Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TINJAUAN INJIL YOHANES 15:18-21 TENTANG PENGANIAYAAN DAN RESPON ORANG PERCAYA TERHADAP PENGANIAYAAN Budiman, Sabda; Fanmabi, Yosina Pada; Harming, Harming
Jurnal Borneo Humaniora Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Borneo Humaniora
Publisher : LPPM Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_humaniora.v3i2.1907

Abstract

Beriman kepada Yesus tidak selamanya merasakan ketentraman dan kedamaian, tetapi juga ada pengalaman yang membuat orang percaya merasa sedih dan menangis. Penganiayaan tidak terlepas dari kehidupan orang percaya. Penganiayaan merupakan peristiwa nyata yang terjadi saat ini. Penganiayaan juga terkadang membuat orang percaya merasa kecewa terhadap gereja, pemerintah, dan bahkan Tuhan. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman yang benar terkait penganiayaan yang orang percaya alami. Dalam tulisan ini, penulis merumuskan masalah ialah bagaimana tinjauan Injil Yohanes 15:18-21 terhadap penganiayaan dan respon orang percaya terhadap penganiayaan? Adapun tujuan penulisan dalam tulisan ialah untuk memaparkan tinjauan Injil Yohanes 15:18-21 terhadap penganiayaan dan respon orang percaya terhadap penganiayaan. Hasil dari pembahasan ini ialah dalam konteks Yohanes 15:18-21 berbicara tentang penganiayaan karena iman kepada Yesus yang dilakukan melaui penolakan. Respon orang percaya terhadap penganiayaan ialah dengan meneladai Yesus, semakin tekun berdoa dengan ucapan syukur, serta setiap orang percaya perlu saling bergandeng tangan sebagai anggota tubuh Kristus.
Membangun Dialog Transformatif: Pendekatan Komunikasi Inklusif Untuk Pedagang Asongan Berdasarkan Yohanes 4:1-42 Harming, Harming; Rujali, Rujali; Lawai, Hendry; Toni, Toni
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 6, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v6i1.318

Abstract

In an era of increasingly advanced globalization, building intercultural relationships has become a growing challenge. This article examines the application of inclusive communication approaches in the context of street hawkers, a group often marginalized in discussions of social and cultural inclusion. Based on the theological narrative of John 4:1–42, the study identifies key principles of transformative dialogue, such as sensitivity to cultural contexts, expanding the boundaries of diversity, and striving for unity through constructive dialogue. Using a qualitative interpretive method, this research provides an in-depth analysis of the biblical text and its relevance to real social contexts. The findings show that transformative dialogue principles can serve as the foundation for communication strategies that promote social inclusion and intercultural cooperation among street hawkers. This article not only presents a theological analysis but also offers practical insights for developing inclusive and empowering communication strategies in an increasingly diverse society. Di era globalisasi yang semakin maju, membangun relasi antarbudaya menjadi tantangan yang kian kompleks. Artikel ini mengkaji penerapan pendekatan komunikasi inklusif dalam konteks para pedagang kaki lima, kelompok yang sering terpinggirkan dalam wacana inklusi sosial dan budaya. Berdasarkan narasi teologis Yohanes 4:1–42, studi ini mengidentifikasi prinsip-prinsip dialog transformatif seperti kepekaan terhadap konteks budaya, perluasan batas keberagaman, dan upaya mencapai kesatuan melalui dialog konstruktif. Metode yang digunakan adalah kualitatif interpretatif untuk menganalisis teks biblika secara mendalam dan relevansinya dalam konteks sosial konkret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip dialog transformatif dapat menjadi landasan strategi komunikasi guna mendorong inklusi sosial dan kerja sama antarbudaya di kalangan pedagang kaki lima. Artikel ini tidak hanya menawarkan analisis teologis, tetapi juga pandangan praktis untuk mengembangkan strategi komunikasi yang inklusif dan memberdayakan dalam masyarakat yang semakin beragam.
Pendekatan Penginjilan Kontekstual Kepada Suku Melayu Riau Melalui Budaya Tepuk Tepung Tawar Apriliani, Ribka; Selvi, Selvi; Harming, Harming
Jurnal Kala Nea Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang Kal-Bar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61295/kalanea.v1i2.90

Abstract

Penelitian ini menganalisi upaya pendekatan penginjilan secara kontekstual kepada masyarakat di Daik Langga, Kepulauan Riau. secara khusus terjadi suatu hambatan dalam pelaksanaan penginjian kepada masyarakat suku melayu di Daik Langga, karna terjadi dedominasi mayoritas agama Islam di suku Melayu. Adapun penelitian guna menemukan strategi yang signifikan agar tetap dapat menjalankan amanat Agung terhadap Suku Melayu dengan menggunakan metode pendekatan kontekstual melalui budaya Tepuk tepung tawar Dalam pelaksanaan menggunakan budaya Melayu dapat membawa ruang komunikasi yang mudah untuk mengiring masyarakat kepada Injil. Pola tersebut merupakan pendekatan untuk menjalin persahabatan mengunakan budaya Melayu sebagai penyesuaian diri. Dengan memakai pendekatan lintas budaya Melayu, para pemberita Injil dapat menemukan ruang untuk memasukkan kabar baik. Pola bermasyarakat dengan bercerita menggunakan bahasa daerah dan mengikuti cara berpakaian budaya Melayu menjadi kebiasaan suku Melayu dan mengikuti kegiatan yang masih sesuai dengan firman Tuhan. Hal ini dapat menjadi daya ketertarikan masyarakat suku Melayu terhadap pemberita Injil dengan melihat penyesuaian tersebut di tengah-tengah masyarakat suku Melayu.
Pastoral Hibrida: Menggembalakan Jemaat secara Fisik dan Digital Harming, Harming
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1116

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik pastoral hybrid yang menggabungkan pelayanan fisik dan digital dalam konteks pasca-pandemi, di mana kebutuhan keintiman rohani dalam ruang digital masih menjadi tantangan. Tujuannya adalah untuk menjelaskan bagaimana pendeta menghadirkan keintiman rohani dalam pelayanan pastoral secara hybrid. Penelitian dilakukan melalui studi literatur sistematis, analisis konten, dan triangulasi sumber data yang kredibel dari literatur akademik dan laporan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun interaksi fisik terbatas, pelayanan digital membuka peluang pertumbuhan spiritual yang signifikan dan penguatan ikatan komunitas jemaat. Pendeta dapat keterampilan komunikasi digital yang efektif untuk mengembangkan keintiman rohani, serta menciptakan komunitas inklusif yang mengintegrasikan aspek teologis dan teknologi. Kesimpulannya, pelayanan pastoral hybrid harus mengadaptasi dinamika digital tanpa mengorbankan esensi keintiman dan dukungan spiritual. Implikasi penelitian ini mendorong pemimpin gereja untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperkuat pengalaman rohani jemaat di era modern, sekaligus memberikan rekomendasi bagi pengembangan program pastoral yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.