Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Fenomena Bullying di Sekolah: Studi Kasus di UPT SMP Negeri 4 Masamba, Luwu Utara Risfaisal; Maemunah; Inayati Saiful, Nur
Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial Vol. 12 No. 1 (2025): Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/sosial.v12i1.8844

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus. Tempan penelitian adalah salah satu sekolah Menengah Pertama Negeri Kota Masamba yaitu UPT SMP Negerti 4 Masamba. Sumber penelitian ini adalah siswa yang pernah mengalami kasus bullying di sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam peneltian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan conclusion atau penyimpulan. Hasil penelitian ini adalah bahwa terjadi kasus bullying di kelas VIII.5. Kasus bullying yang terjadi yaitu bullying verbal, seperti terjadi kasus di mana pelaku dengan secara langsung mengejek dan merendahkan korban (inisial MD) dengan panggilan yang tidak menyenangkan seperti "Si Bodoh" atau "Si Lalot", merujuk pada sifat korban yang dianggap selalu menyendiri dan lemah juga postur tubuh yang lebih kecil. Tindakan ini menciptakan suasana yang tidak nyaman dan merugikan bagi korban, MD, yang mungkin mengalami penurunan harga diri dan stres akibat perlakuan tersebut. Dari hasil penelitian, peneliti menyarankan kepada guru dan khususnya guru BK untuk lebih perhatian terhadap perilaku perilaku yang terjadi disekolah terkhususnya terhadap kasus bullying dan memberikan tindakan yang sesuai baik kepada korban maupun kepada pelaku bullying serta saran kepada korban yaitu diharapkan mereka berani terbuka menceritakan mengenai perilaku bullying yang telah mereka alami disekolah sehingga hal tersebut dapat ditindak lanjuti oleh pihak sekolah secara tepat untuk menciptakan lingkungan yang positif dan kondusif bebas dari perundungan.
Analisis Pendidikan Karakter dalam Mengatasi Krisis Literasi Awal Kelas III Laboratorium School ⁠ SD UNISMUH Makassar Rinaldi; Muhammad Akhir; Muhammad Afdal; Maemunah; Nur Inayati Saiful; Risfaisal; Inal, Rinaldi
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): EQUILIBRIUM: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/v5cwyq26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan karakter dalam mengatasi krisis literasi dini pada siswa kelas 3 SD UNISMUH Makassar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter ke dalam pembelajaran literasi memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan membaca dan menulis siswa. Siswa yang terlibat dalam program pendidikan karakter menunjukkan peningkatan motivasi belajar, keterampilan sosial, dan prestasi akademik yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak terlibat. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam program "Literasi Keluarga" terbukti efektif dalam mendukung kegiatan literasi anak di rumah. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya, penelitian ini merekomendasikan pengembangan program pendidikan karakter yang terintegrasi ke dalam kurikulum literasi untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan literasi siswa
Multifungsi Masjid Islamic Center Dato Tiro sebagai Atraksi Wisata Religi di Kabupaten Bulukumba Wandi Chandra; Risfaisal; Kaharuddin
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 1, No 2 August (2019)
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v1i2.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Multifungsi Masjid Islamic Center Dato Tiro yaitu dari fungsi ritual ke fungsi wisata di Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Islamic Center Dato Tiro Bulukumba mengalami multi fungsi yaitu fungsi destinasi wisata dan fungsi ritual. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan fungsi Masjid Islamic Center Dato Tiro sebagai destinasi wisata adalah keindahan bentuk dan arsitektur serta akeunikan Masjid menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan pengunjung yang dating, walaupun kehadiran pengunjung selain beribadha juga untuk mengambil gambar. Melalui Masjid Islamic Center Dato Tiro tersebut Kab. Bulukumba semakin terkenal pada ruang publik dan media sosial. Distinasi wisata Kab. Bulukumba yang terkenal selain kapal pinis juga dikenal Masjid Islamic Center Dato Tiro sebagai tempat ritual keagamaan sekaligus tempat wisata bagi masyarat diberbagai daerah yang lewat jalur Kab. Bulukumba.
Electoral compliance and cultural hegemony: The political economy of elite power in Indonesia’s village governance M Ridwan Said Ahmad; Jamaluddin Arifin; St. Haniah; Ibrahim Arifin; Risfaisal
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol. 13 No. 1 (2026): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v13i1.94660

Abstract

Decentralization policies in Indonesia, particularly in Bone Regency, South Sulawesi Province, are often based on the assumption that decentralizing power will destroy traditional hierarchies and promote inclusive governance. However, this study challenges this optimistic view, arguing that without adequate social mechanisms, electoral mechanisms can paradoxically reinforce existing power structures rather than disrupt them. Using political contestation in the Pude Village Head Election as a critical case study, this study analyzes the resilience of feudalism within the framework of modern procedural democracy. Relying on extensive qualitative research, including in-depth interviews and observations of electoral maneuvers, the study explains how “elite fusion” distorts the democratic process. In Pude, local elites represent a powerful intersection of aristocrats, businesspeople, and religious leaders who collaborate to monopolize influence. Analysis shows that these actors exploit deep-rooted cultural doctrines not merely as tradition, but as a hegemonic tool to ensure political compliance. Consequently, patron-client relationships are manipulated to transform voting into an act of cultural obedience rather than rational political choice. Findings reveal that feudal power creates a severe democratic deficit, marked by low transparency, marginalization of non-elite voices, and suppression of genuine contestation. Theoretically, this research expands the literature on “elite capture” and neopatrimonialism by showing that cultural legitimacy is a form of political capital as powerful as economic resources in maintaining dynastic control. The study concludes that institutional reform alone is insufficient to advance substantive democracy; true democratization requires deconstructing feudal dependencies that render citizens subjects rather than empowered voters.