Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TINJAUAN INJIL YOHANES 15:18-21 TENTANG PENGANIAYAAN DAN RESPON ORANG PERCAYA TERHADAP PENGANIAYAAN Budiman, Sabda; Fanmabi, Yosina Pada; Harming, Harming
Jurnal Borneo Humaniora Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Borneo Humaniora
Publisher : LPPM Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_humaniora.v3i2.1907

Abstract

Beriman kepada Yesus tidak selamanya merasakan ketentraman dan kedamaian, tetapi juga ada pengalaman yang membuat orang percaya merasa sedih dan menangis. Penganiayaan tidak terlepas dari kehidupan orang percaya. Penganiayaan merupakan peristiwa nyata yang terjadi saat ini. Penganiayaan juga terkadang membuat orang percaya merasa kecewa terhadap gereja, pemerintah, dan bahkan Tuhan. Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman yang benar terkait penganiayaan yang orang percaya alami. Dalam tulisan ini, penulis merumuskan masalah ialah bagaimana tinjauan Injil Yohanes 15:18-21 terhadap penganiayaan dan respon orang percaya terhadap penganiayaan? Adapun tujuan penulisan dalam tulisan ialah untuk memaparkan tinjauan Injil Yohanes 15:18-21 terhadap penganiayaan dan respon orang percaya terhadap penganiayaan. Hasil dari pembahasan ini ialah dalam konteks Yohanes 15:18-21 berbicara tentang penganiayaan karena iman kepada Yesus yang dilakukan melaui penolakan. Respon orang percaya terhadap penganiayaan ialah dengan meneladai Yesus, semakin tekun berdoa dengan ucapan syukur, serta setiap orang percaya perlu saling bergandeng tangan sebagai anggota tubuh Kristus.
Membangun Dialog Transformatif: Pendekatan Komunikasi Inklusif Untuk Pedagang Asongan Berdasarkan Yohanes 4:1-42 Harming, Harming; Rujali, Rujali; Lawai, Hendry; Toni, Toni
Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi Vol 6, No 1 (2025): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54553/kharisma.v6i1.318

Abstract

In an era of increasingly advanced globalization, building intercultural relationships has become a growing challenge. This article examines the application of inclusive communication approaches in the context of street hawkers, a group often marginalized in discussions of social and cultural inclusion. Based on the theological narrative of John 4:1–42, the study identifies key principles of transformative dialogue, such as sensitivity to cultural contexts, expanding the boundaries of diversity, and striving for unity through constructive dialogue. Using a qualitative interpretive method, this research provides an in-depth analysis of the biblical text and its relevance to real social contexts. The findings show that transformative dialogue principles can serve as the foundation for communication strategies that promote social inclusion and intercultural cooperation among street hawkers. This article not only presents a theological analysis but also offers practical insights for developing inclusive and empowering communication strategies in an increasingly diverse society. Di era globalisasi yang semakin maju, membangun relasi antarbudaya menjadi tantangan yang kian kompleks. Artikel ini mengkaji penerapan pendekatan komunikasi inklusif dalam konteks para pedagang kaki lima, kelompok yang sering terpinggirkan dalam wacana inklusi sosial dan budaya. Berdasarkan narasi teologis Yohanes 4:1–42, studi ini mengidentifikasi prinsip-prinsip dialog transformatif seperti kepekaan terhadap konteks budaya, perluasan batas keberagaman, dan upaya mencapai kesatuan melalui dialog konstruktif. Metode yang digunakan adalah kualitatif interpretatif untuk menganalisis teks biblika secara mendalam dan relevansinya dalam konteks sosial konkret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip dialog transformatif dapat menjadi landasan strategi komunikasi guna mendorong inklusi sosial dan kerja sama antarbudaya di kalangan pedagang kaki lima. Artikel ini tidak hanya menawarkan analisis teologis, tetapi juga pandangan praktis untuk mengembangkan strategi komunikasi yang inklusif dan memberdayakan dalam masyarakat yang semakin beragam.
Tradisi Jawa Pengaruhnya Terhadap Orang Kristen dan Tinjauan Dari Sudut Pandang Alkitab Efendi, Jois; Harming, Harming; Katarina, Katarina
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 1 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.454 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v1i1.5

Abstract

Humans are social beings who live in the community, in society there are cultural values ​​that bind to unite them. In it there are traditions that must be carried out. Javanese traditions influence on Christians and views from a biblical point of view. The method used is descriptive qualitative which aims to introduce Javanese tradition and see it from a biblical point of view. As a result, the Javanese still use tradition, and tradition is attached to the life of the Javanese, re-examining traditions with Bible truth. Because the tradition is man-made to honor his ancestors, while the Bible says: "God who made the earth and all that is in it, He who is Lord of heaven and earth, does not live in temples made by human hands" (Acts 17:24). ).
Pendekatan Penginjilan Kontekstual Kepada Suku Melayu Riau Melalui Budaya Tepuk Tepung Tawar Apriliani, Ribka; Selvi, Selvi; Harming, Harming
Jurnal Kala Nea Vol. 1 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang Kal-Bar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61295/kalanea.v1i2.90

Abstract

Penelitian ini menganalisi upaya pendekatan penginjilan secara kontekstual kepada masyarakat di Daik Langga, Kepulauan Riau. secara khusus terjadi suatu hambatan dalam pelaksanaan penginjian kepada masyarakat suku melayu di Daik Langga, karna terjadi dedominasi mayoritas agama Islam di suku Melayu. Adapun penelitian guna menemukan strategi yang signifikan agar tetap dapat menjalankan amanat Agung terhadap Suku Melayu dengan menggunakan metode pendekatan kontekstual melalui budaya Tepuk tepung tawar Dalam pelaksanaan menggunakan budaya Melayu dapat membawa ruang komunikasi yang mudah untuk mengiring masyarakat kepada Injil. Pola tersebut merupakan pendekatan untuk menjalin persahabatan mengunakan budaya Melayu sebagai penyesuaian diri. Dengan memakai pendekatan lintas budaya Melayu, para pemberita Injil dapat menemukan ruang untuk memasukkan kabar baik. Pola bermasyarakat dengan bercerita menggunakan bahasa daerah dan mengikuti cara berpakaian budaya Melayu menjadi kebiasaan suku Melayu dan mengikuti kegiatan yang masih sesuai dengan firman Tuhan. Hal ini dapat menjadi daya ketertarikan masyarakat suku Melayu terhadap pemberita Injil dengan melihat penyesuaian tersebut di tengah-tengah masyarakat suku Melayu.
Pastoral Hibrida: Menggembalakan Jemaat secara Fisik dan Digital Harming, Harming
Proceeding National Conference of Christian Education and Theology Vol. 3 No. 2 (2025): Developing Christian Spirituality in the Digital Age
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/nccet.v3i2.1116

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik pastoral hybrid yang menggabungkan pelayanan fisik dan digital dalam konteks pasca-pandemi, di mana kebutuhan keintiman rohani dalam ruang digital masih menjadi tantangan. Tujuannya adalah untuk menjelaskan bagaimana pendeta menghadirkan keintiman rohani dalam pelayanan pastoral secara hybrid. Penelitian dilakukan melalui studi literatur sistematis, analisis konten, dan triangulasi sumber data yang kredibel dari literatur akademik dan laporan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun interaksi fisik terbatas, pelayanan digital membuka peluang pertumbuhan spiritual yang signifikan dan penguatan ikatan komunitas jemaat. Pendeta dapat keterampilan komunikasi digital yang efektif untuk mengembangkan keintiman rohani, serta menciptakan komunitas inklusif yang mengintegrasikan aspek teologis dan teknologi. Kesimpulannya, pelayanan pastoral hybrid harus mengadaptasi dinamika digital tanpa mengorbankan esensi keintiman dan dukungan spiritual. Implikasi penelitian ini mendorong pemimpin gereja untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperkuat pengalaman rohani jemaat di era modern, sekaligus memberikan rekomendasi bagi pengembangan program pastoral yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Injil dan Pluralitas Budaya Asia: Studi Narator Matius 28:19-20 Harming, Harming; Ginting, Alex Stefanus; Hu, Samuel Abdi; Tarigan, Nosita Br.
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i2.217

Abstract

This study analyzes the narrative of Matthew 28:19-20—known as the Great Commission—in the context of Asian cultural plurality using a translational model and narrative hermeneutic approach. The main focus of the research is how gospel texts can be translated and interpreted in a relevant and contextual way in the midst of the diversity of cultures, languages, and traditions in Asia. Through qualitative methods and document analysis, this study identifies the importance of understanding local cultures, contextualizing the gospel message, and the role of the church in building cross-cultural dialogue. The results of the study show that effective discipleship and evangelism require collective community involvement, adaptation to the challenges of the digital age, and a reinterpretation of the dimensions of baptism and teaching to remain relevant to the needs of modern society. This research recommends inclusive and adaptive evangelistic strategies, and emphasizes the importance of building intercultural relationships of mutual respect to realize the church's universal and contextual mission. Abstrak:Penelitian ini menganalisis narasi Matius 28:19-20-yang dikenal sebagai Amanat Agung-dalam konteks pluralitas budaya Asia dengan menggunakan pendekatan model translasi dan hermeneutik naratif. Fokus utama penelitian adalah bagaimana teks Injil dapat diterjemahkan dan diinterpretasikan secara relevan dan kontekstual di tengah keragaman budaya, bahasa, dan tradisi di Asia. Melalui metode kualitatif dan analisis dokumen, penelitian ini mengidentifikasi pentingnya pemahaman budaya lokal, kontekstualisasi pesan Injil, serta peran gereja dalam membangun dialog lintas budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuridan dan penginjilan yang efektif memerlukan keterlibatan komunitas secara kolektif, adaptasi terhadap tantangan era digital, serta pemaknaan ulang dimensi baptisan dan pengajaran agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Penelitian ini merekomendasikan strategi penginjilan yang inklusif dan adaptif, serta menekankan pentingnya membangun hubungan saling menghargai antarbudaya untuk mewujudkan misi gereja yang universal dan kontekstual.Kata Kunci: Injil, Matius, penginjilan, gereja.