Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Intolerance of Uncertainty sebagai Prediktor Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal Tiara Eka Putri; Yulisa Susanti
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2423

Abstract

Marriage rates in Indonesia, including Jakarta, have continued to decline in recent years, coinciding with the spread of the “marriage is scary” trend on social media, which portrays negative experiences of married life and triggers anxiety among young adults toward marriage. This study aims to examine the effect of intolerance of uncertainty on marital readiness among young adults in Jakarta. A quantitative approach with simple linear regression analysis was used, involving 112 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using the Intolerance of Uncertainty Scale-12 (IUS-12) and the Marital Readiness Scale, then analyzed using IBM SPSS Statistics version 24. The hypothesis test result showed a significance value of 0.000 (p < 0.05), meaning H1 was accepted, indicating that intolerance of uncertainty has a significant effect on marital readiness. The direction of the effect was negative (B = −0.164; t = −4.258), meaning that the higher an individual's intolerance of uncertainty, the lower their marital readiness. The coefficient of determination (R²) of 0.142 indicates that intolerance of uncertainty accounts for 14.2% of the variance in marital readiness, while the remaining 85.8% is explained by factors outside this study. The majority of respondents fell into the high intolerance of uncertainty and low marital readiness categories, confirming that intolerance of uncertainty plays a role in marital readiness, although it is not the sole determining factor.
Hubungan Social Comparison dengan Fear of Missing Out pada Dewasa Awal Pembeli iPhone di iBox Jakarta Jihan Shifa Khumairoh; Yulisa Susanti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara social comparison dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada dewasa awal pembeli iPhone di iBox Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan non-eksperimental korelasional. Responden berjumlah 140 orang dewasa awal berusia 20–40 tahun yang berdomisili di DKI Jakarta dan telah membeli iPhone di iBox Jakarta dalam dua tahun terakhir. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan data dikumpulkan secara daring melalui kuesioner skala Likert. Social comparison diukur menggunakan Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) yang mengacu pada aspek opinion dan ability, sedangkan FoMO diukur menggunakan skala Fear of Missing Out yang mencakup aspek social, news, dan commercial. Analisis data menggunakan korelasi Spearman Rank karena salah satu variabel tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara social comparison dengan FoMO, dengan koefisien korelasi r = 0,565 dan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecenderungan social comparison, semakin tinggi pula FoMO pada dewasa awal pembeli iPhone di iBox Jakarta. Hubungan yang berada pada kategori sedang menunjukkan bahwa social comparison merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan FoMO, tetapi bukan satu-satunya faktor.