Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Hexagon

ANALYSIS OF THE EFFECT OF CALCINATION AND SULFURIC ACID (H2SO4) CONCENTRATION ON THE POMALAA NICKEL ORE LEACHING PROCESS, SOUTHEAST SULAWESI Emsal Yanuar; Rahmat Bukahri, La Ode; Bahtiar, Syamsul; Hidayat, Syamsul; Sudirman; Ardiansyah, Eka
Hexagon Jurnal Teknik dan Sains Vol 5 No 2 (2024): HEXAGON - Edisi 10
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v5i2.4580

Abstract

Analisis pengaruh konsentrasi larutan asam sulfat (H2SO4) dan suhu kalsinasi terhadap persen ekstraksi nikel dari bijih nikel Pomalaa menggunakan metode hidrometalurgi telah berhasil dilakukan. larutan pelindi yang digunakan pada penelitian ini adalah H2SO4 0.5 M, 2 M dan 4 M, sementara suhu kalsinasi bijih nikel diroasting pada suhu 350oC, 450oC dan 550oC. Bijih nikel didestruksi menggunakan larutan aqua regia untuk menganalisis kadar total nikel dalam bijih dan diperoleh kadar nikel sekitar 6.5429%. Berdasarkan hasil penelitian, persen ekstraksi nikel tertinggi diperoleh sekitar 70.850% pada sampel yang dikalsinasi 550oC dengan kondisi reaksi larutan pelindian H2SO4 2 M, rasio padat cair 1/20 (S/L) waktu pelindian sekitar 240 menit. Persen ekstraksi biji nikel tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan ketika kondisi reaksi menggunakan H2SO4 4 M untuk ektraksi nikel. Sementara ketika larutan pelindiannya menggunakan asam H2SO4 0.5 M menunjukkan terjadi peningkatan persen ekstraksi nikel seiring meningkatnya suhu kalsinasi. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan ekstraksi nikel dari 28% pada sampel tanpa dikalsinasi menjadi 52% ketika bijih nikel dikalsinasi pada suhu 550oC. Hasil ini menunjukkan bahwa persen ekstraksi nikel sangat dipengaruh oleh perlakuan kalsinasi bijih nikel ketika diektraksi menggunakan asam sulfat konsetrasi rendah, namun ketika menggunakan H2SO4 dengan konsetrasi tinggi tidak memberikan pengaruh yang signifikan.
BIOSINTESIS LAPISAN TIPIS ZnO MENGGUNAKAN EKSTRAK TEMU KUNCI (BOESENBERGIA PANDURATA) DENGAN METODE SPIN COATING: VARIASI WAKTU PERTUMBUHAN Nuri Amalia; Emsal Yanuar; Lalu Suhaimi
Hexagon Vol 4 No 2 (2023): HEXAGON - Edisi 8
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v4i2.3025

Abstract

Properties such as photocatalytic, electrical, optical, and antibacterial. This paper presents research on the biosynthesis of ZnO nanoparticles using fingerroot extract with the spin coating method at various growth times. The process begins with preparing a seed solution with a concentration of 0.5M at a temperature of 60? at a speed of 1000 rpm for 60 minute. Furthermore, the preparation of seed layers with the spin coating technique. ZnO nanostructured thin films were grown with variations 3 hours and 4 hours. The results of SEM analysis showed the morphology of ZnO was spherical and agglomeration occurred in each variation. The average grain size of ZnO at 3 hours of growth time was 88.61 nm and 58.23 nm at 4 hours. The results of the XRD pattern analysis showed that each of the ZnO samples had a high crystallinity with a hexagonal shape, with. Crystal size at 3 hours of growth is 25.8 nm and 4 hours is 34.4 nm. Energy gap values at 3 hours of growth are 3.40 eV and 4 hours are 3.85 eV. The absorbance value was relatively high in the 3 hour treatment with a wavelength of 215 and in the 4 hour treatment with a wavelength of 245nm.
Analisis Pengaruh Temperatur dan Rasio Terhadap Persen Ekstraksi Pada Proses Pelindian Nikel Kadar Rendah Pomalaa Sulawesi Tenggara: Ekstraksi Bijih Nikel Laterit anggun syafitri; Emsal Yanuar; Syamsul Bahtiar
Hexagon Vol 5 No 1 (2024): HEXAGON - Edisi 9
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v5i1.3213

Abstract

Saat ini nikel telah banyak digunakan di berbagai perindustrian karena nikel memiliki banyak manfaat salah satunya adalah pada indutri logam, baterai, dan lainnya,Seiring dengan banyaknya aplikasi dan manfaat dari nikel maka perlu untuk dilakukan pemisahan nikel dari sumbernya. Pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menganalisis pengaruh temperatur dan rasio terhadap perolehan bijih nikel laterit di Pomalaa, Sulawesi Tenggara pada proses pelindian logam nikel menggunakan asam sulfat. Berdasarkan hasil analisa XRF, sampel batuan memiliki kadar nikel yang tinggi yakni sekitar 5,67%. Hasil ini similar dengan hasil pengujian nikel total dalam batuan menggunakan aqua regia sebagai pelarut yakni didapatkan sekitar 6,5429%. Pada kondisi reaksi pelindian batuan nikel rasio padat cair 1:20, suhu 90oC didapat persentase ekstraksi nikel tertinggi yakni sekitar 66,76%. Sedangkan persentase ekstraksi nikel yang rendah didapatkan pada suhu kamar rasio padat cair 1:10 yakni sekitar 8,65%. Berdasarkan hasil tersebut, temperatur dan rasio padat cair pada proses pelindian memiliki pengaruh yang signifikan terhadap persentase ekstraksi nikel.
Pengaruh Jenis Asam & Konsentrasi Asam Terhadap Persentase Ekstraksi Nikel Dari Bijih Nikel Laterit Pomalaa Sulawesi Tenggara sayid muh aidil alkaf sayid zen; Emsal Yanuar
Hexagon Vol 5 No 1 (2024): HEXAGON - Edisi 9
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v5i1.3237

Abstract

Nikel Laterit terbentuk daari hasil pelapukan batuan secara kimiawi pada periode waktu yang cukup lama di permukaan subtropis. Biasanya, nikel laterit ini memiliki kadar yang relatif rendah namun jumlahnya melimpah. Umumnya pengolahan laterit dilakukan dengan metode hidrometalurgi dengan jalur pelindian. Pelindian dilakukan dengan 3 pelarut berbeda yaitu H2SO4, CH3COOH, dan H3PO4. Untuk mengetahui perolehan nikel hasil pelindian dilakukan karakterisasi menggunakan Atomic Absorpsion Spektrophotometry (AAS), XRF untuk mengetahui kadar awal nikel laterit dan XRD untuk mengetahui komposisi mineral yang terkandung pada mineral laterit. Hasil XRF diperoleh kandungan nikel sebesar 5,67% dan menunjukkan mineral laterit berkadar rendah termasuk kedalam jenis saprolit. Hasil XRD menunjukkan fasa yang terdapat pada kalsinasi di suhu 450?C yaitu fasa Hematite, Magadiite, dan Quartz sedangkan pada Uncalcinate membentuk fasa Hematite, Awaruite, serta Geotithe. Untuk pengujian menggunakan Atomic Absorbsion Spektrophotometry diperoleh hasil persentase ekstraksi nikel terhadap pengaruh jenis asam dan konsentrasi asam dengan prevalensi sebesar 48, 21% (4 M) pada Asam Sulfat, 41,51% (4 M) pada Asam Fosfat, dan 10,27% (4 M) pada Asam Asetat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis asam dan konsentrasi asam sangat berpengaruh signifikan terhadap pelindian nikel laterit kadar rendah yang diperoleh dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Untuk jenis asam, Apabila jenis asam yang digunakan adalah asam pekat maka semakin tinggi persentase ekstraksi nikel yang didapatkan sedangkan untuk konsentrasi asam, apabila semakin tinggi konsentrasi pelarut yang digunakan maka hasil dari persentase ekstraksi nikelnya akan semakin tinggi.
ANALISIS PENGARUH KONSENTRASI SIANIDA DAN RASIO PADAT CAIR PADA PROSES PELINDIAN EMAS DARI BIJIH EMAS DESA MOKONG Emsal Yanuar; Anggina Kalara; Kholida Tul Khairy; Syamsul Bahtiar; Fauzi Widyawati
Hexagon Vol 7 No 1 (2026): EDISI 11
Publisher : Fakultas Teknologi Lingkungan dan Mineral - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/hexagon.v7i1.7176

Abstract

Emas merupakan logam mulia bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan secara luas dalam berbagai bidang, seperti perhiasan, elektronik, kesehatan, dan teknologi. Peningkatan produksi emas di Indonesia selama sepuluh tahun terakhir mendorong aktivitas eksploitasi di berbagai daerah, termasuk Desa Mokong, Kecamatan Moyo Hulu. Pengolahan emas di wilayah ini umumnya masih menggunakan metode amalgamasi yang memiliki tingkat toksisitas tinggi dan efisiensi ekstraksi yang rendah, sehingga diperlukan metode alternatif yang lebih efektif, seperti sianidasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi natrium sianida (NaCN), rasio padat–cair, dan waktu pelindian terhadap persen ekstraksi emas. Variasi konsentrasi NaCN yang digunakan adalah 250, 500, dan 750 ppm dengan rasio padat–cair 1:10, 1:15, dan 1:20 serta waktu pelindian 0,5; 6; 12; 24; dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaCN dan rasio padat–cair secara signifikan meningkatkan persen ekstraksi emas. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi NaCN 750 ppm dengan rasio padat–cair 1:20 selama 48 jam, menghasilkan persen ekstraksi emas sebesar 91%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan teknologi pengolahan emas yang lebih efektif dan berkelanjutan, khususnya bagi pertambangan emas skala kecil.