Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Transformasi Mutu Pendidikan Di Indonesia: Kajian Historis Dan Implikasinya Terhadap Sistem Pendidikan Kontemporer Hidayati, Nirmala; Subhi, Muhamad Rifa’i; Sari, Rahmi Aneka
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 JULI 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.6728

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji transformasi mutu pendidikan di Indonesia melalui pendekatan historis, khususnya pada masa Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi terhadap sistem pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Transformasi mutu pendidikan di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada era Orde Lama, mutu pendidikan terbatas pada penguatan nasionalisme, sedangkan pada era Orde Baru, pendidikan diarahkan untuk mendukung pembangunan ekonomi dan karakter bangsa. Di era Reformasi, dengan adanya desentralisasi dan globalisasi, pendidikan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kurikulum yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap perubahan zaman. Transformasi mutu pendidikan membawa implikasi terhadap sistem pendidikan kontemporer di indonesia meliputi perubahan paradigma pembelajaran, desentralisasi dan otonomi pendidikan, penekanan pada standar nasional pendidikan, integrasi teknologi dalam pendidikan. Namun, upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan masih dihadapkan pada beberapa tantangan seperti kesiapan tenaga pendidik yang belum merata, peningkatan kompetensi guru, serta sarana dan prasarana yang belum memadai. Oleh karena itu, penting untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas.Kata Kunci: Mutu Pendidikan, Sejarah Kurikulum Indonesia, Sistem Pendidikan Kontemporer
TANTANGAN PENDIDIKAN MORAL DI ERA DIGITAL: Strategi Pengajaran Dalam Menghadapi Perubahan Sosial Dan Teknologi Hidayati, Nirmala; Untung, Slamet
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2025): in Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v7i2.2660

Abstract

Digital transformation has brought about significant changes in the behavior, values, and social interactions of students, thus demanding a new approach in the process of moral education. This article will examine the various challenges in moral education in the digital era and analyze the teaching strategies that were successfully implemented by SMA Negeri 3 Pekalongan in responding to social changes and technological advances for students. Through a qualitative approach with a field study type (field research), the aim is to explore in depth various teaching strategies applied in the school with the main sources being the principal and Islamic Religious Education teachers as well as the main object being students. The results of the study showed that there was an increase in the morale of students at State Senior High School 3 Pekalongan through the application of the vision and mission, and habits that exist in the school, including the habit of shaking hands with teachers, morning prayers, congregational Dhuha and Dzuhur prayers, and morning studies. This moral improvement is manifested in the behavior of students who are more spiritual, responsible, tolerant, and demonstrate an attitude of mutual respect in social interactions. The active role of parents and the surrounding environment in students' morals will shape the character of students to be strong and have noble morals amidst the current of globalization
Model Analisis Kebijakan Heuristik, Evaluatif, dan Kritis dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Hidayati, Nirmala; Hermiati, Hermiati; Muhlisin, Muhlisin; Fauyan, Muchamad
Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 6 No. 1 (2026): Article in Press
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/metta.v6i1.5191

Abstract

Educational policy analysis in PAI is crucial in the era of globalization to ensure the substance of policies in addressing problems and minimizing the negative impacts of their implementation, while simultaneously ensuring the benefit of stakeholders. This study aims to systematically examine the substance of Islamic education policies by combining Heuristic, Evaluative, and Critical policy analysis frameworks, thereby obtaining recommendations for improving PAI policies that are fairer, more inclusive, and contextual. This study uses a library research method that emphasizes the collection and analysis of data in the form of relevant literature and documents. The results of the analysis indicate that PAI curriculum policies require a comprehensive analytical approach to address educational challenges in the global and digital era. The heuristic model plays a role in uncovering policy issues stemming from the social realities of students and formulating adaptive and contextual policy alternatives. The evaluative model shows that the implementation of PAI policies has a positive impact on improving the quality of learning and strengthening religious values, although their effectiveness is still influenced by the readiness of resources and institutional support. Meanwhile, the critical analysis confirms that PAI policies are inseparable from power relations and the potential for ideological bias. This confirms that the combined model of policy analysis provides a holistic understanding, where Islamic Religious Education policies need to be continued with adjustments to strengthen teacher training and digital infrastructure, and must be reformed to be more include, equitable, and socially transformative by eliminating existing biases, so as to be able to produce a generation of Muslims who are religious, digitally proficient, critical, and highly socially conscious.
Implementasi Pola Asuh dengan Pendekatan Kasih Sayang dan Spiritual dalam Mengatasi Agresivitas Anak Usia Dini Maulidah, Sakhat; Khanafi, Imam; Ula, Miftahul; Hidayati, Nirmala; Anjani, Syarifah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis implementasi pola asuh dengan pendekatan kasih sayang dan spiritual dalam mengatasi agresivitas anak usia dini di KB Masyithoh Pegandon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sumber data terdiri atas data primer yang diperoleh dari kepala sekolah, guru, dan siswa, serta data sekunder yang berasal dari dokumen pembelajaran, literatur, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh berbasis kasih sayang dan spiritual berperan signifikan dalam mengurangi perilaku agresif anak usia dini, sekaligus meningkatkan kemampuan regulasi emosi, keterampilan sosial, dan menciptakan suasana kelas yang lebih aman serta kondusif. Implementasi pendekatan ini diwujudkan melalui perhatian penuh, empati, komunikasi dialogis, penguatan positif, keteladanan, serta pembelajaran berbasis permainan dan kegiatan kolaboratif. Penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan waktu, heterogenitas siswa, serta kurangnya kesinambungan pola asuh antara sekolah dan rumah, yang diatasi melalui inovasi guru dan sinergi dengan orang tua. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemaknaan kasih sayang sebagai strategi pedagogis yang sistematis dan operasional dalam pendidikan spiritual dan pembentukan akhlak anak usia dini, bukan sekadar nilai afektif, sehingga berkontribusi pada pengelolaan agresivitas dan penguatan perkembangan sosial-emosional anak secara berkelanjutan.