Dian Marlina, Endah
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Gizi Seimbang pada Anak sebagai Upaya Pencegahan dan Penurunan Stunting di RW 03, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Jakarta Timur Dian Marlina, Endah; Raudhatul Munawarah; Istianaah Wahyuningsih
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v3i2.197

Abstract

Stunting is a growth and development disorder in children caused by chronic malnutrition, repeated infections, and lack of psychosocial stimulation. It remains a major public health issue in Indonesia, which ranks second in Southeast Asia for stunting prevalence among toddlers. According to the Asian Development Bank (ADB), the prevalence was 31.8% in 2020. Although declining, the national prevalence remained high: 30.8% in 2018, 27.7% in 2019, 24.4% in 2021, and 21.6% in 2022. These figures still exceed the World Health Organization’s (WHO) maximum threshold of 20%. The Indonesian government aims to reduce the prevalence to 14% by 2024.One key intervention to address stunting is balanced nutrition education for children and their caregivers. This educational approach targets mothers and local health cadres to increase awareness of adequate and quality nutrition for child development. Community empowerment plays a vital role in this effort, particularly in enabling early detection and response to stunting risks.To support this, a Community Service initiative was implemented through a program by the Midwifery Department at Poltekkes Kemenkes Jakarta III. The team developed and provided educational media to assist communities in understanding and applying good nutrition practices, thereby contributing to stunting prevention at the grassroots level.
PEMERIKSAAN TUMBUH KEMBANG BALITA USIA 1–5 TAHUN DI WILAYAH KELURAHAN KOTA BARU, KECAMATAN PASAR REBO, JAKARTA TIMUR Syaripah, Rosita; Fauziah Amizuar, Yulia; Dian Marlina, Endah; Munawarah, Raudhatul; Junengsih; Mardeyanti; Delmafainis; Dwi Wahyuni, Elly; Lubis, Rosni; Karningsih
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara | Juni - Agustus 2025
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuh kembang optimal merupakan proses tercapainya tumbuh kembang yang sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh anak, untuk melakukan deteksi dini adanya penyimpangan tumbuh kembang perlu dilakukan skrining gangguan pertumbuhan dan perkembangan balita. Sehingga dilakukan kegiatan pengabdiam Masyarakat yang bertujuan untuk melakukan deteksi dini tumbuh kembang pada anak usia 1- 5 tahun di Wilayah Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur, Kegiatan ini menggunakan metide Observasional Deskriptif, dengan menilai Berat Badan, Panjang Badan/ Tinggi Badan, Lingkar Kepala. Serta penilaian perkembangan dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), dengan jumlah responden 30 anak, Hasil pemeriksaan menunjukkan 97% Anak memiliki pertumbuhan normal, 2% pertumbuhan kurang, dan 1 % dengan status gizi kurang (BB/U) dan TB/U <2 SD), sedangkan untuk hasil pemeriksaan perkembangan dengan kuesioner (KPSP) 70% menunjukkan perkembangan sesuai usia dan 6,7% memiliki hasil penyimpangan. Kegiatan ini meningkatkan kesadaran orang tua, bidan, kader posyandu untuk dapat pemantauan tumbuh kembang.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Sikap Wus Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Metode Iva Test Di Puskesmas Sukasari Tangerang Dian Marlina, Endah; Pertiwi, Nur Fitri Ayu Pertiwi; Munawarah, Raudhatul Munawarah
Excellent Midwifery Journal Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2, Oktober Tahun 2025
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v8i2.399

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks menempati peringkat kedua dengan 36.633 kasus, atau 9,2% dari total kasus kanker, setelah kanker payudara yang menempati peringkat pertama. Cara paling efektif untuk mencegah kanker serviks adalah melalui deteksi dini dengan tes Pap smear atau tes Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA-Test). Tes IVA metode deteksi dini kanker serviks yang murah, dan juga dapat dilakukan oleh bidan atau staf pusat kesehatan masyarakat Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap WUS dalam deteksi dini kanker serviks menggunakan metode tes IVA di Puskesmas Sukasari, Tangerang pada tahun 2025 Metode: Jenis penelitian analitik pendekatan cross- sectional penelitian dilakukan di Puskesmas Sukasari pada tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah 534 WUS yang sudah menikah dan sampel sebanyak 102 orang yang memenuhi kriteria. Teknik pengambilan sampel total sampling. pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner oleh peneliti. Analisa data menggunakan uji chi square Hasil: Terdapat hubungan antara usia (p = 0,016), pendidikan (p = 0,046), paritas (p = 0,000), dukungan suami (p = 0,046), sumber informasi (p = 0,046), dan tingkat pengetahuan (p = 0,000) terhadap sikap perempuan dalam melakukan tes PPN dini Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan, paritas, dukungan suami, sumber informasi, dan pengetahuan terhadap IVA-test.
OPTIMALISASI KESEHATAN LANSIA DENGAN EDUKASI PEMENUHAN GIZI PADA MASA MENOPAUSE DI WILAYAH RW 03 KELURAHAN PULOGEBANG KECAMATAN CAKUNG JAKARTA TIMUR Syaripah, Rosita; Fauziah Amizuar, Yulia; Chasanah, Uswatul; Kurnia Sari, Laila; Dian Marlina, Endah; Munawarah, Raudhatul
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Nusantara | Desember 2025 - Februari 2026
Publisher : PT. NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menopause merupakan fase fisiologis alami dalam siklus reproduksi wanita yang umumnya terjadi pada usia 45–55 tahun. Penurunan hormon estrogen dan progesteron pada masa ini berdampak pada perubahan fisik, psikologis, serta metabolisme tubuh. Salah satu konsekuensi penting dari berkurangnya estrogen adalah meningkatnya risiko osteoporosis, yang dapat menimbulkan kecacatan, kematian, serta beban biaya kesehatan yang tinggi. Minimnya akses terhadap layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif dan media edukasi yang mudah dipahami menjadi tantangan dalam penanganan masalah kesehatan pascamenopause. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita usia 40–55 tahun, khususnya kelompok lansia 45–50 tahun, mengenai kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi seimbang pada masa menopause. Metode yang digunakan meliputi penjajakan dan koordinasi dengan mitra, skrining pengetahuan awal (pre-test), penyuluhan interaktif, diskusi aktif, serta pelatihan penyusunan menu gizi seimbang. Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan pre-eksperimental. Hasil menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan pada tahap awal, dengan 57,5% peserta berada pada kategori kurang. Setelah dilakukan edukasi, terjadi peningkatan signifikan, di mana 90% peserta memiliki pengetahuan baik dan tidak ada lagi yang termasuk kategori kurang. Hal ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan dan pendampingan efektif dalam meningkatkan pemahaman terkait kesehatan menopause. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat juga dilakukan pengembangan modul digital interaktif, pelatihan kader kesehatan sebagai pendamping lokal, serta perluasan jejaring kolaborasi dengan fasilitas kesehatan dan organisasi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang keberlanjutan program edukasi kesehatan reproduksi bagi wanita pascamenopause.