Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI SALURAN DRAINASE PADA RUAS JALAN RARAS WUYUNG KECAMATAN SUKOREJO KOTA BLITAR MENGGUNAKAN APLIKASI HEC-RAS Khasanah, Jamilatul; Nurjanah, Nurjanah; Setiawan, Hangga Prima
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v4i1.11551

Abstract

Pada ruas jalan Raras Wuyung Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Daerah tersebut merupakan kawasan pemukiman yang padat penduduk,  ruas jalan yang di lewati banyak siswa sekolah dan ruas jalan yang dilewati berbagai angkutan umum lainya. Sehingga ditemui beberapa permasalah yang terjadi pada saluran drainase serta ruas jalan tersebut yaitu keadaan saluaran yang lebih tinggi dari pada ruas jalan, sehingga mengakibatkan terjadinya genangan air di badan maupun bahu jalan dan jalan yang berlubang cukup dalam dikarenakan gerusan aliran air yang meluap sehingga sering terjadi kecelakaan pada ruas jalan Raras Wuyung. Tujuan dari penelitian ini untuk menghitung perhitungan aliran dasar dan mengetahui analisis kapasitas penampang sungai Berbasis HEC-RAS pada saluran drainase di ruas jalan Raras Wuyung Kec. Sukorejo Kota Blitar. Jenis penelitian yang dilakukan ialah kuantitatif deskriptif. Kesimpulan dari penelitian ini kita dapat mengetahui perhitungan dasar saluran menggunakan analisa hirdologi dan analisa hidrolika, kita juga dapat menetahui saluran yang membutuhkan perbaikan dan kapasitas yang melewati aluran drainase dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS. Aliran dasar pada saluran drainase di ruas jalan Raras Wuyung Kec. Sukorejo kota Blitar menghasilkan debit aliran rata-rata saluran drainase tersebut sebesar 0,0875 m3/s. Analisis kapasitas penampang sungai berbasis HEC-RAS pada saluran drainase di ruas jalan Raras Wuyung Kec Sukorejo kota Blitar dari perhitungan menggunakan Aplikasi HEC-RAS dapat mengetahui bagaian titik-titik mana yang terdapat perbedaan kecepatan aliran sungai dan masalah setiap titiknya, nilai debit saluran yang dihasilkan pada periode ulang 5 tahun yaitu 3 m3/s yang mana pertahunnya menghasilkan debit aliran senilai 0,6 m3/s.
Optimalisasi Literasi Statistik Mahasiswa Melalui Pelatihan SPSS : Sebuah Kegiatan Pengabdian Masyarakat Lukma, Hazairin Nikmatul; Nurjanah, Nurjanah; Setiawan, Hangga Prima; Yusofa, Devis
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1592

Abstract

The SPSS training activity, as a form of optimizing students' statistical literacy, has become an essential need in enhancing their ability to face data-driven research challenges This training was initiated in response to students’ generally low understanding of statistical analysis and the use of data analysis software. The aim of this study was to improve students' knowledge and skills in effectively using SPSS within the context of quantitative research. The method involved a practice-based online training session conducted via Zoom, attended by students from various academic disciplines. The training covered theoretical foundations of statistics, SPSS introduction, hands-on practice in descriptive and inferential analysis, and interpretation of results. Post-training evaluation was conducted using a questionnaire and participant feedback analysis. The results showed that 88% of participants were satisfied with the training content and delivery method, 85% reported increased understanding of SPSS, and 90% felt ready to apply the acquired knowledge in their research. The training also contributed to participants' increased confidence and fostered collaborative networks among students. In conclusion, this SPSS training program not only enhanced students’ technical capacity in data processing but also encouraged critical thinking and better conceptual understanding in conducting quantitative research. Such programs are recommended to be held regularly to expand students’ statistical literacy and digital competency in today’s information era.ABSTRAKKegiatan pelatihan SPSS sebagai bentuk optimalisasi literasi statistik bagi mahasiswa ini menjadi kebutuhan penting dalam menunjang kemampuan mahasiswa menghadapi tantangan penelitian berbasis data. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap analisis statistik dan pengoperasian perangkat lunak analisis data, dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menggunakan SPSS secara efektif dalam konteks penelitian kuantitatif. Kegiatan pelatihan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang program studi. Proses pelatihan mencakup pemahaman teori dasar statistik, pengenalan SPSS, praktik langsung analisis deskriptif dan inferensial, serta interpretasi hasil. Evaluasi pasca pelatihan dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan analisis tanggapan peserta. Hasil menunjukkan bahwa 88% peserta merasa puas terhadap materi dan metode penyampaian, 85% mengalami peningkatan pemahaman terhadap SPSS, dan 90% menyatakan siap menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam riset mereka. Pelatihan juga berdampak pada peningkatan kepercayaan diri peserta dan terciptanya jejaring kolaboratif antar mahasiswa. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu pelatihan SPSS tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis mahasiswa dalam mengolah data, tetapi juga mendorong pemikiran kritis dan pemahaman konseptual yang lebih baik dalam menyusun penelitian berbasis kuantitatif. Program semacam ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala guna memperluas literasi statistik dan kompetensi digital mahasiswa di era informasi saat ini.
Pendampingan Produksi Paving Blok Berbasis Limbah Anorganik di Kalipang Kecamatan Sutojayan, Blitar Setiawan, Hangga Prima; Yusofa, Devis; Saputra, Abi Bima
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2307

Abstract

This community service activity (Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM)) aims to enhance the knowledge and skills of the residents of Kalipang, Blitar, in managing inorganic waste through the application of the 3R principles and the production of paving blocks made from plastic waste. The methods used include field surveys, socialization, technical training, as well as assistance in production and marketing. The results show an improvement in the community’s understanding of waste sorting, technical skills in shredding, melting, mixing, and molding paving blocks. This innovation helps reduce plastic waste generation and creates economic opportunities through low-cost construction products. The program has proven to provide ecological and socio-economic benefits to the local community.ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Kalipang, Blitar, dalam pengelolaan limbah anorganik melalui penerapan 3R dan produksi paving blok berbahan sampah plastik. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, sosialisasi, pelatihan teknis, serta pendampingan produksi dan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat dalam pemilahan limbah, keterampilan teknik pencacahan, pelelehan, pencampuran, dan pencetakan paving blok. Inovasi ini mampu mengurangi timbulan sampah plastik serta membuka peluang ekonomi melalui produk konstruksi berbiaya rendah. Program ini terbukti memberikan manfaat ekologis dan sosial-ekonomi bagi masyarakat setempat.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN KOTA MADIUN Yuhana, Putri Prima; Nurjanah, Nurjanah; Setiawan, Hangga Prima
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i2.9616

Abstract

Indonesia, as a country with high seismic activity, demands stringent earthquake-resistant building structural design, especially in public residential facilities. This study aims to evaluate the structural performance of low-income housing in Madiun City to ensure its suitability for gravity and earthquake loads. This evaluation was conducted using a descriptive quantitative method assisted by StaadPro 2023 software, with reference to the national standards SNI 1726:2019 on earthquake resistance and SNI 2847:2019 on structural concrete. The analysis process focused on testing the dimensions, concrete quality, and reinforcement of the main elements, including columns, beams, and floor slabs. The quantitative evaluation results indicate that the column elements (K1, K2, K3) and beam elements (B1, B2, B3, B4) have met the strength and stability requirements, thus being declared safe. However, analysis of the 130 mm thick floor slabs of the 2nd, 3rd, and 4th floors found a critical discrepancy, with the concrete cover only reaching 18 mm, compared to the minimum requirement of 20 mm, thus categorizing it as unsafe due to the potential for excessive deflection. As a key conclusion, although the main structure is generally sound, immediate technical improvements to the floor slab elements are required to ensure the long-term safety of the building in accordance with applicable standards. ABSTRAK Indonesia sebagai negara dengan aktivitas seismik yang tinggi menuntut perencanaan struktur bangunan tahan gempa yang sangat ketat, terutama pada fasilitas hunian publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja struktural bangunan rumah susun Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Madiun guna memastikan kelayakannya terhadap beban gravitasi dan gempa. Evaluasi ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif berbantuan perangkat lunak StaadPro 2023, dengan mengacu pada standar nasional SNI 1726:2019 tentang ketahanan gempa dan SNI 2847:2019 tentang beton struktural. Proses analisis difokuskan pada pengujian dimensi, mutu beton, dan penulangan elemen utama yang meliputi kolom, balok, serta pelat lantai. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan bahwa elemen kolom (K1, K2, K3) dan balok (B1, B2, B3, B4) telah memenuhi syarat kekuatan dan stabilitas, sehingga dinyatakan aman. Namun, analisis pada pelat lantai 2, 3, dan 4 dengan ketebalan 130 mm menemukan ketidaksesuaian kritis, di mana tebal selimut beton hanya mencapai 18 mm dari syarat minimal 20 mm, sehingga dikategorikan tidak aman karena berpotensi memicu lendutan berlebih. Sebagai simpulan utama, meskipun struktur utama secara umum layak, diperlukan perbaikan teknis segera pada elemen pelat lantai untuk menjamin keselamatan jangka panjang bangunan sesuai standar yang berlaku.    
EVALUASI KETERLAMBATAN PEKERJAAN DAN EFEKTIFITAS METODE CRASHING DALAM PENYELESAIAN PEKERJAAN ADDITIONAL BUILDING ONDULINE MANUFAKTUR INDONESIA Aktafarid, Ardhana Wahyu; Setiawan, Hangga Prima; Yufron, Ahmad
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i2.9619

Abstract

Delays in construction work are a problem that often occurs and can have an impact on increasing costs and disruption of work completion schedules. This study aims to analyze the factors that affect work delays and evaluate the effectiveness of the Crashing method as an alternative to accelerating the completion time of Additional Building Onduline Manufaktur Indonesia's work. The study used a quantitative approach with data processing using partial tests (T-test), simultaneous tests (F-test), and determination coefficient analysis to determine the influence of project delay factors. In addition, an analysis of time acceleration was carried out using the Crashing method with the help of Microsoft Project through an increase in overtime working time for four hours. The results of the study show that there are six factors that affect project delays, namely labor, tools, methods, materials, finances, and unexpected events. Based on the partial test, four factors that have a significant influence on project delays are labor, materials, methods, and unforeseen events. Simultaneous tests showed that all variables had a positive influence on delay with a significance value of 0.000 and a determination coefficient value of 0.745. The results of the Crashing analysis show that the duration of the project can be accelerated from 180 days to 144 days with an additional cost of IDR 229,017,286.40 or 4.56%. The Crashing method has proven to be effective in shortening the duration of a project despite the increase in costs. Keywords: Work Delay, Crashing, SPSS, Microsoft Project. ABSTRAK Keterlambatan pekerjaan konstruksi merupakan permasalahan yang sering terjadi dan dapat berdampak terhadap peningkatan biaya serta terganggunya jadwal penyelesaian pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan pekerjaan dan mengevaluasi efektivitas metode Crashing sebagai alternatif percepatan waktu penyelesaian pekerjaan Additional Building Onduline Manufaktur Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengolahan data menggunakan uji parsial (uji T), uji simultan (uji F), dan analisis koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui pengaruh faktor keterlambatan pekerjaan. Selain itu, dilakukan analisis percepatan waktu menggunakan metode Crashing dengan bantuan Microsoft Project melalui penambahan waktu kerja lembur selama empat jam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam faktor yang mempengaruhi keterlambatan, yaitu tenaga kerja, alat, metode, material, keuangan, dan kejadian tak terduga. Berdasarkan uji parsial, empat faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan proyek yaitu tenaga kerja, material, metode, dan kejadian tak terduga. Uji simultan menunjukkan seluruh variabel memiliki pengaruh positif terhadap keterlambatan dengan nilai signifikansi 0,000 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,745. Hasil analisis Crashing menunjukkan durasi proyek dapat dipercepat dari 180 hari menjadi 144 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp 229.017.286,40 atau 4,56%. Metode Crashing terbukti efektif dalam mempersingkat durasi proyek meski terjadi peningkatan biaya.