Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Hasil Pressure Build-Up Test untuk Menentukan Produktivitas Sumur Minyak dengan Metode Pressure Derivative pada Sumur WY-31 Lapangan SGT Hartono, Hartono; Laby, Dharma Arung; Malrin, Engeline; Manik, Nijusiho; Firdaus, Firdaus; Darmiyati, Iin
Indonesian Research Journal on Education Vol. 2 No. 3 (2022): irje 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v2i3.2795

Abstract

Sumur WY-31 merupakan sumur hidrokarbon baru yang telah berproduksi selama 97 jam. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji sumur pada sumur WY-31 untuk mengetahui karakteristik dan kemampuan produksinya. Pada penelitian ini, dilakukan uji sumur menggunakan pressure build-up (PBU) test dengan metode analisis Pressure Derivative. Tahap pertama melibatkan PBU Test dengan produksi selama beberapa waktu, kemudian sumur ditutup. Hal ini bertujuan untuk mengamati respons tekanan dasar sumur terhadap gangguan. Data yang diperoleh berupa tekanan dan laju alir dasar sumur dianalisis untuk menentukan karakteristik dan parameter produktivitas reservoir, seperti permeabilitas, skin factor, flow efficiency, radius investigasi, boundary reservoir, dan productivity index (PI). Hasil analisis menunjukkan nilai tekanan ekstrapolasi (P*) sebesar 891 psia, permeabilitas 718 mD, skin -1.87, ΔPskin -25 psia, radius investigasi 389.76 ft², productivity index ideal 3.59 bbl/d.psi, productivity index aktual 5.4 bbl/d.psi, flow efficiency 1.4, serta laju alir maksimal 353.27 BOPD yang dihitung menggunakan persamaan Standing. Berdasarkan fitting pada kurva Pressure Derivative, reservoir sumur WY-31 bersifat homogen dengan boundary model parallel fault. Nilai skin negatif mengindikasikan perbaikan formasi di sekitar sumur, serta adanya kenaikan tekanan selama produksi. Kenaikan tekanan ini menyebabkan PI aktual lebih besar daripada PI ideal. Dengan demikian, produksi di masa depan diperkirakan lebih tinggi dari yang diharapkan.
Analisis Cadangan Hidrokarbon pada Lapangan "AT" dengan Metode Monte Carlo Handayani, Handayani; Karim, Abdul Gafar; Sulardi, Sulardi; Malrin, Engeline; Manik, Nijusiho; Mamuaya, Arjuna Brifling; Darmiyati, Iin
Indonesian Research Journal on Education Vol. 1 No. 3 (2021): irje 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v1i3.2592

Abstract

Mengestimasikan cadangan minyak dan gas termasuk dalam kegiatan yang utama dalam merencanakan pengembangan lapangan migas. Data yang tersedia atau parameter adalah hal penting untuk memperkirakan besarnya cadangan. Pada kegiatan eksplorasi, informasi data yang ada bisa dibilang sangat sedikit atau terbatas menyebabkan keakuratan dari data yang didapatkan umumnya tidak pasti. Pendekatan secara probabilistik dapat membantu mengurangi faktor ketidakpastian. Simulasi Monte Carlo menggunakan metode dimana perhitungannya dilakukan berdasarkan ketersediaan data lapangan yang masih belum lengkap pada variabel input dan dinyatakan dengan distribusi probabilitas, agar mendapatkan hasil yang tepat dalam bentuk distribusi probabilitas. Perhitungan cadangan hidrokarbon pada lapangan “AT” menggunakan dua distribusi probabilitas yaitu distribusi konstan dan distribusi segitiga. Dengan menggunakan metode Monte Carlo, perkiraan .cadangan minyak di lapangan “AT” menghasilkan rata-rata sebesar 55,95 MMSTB dan gas 27976 MMSCF. Besarnya Most Probable pada minyak didapatkan dengan nilai 42,75 MMSTB dan Gas 21394 MMSCF, Cadangan minimum minyak yaitu 7,131 MMSTB dan gas 3565,67 MMSCF, nilai cadangan maximum minyak yaitu 135,50 MMSTB dan gas 67747,81 MMSCF.
Analysis of The Effect of Adding CMC Additive from Sunflower Seed Hull on The Rheology of Drilling Mud and Filtration Loss Andreas, Andreas; Malrin, Engeline; Amiruddin , Amiruddin
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 7 No. 2 (2026): Devotion: Journal of Community Research
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/devotion.v7i2.25631

Abstract

Drilling mud is a drilling fluid used to transport cuttings to the surface and assist in identifying subsurface formation layers; therefore, proper drilling mud design is essential for the success of drilling operations. One common problem in drilling activities is insufficient mud viscosity, which necessitates the addition of additives. Carboxymethyl cellulose (CMC) is commonly used to improve mud viscosity; however, its synthetic nature may pose environmental concerns. This research investigates the use of organic waste in the form of sunflower seed shells as an environmentally friendly alternative additive. Sunflower seed shells contain natural components, including cellulose, hemicellulose, and lignin, which may enhance mud viscosity. The objective of this study is to evaluate the effect of sunflower seed shell powder on the rheological properties of drilling mud and to compare its performance with that of CMC. The research was conducted through laboratory experiments at the STT Migas Balikpapan Laboratory. Rheological tests included viscosity over time, plastic viscosity, yield point, gel strength, mud cake thickness, and filtration loss. Mud samples were prepared with the addition of CMC and sunflower seed shell powder at concentrations of 1 g, 3 g, and 5 g. The results show that increasing the concentration of sunflower seed shell powder improves the rheological properties of drilling mud and reduces filtration loss. Although its performance is lower than that of CMC, sunflower seed shell powder demonstrates potential as an environmentally friendly alternative additive for drilling mud.