Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perubahan Makna Kata dalam Bahasa Remaja: Tinjauan Semantik Terhadap Bahasa Slang di Media Digital Nopita Silaban; Pintauli Silaban; Febri Simamora; Osmer Nadeak; Yuliana Sari
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2025): JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0je4zq38

Abstract

Fenomena penggunaan bahasa slang di kalangan remaja menunjukkan perkembangan yang sangat pesat, seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta meningkatnya intensitas penggunaan media digital dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa slang tidak hanya menjadi cerminan identitas kelompok sosial tertentu, tetapi juga menggambarkan dinamika perubahan makna kata yang signifikan dibandingkan dengan makna leksikal aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan makna kata dalam bahasa slang remaja melalui pendekatan semantik dengan metode studi literatur. Data dikumpulkan melalui telaah terhadap jurnal ilmiah, artikel berita, dan pengamatan terhadap penggunaan slang di berbagai platform digital seperti media sosial dan aplikasi pesan singkat. Analisis difokuskan pada perbandingan makna slang yang digunakan remaja dengan makna baku dalam bahasa Indonesia, dengan mengidentifikasi bentuk-bentuk perubahan makna seperti penyempitan, perluasan, ameliorasi, dan peyorasi. Penelitian ini menggunakan teori semantik sebagai dasar interpretasi dan mempertimbangkan konteks sosial serta budaya digital yang memengaruhi pembentukan makna. Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan kajian semantik kontemporer serta memperkaya pemahaman mengenai dinamika bahasa dalam ruang komunikasi digital.
Potret Kritik Sosial dalam Antologi Puisi Doa untuk Anak Cucu Karya W. S. Rendra Pintauli Silaban; Rosmawaty Harahap
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): JUNI: Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m2h4az78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potret kritik sosial dalam kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu karya W. S. Rendra. Fokus penelitian meliputi: (1) mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial yang mencerminkan berbagai permasalahan sosial, seperti kemiskinan, kriminalitas, disintegrasi keluarga, konflik pemuda, perang, pelanggaran norma, kerusakan lingkungan, dan birokrasi; dan (2) mengkaji kritik sosial melalui literatur sosiologi dan metode hermeneutika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Sumber data utama berupa 22 puisi dalam buku Doa untuk Anak dan Cucu Kita (2013) karya W. S. Rendra. Peneliti bertindak sebagai subjek interpretatif, memahami makna sosial dan keagamaan dalam teks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa puisi Rendra mencerminkan realitas sosial dalam hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan. Kritik sosial yang ditemukan meliputi dua belas isu utama, yang utama adalah isu keadilan (12 puisi), kejahatan (10), ekonomi (10), birokrasi (9), dan pelanggaran norma (6). Penelitian ini menunjukkan bahwa karya Rendra merupakan media ekspresif untuk menyampaikan kritik terhadap ketimpangan sosial.
Analisis Perbandingan Tindak Tutur Lokusi dan Perlokusi Antara Dokter Spesialis dan Dokter Umum dalam Interaksi dengan Pasien Febri Simamora; Grace Tampubolon; Hanna Sianturi; Hikmah Sidabutar; Nopita Silaban; Osmer Nadeak; Pintauli Silaban
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): MARET
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/

Abstract

Communication between healthcare providers and patients plays a crucial role in ensuring the quality of healthcare services. This article explores the importance of effective communication in medical interactions and highlights how communication failures can negatively impact diagnosis, treatment, and patient satisfaction. Using a pragmatic approach—specifically speech act theory as introduced by John L. Austin and further developed by John R. Searle—the article analyzes medical utterances as communicative acts with specific intentions and effects. The discussion includes classifications of locutionary, illocutionary, and perlocutionary acts, as well as types of speech acts such as representative, directive, commissive, expressive, and declarative. The study emphasizes that a deep understanding of speech acts can enhance the effectiveness of medical communication, especially in the context of cultural and social dynamics, and contribute to a more holistic approach to healthcare delivery.
PEMBENTUKAN KATA BARU DARI KOSAKATA VIRAL DI MEDIA SOSIAL: KAJIAN LEKSIKOGRAFI Eny Sihite; Nazwa Pasaribu; Hikmah Sidabutar; Pintauli Silaban; Anggia Puteri; Nadra Amalia
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2603

Abstract

Perkembangan media sosial telah memunculkan berbagai kosakata baru yang digunakan secara luas oleh masyarakat dalam komunikasi digital. Fenomena ini menunjukkan adanya dinamika dalam perkembangan bahasa Indonesia, khususnya dalam pembentukan kata yang bersifat kreatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembentukan kata baru dari kosakata viral di media sosial melalui kajian leksikografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa kosakata viral yang ditemukan pada berbagai platform media sosial, seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dengan cara mengamati serta mencatat kosakata yang sering muncul dan digunakan secara luas oleh pengguna media sosial. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk kosakata serta proses pembentukannya, kemudian menafsirkan maknanya berdasarkan konteks penggunaan dalam komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kosakata baru terjadi melalui berbagai proses, seperti pemendekan kata, penyerapan dari bahasa asing, dan perubahan makna kata yang sudah ada. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa bahasa Indonesia terus berkembang secara dinamis mengikuti perkembangan teknologi dan budaya komunikasi digital.