Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Budaya Organisasi Bank Riau Kepri (BRK) Pasca Konversi dari Konvensional Ke Syariah Dzaki, Muhammad; Zulkarnaini, Zulkarnaini
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6030

Abstract

Budaya organisasi merupakan peran penting dalam operasional organisasi. Budaya organisasi merupakan sebuah identitas dari organisasi, namun adanya perpindahan identitas membuat Bank Riau Kepri mengalami fase transisi yaitu dari konvensional menjadi syariah yang membuat budaya organisasi berpengaruh terhadap berubahnya budaya organisasi yang lama dan budaya yang baru. Budaya organisasi sebuah perusahaan berhasil diterapkan pasca perubahan jika dalam melaksanakan perpindahan dari perbandingan budaya organisasi yang baru lebih baik dari budaya organisasi yang lama. Hal ini dilihat dari kinerja Bank Riau Kepri dari tahun 2021 – 2023. Selama periode ini terdapat kenaikan pengaduan nasabah per tahun. Hal tersebut dapat menjadi sebuah evaluasi terhadap perusahaan agar dalam penerapan budaya organisasi yang baru memiliki ouput yang baik bagi nasabah. Sehingga tinjauan dari penerapan budaya organisasi yang baru, dapat meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan sehingga mendapatkan berkah dalam bertransaksi sesuai dengan tagline Bank Riau Kepri Syariah yaitu berkah untuk semua. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis dan mengidentifikasi faktor - faktor penerapan budaya organisasi Bank Riau Kepri Syariah pasca konversi dari konvensional ke syariah penelitian ini menggunakan teori Budaya Organisasi Schein dalam ambarwati (2018) dan menghasilkan 3 indikator, diantaranya: Asumsi Dasar, Nilai – Nilai, dan Artefak Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah pemaparan tentang Penerapan Budaya Organisasi Bank Riau Kepri (BRK) Pasca Konversi Dari Konvensional Ke Syariah yang dapat dikatakan belum Optimal karena adanya pelaksanaan pelatihan pada budaya organisasi yang singkat pada pelaksanaan dan padat pada pembekalan materi.
Penerapan Budaya Organisasi Bank Riau Kepri (BRK) Pasca Konversi dari Konvensional Ke Syariah Dzaki, Muhammad; Zulkarnaini, Zulkarnaini
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6030

Abstract

Budaya organisasi merupakan peran penting dalam operasional organisasi. Budaya organisasi merupakan sebuah identitas dari organisasi, namun adanya perpindahan identitas membuat Bank Riau Kepri mengalami fase transisi yaitu dari konvensional menjadi syariah yang membuat budaya organisasi berpengaruh terhadap berubahnya budaya organisasi yang lama dan budaya yang baru. Budaya organisasi sebuah perusahaan berhasil diterapkan pasca perubahan jika dalam melaksanakan perpindahan dari perbandingan budaya organisasi yang baru lebih baik dari budaya organisasi yang lama. Hal ini dilihat dari kinerja Bank Riau Kepri dari tahun 2021 – 2023. Selama periode ini terdapat kenaikan pengaduan nasabah per tahun. Hal tersebut dapat menjadi sebuah evaluasi terhadap perusahaan agar dalam penerapan budaya organisasi yang baru memiliki ouput yang baik bagi nasabah. Sehingga tinjauan dari penerapan budaya organisasi yang baru, dapat meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan sehingga mendapatkan berkah dalam bertransaksi sesuai dengan tagline Bank Riau Kepri Syariah yaitu berkah untuk semua. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis dan mengidentifikasi faktor - faktor penerapan budaya organisasi Bank Riau Kepri Syariah pasca konversi dari konvensional ke syariah penelitian ini menggunakan teori Budaya Organisasi Schein dalam ambarwati (2018) dan menghasilkan 3 indikator, diantaranya: Asumsi Dasar, Nilai – Nilai, dan Artefak Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah pemaparan tentang Penerapan Budaya Organisasi Bank Riau Kepri (BRK) Pasca Konversi Dari Konvensional Ke Syariah yang dapat dikatakan belum Optimal karena adanya pelaksanaan pelatihan pada budaya organisasi yang singkat pada pelaksanaan dan padat pada pembekalan materi.
Hilirisasi Sereh (Cymbopogon citratus) menjadi Produk Hand Sanitizer untuk Pemberdayaan UMKM Pasca Bencana di Nagari Sipinang, Kabupaten Agam: Value-Added Processing of Lemongrass (Cymbopogon citratus) into Hand Sanitizer Products to Support Post-Disaster MSME Empowerment in Nagari Sipinang, Agam Regency Dillasamola, Dwisari; Aldi, Yufri; Sari, Silvia Permata; Ramadhani, Kesha Fadhiilah; Airinisa, Salsa Dwi; Fuadiyah, Alda; Amanda, Diva; Nabila, Alya Puti Dwi; Ramadhan, Fadli Pratama; Dzaki, Muhammad; Syakira, Azya Hana; Irianti, Dira Adhani; Defani, Nabillah Puteri
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v9i1.948

Abstract

The significantly disrupted socio-economic conditions in Nagari Sipinang, Agam Regency, particularly through the degradation of agricultural land and reduced household income. This study aimed to evaluate a community-based, value-added intervention utilizing lemongrass (Cymbopogon citratus) as a raw material for hand sanitizer production to support post-disaster recovery and micro, small, and medium enterprise (MSME) development. A quasi-experimental community empowerment design was employed, involving 30 participants selected through purposive sampling. The intervention consisted of structured educational sessions on post-disaster hygiene risks, hands-on training in aqueous-ethanolic extraction of lemongrass, and technical assistance in formulation and packaging. Pre- and post-intervention assessments were conducted to measure changes in knowledge, skills, and production capacity. Product evaluation included organoleptic testing and pH analysis using standardized procedures. The results demonstrated a significant improvement in participants’ competencies, with mean knowledge and skill scores increasing by 80% (p < 0.05). Additionally, one community-based MSME unit was successfully established, producing hand sanitizer at a small commercial scale. The formulated product exhibited acceptable organoleptic properties, including a characteristic fresh aroma, and maintained a stable pH of 5.5, consistent with topical safety standards. In conclusion, the downstream utilization of lemongrass represents a scientifically grounded and economically viable strategy for enhancing community resilience. This approach not only contributes to post-disaster public health mitigation but also facilitates sustainable MSME revitalization in Nagari Sipinang.