Keempat, kesuksesan community branding di media sosial membuat komunitas WP bisa beralih menjadi Yayasan secara legal. Kelima, ada kekurangan yang memang dari segi jumlah followers, like, dan komen tidak begitu signifikan pertambahannya. Berdasarkan hasil wawancara, fokus tujuan media sosial WP adalah untuk membagikan konten promosi kegiatan sosial dan galang dana.
PENCEGAHAN KEKERASAN BERBASIS GENDER OLEH KONSELOR SPIRITUAL DI LK3 UIN JAKARTA Kharima, Nadya; Zaky, Ahmad
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): Empati Edisi Desember 2023
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v12i2.35532

Abstract

Abstract. This study investigates gender-based violence prevention by spiritual counselors at LK3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, a state Islamic university. In response to the alarming rates of gender-based violence in universities, the study delves into LK3's efforts to address this issue. Utilizing qualitative methods, including interviews, observations, and literature analysis, the research sheds light on the spiritual counselors' role. Findings highlight a lack of student awareness regarding gender-based violence, including prevalent instances of bullying and derogatory remarks. Spiritual counselors bridge this gap by imparting religious knowledge and supporting vulnerable students. Their proactive strategies involve religious education and emotional assistance, fostering a safer and more respectful university environment. Keywords: Gender-Based Violence, Spiritual Counselors, Prevention Strategies, Higher Education Institutions, Religious Education. Abstrak. Penelitian ini menggali upaya pencegahan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) oleh konselor spiritual di Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menghadapi angka KBG yang tinggi di perguruan tinggi. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan wawancara, observasi, dan literatur, penelitian ini memberikan gambaran pencegahan KBG dari perspektif spiritual konselor LK3. Temuan menyoroti minimnya pemahaman mahasiswa mengenai KBG, termasuk kasus perundungan dan penghinaan seksis. Konselor spiritual memainkan peran kunci dalam mengisi kesenjangan ini melalui pengetahuan agama dan dukungan emosional. Strategi pencegahan melibatkan edukasi agama dan pendampingan mahasiswa yang rentan terhadap KBG. Penelitian ini menekankan pentingnya bimbingan spiritual dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman dan hormat bagi semua mahasiswa. Kata Kunci: Kekerasan, Gender, Spiritual.
Kohesi Sosial Antar Jamaah Masjid Hidayatul Islam di Desa Margamukti Salsabila, Malika; Ardiyani, Dita; Mahendra, Irvan Wahyu; Normalia, Risma Putri; Nugraha, Muhammad Elfan; Kharima, Nadya
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.789

Abstract

Di era modern seperti saat ini, meningkatnya individualisme dan berkurangnya interaksi sosial antar individu menjadi salah satu dampak negatif yang perlu diperhatikan. Kebutuhan ruang untuk mendukung kebersamaan dan interaksi menjadi semakin penting. Masjid menjadi salah satu tempat yang tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk solidaritas dan kebersamaan melalui program keagamaan dan sosial dengan jamaah dan masyarakat setempat sebagai sasaran utama. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kohesi sosial dapat terbentuk di masjid sehingga dapat berperan aktif dalam memperkuat ikatan sosial di tengah jamaah Desa Margamukti. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Hidayatul Islam memiliki peran penting dalam memperkuat kohesi sosial di Desa Margamukti melalui berbagai program yang dijalankan. Partisipasi jamaah dalam kegiatan di masjid seperti santunan anak yatim, gotong royong, pengaosan (pengajian), dan kuliah subuh dapat memperkuat rasa kebersamaan, kepercayaan, dan rasa memiliki. Hubungan timbal bali antar DKM dan jamaah juga membantu terciptanya solidaritas dan stabilitas sosial di Desa Margamukti.
Analisis Arah Kebijakan Pemenuhan Hak Politik Pemilih Disabilitas Mental pada Pemilu Tahun 2024 Ihsan, Mohamad; Kharima, Nadya
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 3, No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v3i1.26193

Abstract

Abstract. The issue of fulfilling political rights for voters with mental disabilities in the 2019 general election still left many problems, ranging from the presence of the Constitutional Court's decision to the stigma of society towards voters with mental disabilities. With the decision from the Constitutional Court that allows people with mental disabilities to become voters, it actually causes a lot of disturbance to people with mental disabilities. Therefore, the authors are interested in seeing how the policy direction for fulfilling the political rights of voters with mental disabilities will be in the 2024 election. With a qualitative methodology that aims to reveal facts and provide an overview and phenomena that occur with literature study and interview techniques, it is expected to be able to provide an overview of the policy on fulfillment of the political rights of voters with mental disabilities as expected in the 2024 elections. Based on the findings that existing policies still need to be addressed in order to provide clearer definitions, mechanisms, and requirements for voters with mental disabilities. Access to information on the policy is also felt to be important for both mentally disabled voters and lower-level implementers in order to implement it properly.Keywords: Policy, Voters with Mental Disabilities, 2024 General Election.  Abstrak. Persoalan pemenuhan hak politik bagi pemilih disabilitas mental pada pemilu tahun 2019 yang lalu masih menyisakan banyak persoalan, mulai dari hadirnya keputusan MK hingga stigma masyarakat terhadap pemilih disabilitas mental. Dengan keputusan MK yang memperbolehkan penyandang disabilitas mental menjadi pemilih justru banyak menimbulkan pengusikan terhadap penyandang disabilitas mental. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melihat bagaimana arah kebijakan pemenuhan hak politik pemilih disabilitas mental pada pemilu tahun 2024. Dengan metodologi kualitatif yang memiliki tujuan guna mengungkapkan fakta serta memberikan gambaran dan fenomena yang terjadi dengan teknik studi pustaka dan wawancara diharapkan mampu memberikan gambaran terhadap kebijakan pemenuhan hak politik pemilih disabilitas mental sesuai dengan yang diharapkan di pemilu tahun 2024. Berdasarkan temuan bahwa kebijakan yang sudah ada masih harus dibenahi agar dapat memberikan definisi, mekanisme serta syarat-syarat bagi pemilih disabilitas mental yang lebih jelas. Akses informasi terhadap kebijakan tersebut juga dirasakan penting baik bagi pemilih disabilitas mental maupun pelaksana tingkat bawah agar dapat mengimplementasikan secara baik.Kata Kunci: Kebijakan, Pemilih Disabilitas Mental, Pemilu 2024.
A SPIRITUAL APPROACH TO HANDLING COLLEGE STUDENT MENTAL HEALT PROBLEMS AFTER THE PANDEMIC AT LK3 UIN JAKARTA Kharima, Nadya
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 1, No 1 (2023): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  College Students always experience ups and downs in managing their lives, both as College students and as children in their families and social environment. Not to mention the adaptation of the learning process which is quite fast, from the pandemic to the changes after the pandemic. So it becomes a natural thing that during their study period, it is not uncommon for College students to experience mental health problems. The UIN Jakarta Family Resilience Consultation Institute (LK3) tries to present a spiritual approach to addressing mental health problems faced by College students. So that there is a research formulation in the form of a spiritual approach like what is used by LK3 UIN Jakarta in overcoming mental health problems for College students.  This research will use qualitative research techniques with descriptive research types to provide an overview of the spiritual approach to handling College student mental health problems after the pandemic at UIN Jakarta LK3. This study also uses bibliography studies, observations, and interviews to dig deeper into the spiritual approach provided by LK3 in dealing with mental health problems in College students. The research results obtained were that during the pandemic there was a spike in mental health cases experienced by College students, especially on the problem of adaptation to the learning process. Similar to the post-pandemic period, mental health problems were experienced by College students in terms of learning adaptation issues. LK3 UIN Jakarta tries to use a spiritual approach to overcoming mental health problems in College students. This spiritual approach is carried out in several ways, namely aspects of worship practice (Prayer Fulfillment), Belief in life (Universality), and responsibility for one's life (Relationship).
CONTRIBUTION OF SOCIAL INSTITUTIONS TO WOMEN'S EMPOWERMENT PROGRAMS THROUGH EDUCATION (CASE STUDY OF INDONESIAN TEACHERS' COLLEGES AND INDONESIAN LITERACY SCHOOLS) Napsiyah, Siti; Yulianti, Yulianti; Kharima, Nadya
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 3, No 1 (2025): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

For everyone, education is the most important prerequisite and constitutional right. It assists individuals in reducing inequality and plays an important role in human development, which impacts overall socio-economic growth. Improved health, nutritional status, economic growth, population reduction, weaker empowerment and society as a whole are all benefits of increased literacy and education. Women's empowerment is the foundation for achieving gender equality, which is characterized by individual responsibilities, rights, and opportunities that do not depend on their gender. Thus, it is very important for Social Institutions to contribute to providing empowerment activities through education for women. The purpose of this study is to see how the contribution made by social institutions, especially the Indonesian Teacher School and the Indonesian Literacy School program in implementing empowerment programs through educators for women. This research method uses a qualitative research method that is descriptive, a process in which the researcher describes this conceptual framework as resembling a repetitive process.  Then the researcher conducted interviews with beneficiaries and program managers. In addition, the researcher also reviewed published literature that focused on the relationship between education and women's empowerment.  The results of this study show that the Indonesian Teacher School and the Indonesian Literacy School program are empowerment programs that focus on education for teachers and public awareness of the importance of literacy which is dominated by women. The contributions made by the two programs are focused on the formation  of critical thinking, personal competence, social competence, and productive competence.  The competencies formed are very beneficial for beneficiaries to continue to be empowered.
Mekanisme Survival dan Kesejahteraan Guru Sekolah Dasar: Studi Kualitatif di SDN Campaka Safira, Nadiyah Aulia; Labah, Rahma Nur; Asri, Razi Fauziah; Ersakta, Arkan Abhirama; Salsabila, Aprilia; Kharima, Nadya
Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Sosial Rumah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62491/njpi.2025.v5i1-11

Abstract

Purpose – This study explores the survival mechanisms employed by teachers at SDN Campaka, Margamukti Village, in overcoming challenges and utilizing social support to sustain their professional roles.Method – A qualitative research approach was used, incorporating one-session interviews, two-day observations, and document analysis. Data were analyzed using Creswell’s method, including data preparation, coding, narrative presentation, interpretation, and verification. Participants were selected through purposive sampling, consisting of two civil servant teachers (PNS), one government contract teacher (PPPK), and one honorary teacher. Findings – The findings reveal that teachers at SDN Campaka adopt multiple survival strategies to navigate professional challenges. They assume generalist roles beyond teaching, including administrative duties and extracurricular management. Social support, particularly from colleagues and the school community, plays a crucial role in strengthening their coping mechanisms, fostering resilience, and sustaining motivation. Research Implications – This study underscores the importance of psychological well-being and workplace recognition in enhancing teacher motivation and instructional quality. It highlights key strategies such as discipline, adaptability, and engagement in positive activities to maintain a healthy work-life balance. Addressing the unique needs of non-permanent teachers is essential to improving their professional satisfaction and overall effectiveness in the classroom. However, the study is limited to a small sample in one school, requiring further research for broader generalization.
KONSTRUKSI GERAKAN FEMINIS MUSLIM MELALUI KONSEP PEMBERDAYAAN PEREMPUAN (STUDI KASUS KOMUNITAS PEREMPUAN NELAYAN SIPITANGARI) Kharima, Nadya; Nurhajar, Lugita; Yulianti, Yulianti
Jurnal Kommunity Online Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Kommunity Online
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) FDIKOM, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jko.v5i1.39048

Abstract

Sejak diterbitkan Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender (PuG/Gender Meinstreaming) hal itu menjadi awal masuknya kesetaraan dan keadilan gender dalam tiap kebijakan dan program pembangunan nasional yang ada di Indonesia. Hal ini tidak hanya mendorong kesadaran pemerintah dalam membuat kebijakan yang adil gender tetapi berdampak mendorong kesadaran masyarakat salah satunya yaitu kaum perempuan yang sering menjadi korban budaya patriarki untuk keluar dari konstruksi sosial tersebut. Kemudian, perhatian masyarakat tentang gerakan yang memperjuangkan hak-hak perempuan atau feminis juga menjadi perhatian agama khususnya agama Islam sejak Era Kolonialisme Belanda sampai sekarang. Hal ini disebabkan oleh adanya sistem yang semakin meminggirkan perempuan dalam pembangunan. Akhirnya tokoh-tokoh Islam melakukan banyak hal pengkajian ulang terhadap tatanan hukum Islam seperti kajian Al-Qur’an dan hadits yang terkesan menyudutkan perempuan. Dewasanya konsep Islam banyak mendorong konsep kesetaraan dan keadilan gender dan mendorong perempuan muslim melakukan gerakan di bidang pemberdayaan perempuan.Selain konsep dalam Islam, dalam reformasi hukum atau kebijakan juga mendorong konsep kesetraan gender di bidang pemberdayaan perempuan  Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini, peneliti ingin melihat bagaimana gerakan feminis muslim yang dilakukan melalui konsep pemberdayaan perempuan di Komunitas Perempuan Nelayan Sipitangari sebagai organisasi akar rumput yang dipimpin oleh perempuan muslim dan mayoritas anggotanya muslim. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah metode kualitatif deskriptif untuk membahas hasil penelitian secara komprehensif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi kepada anggota Komunitas Nelayan Perempuan Sipitangari. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kelompok Perempuan Nelayan Sipitangari (KPNS) adalah salah satu kelompok yang lahir tahun 2017 berfokus pada tiga (3) isu pemberdayaan perempuan yang dihadapi oleh perempuan nelayan di Kec. Arungkeke, Jeneponto yaitu 1) pengembangan ekonomi kolektif 2) kesetaraan gender 3) pertanian alami. Harapannya, dengan adanya KPNS ini di Kecamatan Arungkeke para perempuan nelayan bisa berdaya secara ekonomi yang mana didorong dengan adanya pengembangan kapasitas perempuan nelayan terkait usaha kolektif olah pangan hasil laut dan berdaya secara politik, perempuan nelayan bisa mendapatkan hak-haknya sebagai nelayan.