Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Garuda Dalam Dada: Makna Menjadi Orang Indonesia Azzahra, Maghfira A A; Pertiwi, Nisa Indah; Karima, Raisa; Tristi, Ranisa Kautsar
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v18i1.66886

Abstract

Penelitian ini didasari oleh adanya krisis identitas nasional di tengah masyarakat yang semakin majemuk dan dinamis. Studi mengenai pemaknaan identitas nasional pada remaja dan dewasa awal banyak dilakukan, namun usia dewasa madya masih terbatas. Tujuan penelilitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna menjadi orang Indonesia pada individu dewasa berusia 40 tahun ke atas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui survei daring berupa pertanyaan terbuka. Sebanyak 277 peserta dari berbagai latar belakang suku, pendidikan, dan profesi menjadi partisipan dalam penelitian ini. Hasil analisis data secara tematik menemukan tujuh tema utama yang dirangkum dalam akronim GARUDARAMA, yaitu: (1) Kebangsaan dan Kenegaraan, (2) Kualitas, (3) Garis Hidup, (4) Perasaan, (5) Karakter, (6) Alam, dan (7) Budaya. Tema-tema tersebut menunjukkan bahwa makna menjadi orang Indonesia tidak hanya dilihat dari sisi legalitas kewarganegaraan, tetapi juga mencakup dimensi emosional, spiritual, moral, dan sosial budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa identitas nasional merupakan konstruk multidimensi yang melekat dalam pengalaman subjektif dan kolektif individu dewasa di Indonesia.
PENGUATAN PERAN IBU DALAM PERAWATAN HOLISTIK ANAK DENGAN CEREBRAL PALSY Pertiwi, Nisa Indah; Ranisa Kautsar Tristi; Raisa Karima; Maghfira Assyifa Amandinta Azzahra; Rahmadini Faricha Hakim; Annisa Rusdi; Siska Bradinda Putri Sudirman; Ridho Akbar Syafwan; Nia Ayuni Putri; Ikky Nabila Nandinanti; Sm Rezvi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i2.872

Abstract

Anak dengan cerebral palsy (CP) membutuhkan perawatan jangka panjang dan dukungan dari orang tua, terutama ibu sebagai caregiver utama. Di Kota Padang, Sumatera Barat, Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy (Raga CP) menjadi wadah pendampingan anak dengan cerebral palsy, tapi layanan yang tersedia masih memiliki keterbatasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran ibu dalam perawatan secara holistik anak dengan cerebral palsy melalui pendekatan edukasi komprehensif berbasis komunitas. Metode pelaksanaan terdiri dari lima tahap, yaitu studi pendahuluan, identifikasi masalah, pengembangan program, penerapan program, dan evaluasi program menggunakan model evaluasi Kirkpatrick pada level 1 (reaction) dan level 2 (learning). Edukasi melibatkan tim multidisiplin dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan praktik relaksasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta serta respon positif terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa edukasi holistik berbasis komunitas dapat dilakukan untuk penguatan peran ibu dalam perawatan anak cerebral palsy serta kemitraan dengan komunitas dalam menjangkau sasaran secara tepat dan berkelanjutan.
Integrative Psychotherapy for Depersonalization/Derealization: A Case Report of a Young Female Tristi, Ranisa Kautsar; Maghfira Assyifa Amandienta Azzahra; Raisa Karima; Nisa Indah Pertiwi
Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/vcf8j837

Abstract

Depersonalization/Derealization Disorder (DDD) is a dissociative condition characterized by feelings of detachment from oneself or one’s environment, often accompanied by functional impairment and comorbidity with other disorders. This study aim to demonstrate the application of integrative psychotherapy for a young adult female (20 years old) with DDD, severe depression, self-harming behaviour, suicidal ideation., and negative self-perceptions. Using a single case study design, the intervention followed an integrative protocol combining Cognitive Behavioural Therapy (CBT), Dialectical Behavioural Therapy (DBT) and Acceptance and Commitment Therapy (ACT) over 12 sessions, while examining the specific techniques and strategies employed in each therapeutic approach. Pre-test result showed severe levels of stress (33), anxiety (32), and depression (25). After 12 sessions, reassessment indicated a clinical decrease in score for stress (28), anxiety (26), and depression (20), alongside subjective improvements in emotional regulation, cognitive regulation.  and reduced dissociative frequency. This study confirms that staged integrative approach targeting specific symptom cluster can serve as an effective framework for addressing the clinical complexity of DDD. Further rigorous research is recommended to validate this framework and to consider any notables challenges encounter during the integrative psychotherapy sessions.
Memupuk Karakter, Memulihkan Perilaku dan Emosi: Implementasi Program BERANI bagi Anak Asuh di Panti Asuhan Tristi, Ranisa Kautsar; Sarry, Septi Mayang; Syafwan, Ridho Akbar; Parma, Lulu Fadilah; Salsabila, Febyola
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i1.1295

Abstract

Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan sebutan penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan di mana tekanan darah Anak asuh yang tinggal di panti asuhan seringkali menghadapi tantangan kesehatan mental akibat lingkungan pengasuhan yang terbatas. Program BERANI (Bertanggung Jawab, Empati, dan Bernilai Integritas) diimplementasikan untuk mengatasi masalah perilaku dan emosional pada anak asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Pesisir Selatan dengan pemberian edukasi yang menguatkan karakter BERANI pada anak. Kegiatan ini menggunakan desain mix methods yang melibatkan 30 anak asuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta instrumen kuantitatif pengetahuan yang diberikan dua kali (pre-test dan post-test). Pengukuran lainnya menggunakan Strenght and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk digunakan untuk mengukur kondisi emosi dan perilaku anak. Pemberian edukasi dilakukan selama 30 jam dalam 7 pertemuan selama periode Juli hingga September 2025. Evaluasi menunjukkan dampak positif yang signifikan dimana proporsi anak pada kategori emosi dan perilaku bermasalah di level “very high” menurun dari 32,1% menjadi 25,5%, sementara kategori “normal” meningkat pesat dari 14,3% menjadi 45%. Dari sisi pengetahuan, materi empati mengalo peningkatan pemahaman tertinggi sebesar 43%. Meskipun terdapat sejumlah tantangan salah satunya dari kurang konsistennya jarak jadwal pelaksanann yang juga dipengaruhi jarak geografis tim pelaksana menuju lokasi, program ini berhasil memperbaiki fungsi psikologis partisipan. Program BERANI efektif dalam meningkatkan kesehatan mental dan pengetahuan tentang karakter positif dari anak asuh. Temuan ini mendorong pentingnya pemenuhan hak kesejahteraan psikologis anak di panti asuhan secara berkelanjutan.