Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Shifting of Religiosity in the Area Affected by Steam Powered Electric Generator Batang Project Fauyan, Muchamad
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 27, No 1 (2019)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.27.1.3806

Abstract

This study aims to reveal religious attitude shifting of Ujungnegoro society as a village affected by the building of PLTU and its resolution. The method used was descriptive with study case technique. The data were collected through interviews, Focus Group Discussion, observation, and documentation. The qualitative analysis used Miles and Huberman Model. The shifting of religiosity of Ujungnegoro society was observed from 5 dimensions: Aqidah (creed), knowledge, ritual, religious practice, and appreciation. In the aspect of Aqidah, there is no change as new viewpoint appears. Knowledge dimension seemed increasing while others tended to decrease in quality. Spirituality and inner attitude of the society experienced inconvenience vis a vis modern lifestyle which is individualistic and materialistic. The shifting was influenced by the level of religious appreciation, family finance, and community environment factor applying consumptive and hedonistic culture. Negative effect of the building of PLTU on religious attitude was tackled by government figures, society, and religion through recitations and intense religious activities. However, those were not successful on increasing the societies spirituality, making simultaneous, systematic, systemic, and synergic da?wah with education technology approach through society?s literate improvement is needed which in turns is hoped to be followed by the bloom of inner spirituality.
KUALIFIKASI, PERSEPSI, DAN KOMPETENSI GURU PAI SMP/MTS SE-KOTA PEKALONGAN DALAM PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK DI ERA GENERASI Z Zaeni, Akhmad; Fauyan, Muchamad; Fadhilah, Ningsih
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol 14 (2018)
Publisher : BAPPEDA Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.458 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbekalangi adanya temuan bahwa guru PAI SMP/MTs Se-Kota Pekalongan di era generasi Z ini belum optimal dalam memanfaatkan media pembelajaran khususnya yang berbasis TIK sehingga penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap kondisi riil kualifikasi, persepsi, dan kompetensi serta penyebab keterbatasan guru PAI dalam mengembangkan atau memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK. Di samping itu, juga diungkap proses perencanaan, produksi, pemanfaatan, dan pengelolaan media pembelajaran berbasis TIK oleh guru PAI yang sudah pernah mempraktikkannya. Hasil penelitian ini adalah semua guru PAI yang menjadi sampel penelitian sudah memenuhi kualifikasi sebagai guru PAI SMP/MTs. Persepsi mereka terhadap pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) diketahui memiliki kategori kecenderungan/ persepsi baik, sedangkan kompetensi guru SMP/MTs se-Kota Pekalongan dalam pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam kategori cukup baik. Kompetensi mereka itu dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal sehingga ada hal-hal yang mendukung atau menghambat Guru PAI SMP/MTs Se-Kota Pekalongan dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK dalam pembelajaran PAI. Oleh karena itu, diharapkan guru PAI lebih termotivasi lagi dan memiliki kemauan untuk meningkatkan kompetensinya dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK yang disesuaikan dengan materi ajar, kebutuhan siswa, kondisi lingkungan dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Kata Kunci: Kompetensi guru, Guru PAI, Media pembelajaran, TIK
The Shifting of Religiosity in the Area Affected by Steam Powered Electric Generator Batang Project Muchamad Fauyan
Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 27, No 1 (2019)
Publisher : LP2M - Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ws.27.1.3806

Abstract

This study aims to reveal religious attitude shifting of Ujungnegoro society as a village affected by the building of PLTU and its resolution. The method used was descriptive with study case technique. The data were collected through interviews, Focus Group Discussion, observation, and documentation. The qualitative analysis used Miles and Huberman Model. The shifting of religiosity of Ujungnegoro society was observed from 5 dimensions: Aqidah (creed), knowledge, ritual, religious practice, and appreciation. In the aspect of Aqidah, there is no change as new viewpoint appears. Knowledge dimension seemed increasing while others tended to decrease in quality. Spirituality and inner attitude of the society experienced inconvenience vis a vis modern lifestyle which is individualistic and materialistic. The shifting was influenced by the level of religious appreciation, family finance, and community environment factor applying consumptive and hedonistic culture. Negative effect of the building of PLTU on religious attitude was tackled by government figures, society, and religion through recitations and intense religious activities. However, those were not successful on increasing the societies spirituality, making simultaneous, systematic, systemic, and synergic da’wah with education technology approach through society’s literate improvement is needed which in turns is hoped to be followed by the bloom of inner spirituality.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM KURIKULUM 2013 DI SD/MI KOTA PEKALONGAN Muchamad Fauyan
Jurnal Komposisi Vol 3, No 2 (2018): Jurnal Komposisi
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.264 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013 di SD/MI Kota Pekalongan dan problematikanya. Pengungkapannya dengan penelitian kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Guru kelas SD/MI menjadi sumber datanya. Hasilnya diketahui bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di SD/MI bersifat tematik, pembelajarannya terintegrasi dengan mata pelajaran lain dengan pendekatan saintifik. Mapel bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting karena menjadi mata pelajaran pengantar dan pengait untuk mata pelajaran lainnya. Posisi guru kelas dalam Kurikulum 2013 tetap menjadi sentral. Tugasnya tidak hanya menyusun perangkat dan melaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum 2013, tetapi juga harus memenuhi tuntutan terwujudnya pembelajaran bahasa Indonesia yang bermakna. Dengan kapabilitas dan kepedulian yang dimiliki, guru kelas SD/MI di Pekalongan terus berusaha untuk mencapainya, yaitu untuk menciptakan suasana dan serangkaian aktivitas belajar siswa guna mencapai keterampilan berbahasa tertentu.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Melalui Pola Pendekatan Pembelajaran Tematik Integralistik Muchamad Fauyan; Kadar Wati
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.2862

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui pola pendekatan pembelajaran tematik integralistik pada kelas IV SDN Cempereng Batang. Permasalahan dikotomi atau membedakan dan memisahkan antara mata pelajaran yang berbasis agama (akhlak) dan mata pelajaran sains yang terjadi di banyak sekolah saat ini menjadi alasan untuk mengungkap praktik pendidikan karakter yang tidak hanya menjadi tanggung jawab mata pelajaran Agama atau Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Metode penelitiannya lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dari guru, Kepala Sekolah, dan Siswa. Analisisnya dilakukan dengan teknik analisis Miles and Huberman. Hasil penelitiannya: (1) internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui pola pendekatan pembelajaran tematik integralistik, terdiri dari lima komponen, yaitu kesiapan, perencanaan, upaya, pelaksanaan, dan evaluasi; (2) nilai-nilai pendidikan karakter yang diinternalisasikan melalui pola pendekatan pembelajaran tematik integralistik lengkap ada 18 nilai sebagaimana dalam Kemdikbud, yaitu nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. (3) faktor pendukung internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui pola pendekatan pembelajaran tematik integralistik ada tiga yaitu sarana dan prasarana yang memadai, guru, dan ekstrakurikuler, sedangkan faktor penghambat ada dua yaitu lingkungan tempat tinggal siswa dan media massa. Hasil penelitian ini sangat relevan bagi yang ingin mendalami contoh-contoh internalisasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran.
KUALIFIKASI, PERSEPSI, DAN KOMPETENSI GURU PAI SMP/MTS SE-KOTA PEKALONGAN DALAM PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK DI ERA GENERASI Z Akhmad Zaeni; Muchamad Fauyan; Ningsih Fadhilah
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 14 (2018)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54911/litbang.v14i0.70

Abstract

Penelitian ini dilatarbekalangi adanya temuan bahwa guru PAI SMP/MTs Se-Kota Pekalongan di era generasi Z ini belum optimal dalam memanfaatkan media pembelajaran khususnya yang berbasis TIK sehingga penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap kondisi riil kualifikasi, persepsi, dan kompetensi serta penyebab keterbatasan guru PAI dalam mengembangkan atau memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK. Di samping itu, juga diungkap proses perencanaan, produksi, pemanfaatan, dan pengelolaan media pembelajaran berbasis TIK oleh guru PAI yang sudah pernah mempraktikkannya. Hasil penelitian ini adalah semua guru PAI yang menjadi sampel penelitian sudah memenuhi kualifikasi sebagai guru PAI SMP/MTs. Persepsi mereka terhadap pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) diketahui memiliki kategori kecenderungan/ persepsi baik, sedangkan kompetensi guru SMP/MTs se-Kota Pekalongan dalam pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam kategori cukup baik. Kompetensi mereka itu dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal sehingga ada hal-hal yang mendukung atau menghambat Guru PAI SMP/MTs Se-Kota Pekalongan dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK dalam pembelajaran PAI. Oleh karena itu, diharapkan guru PAI lebih termotivasi lagi dan memiliki kemauan untuk meningkatkan kompetensinya dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis TIK yang disesuaikan dengan materi ajar, kebutuhan siswa, kondisi lingkungan dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Kata Kunci: Kompetensi guru, Guru PAI, Media pembelajaran, TIK
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Melalui Pola Pendekatan Pembelajaran Tematik Integralistik Muchamad Fauyan; Kadar Wati
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.2862

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui pola pendekatan pembelajaran tematik integralistik pada kelas IV SDN Cempereng Batang. Permasalahan dikotomi atau membedakan dan memisahkan antara mata pelajaran yang berbasis agama (akhlak) dan mata pelajaran sains yang terjadi di banyak sekolah saat ini menjadi alasan untuk mengungkap praktik pendidikan karakter yang tidak hanya menjadi tanggung jawab mata pelajaran Agama atau Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Metode penelitiannya lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dari guru, Kepala Sekolah, dan Siswa. Analisisnya dilakukan dengan teknik analisis Miles and Huberman. Hasil penelitiannya: (1) internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui pola pendekatan pembelajaran tematik integralistik, terdiri dari lima komponen, yaitu kesiapan, perencanaan, upaya, pelaksanaan, dan evaluasi; (2) nilai-nilai pendidikan karakter yang diinternalisasikan melalui pola pendekatan pembelajaran tematik integralistik lengkap ada 18 nilai sebagaimana dalam Kemdikbud, yaitu nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. (3) faktor pendukung internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui pola pendekatan pembelajaran tematik integralistik ada tiga yaitu sarana dan prasarana yang memadai, guru, dan ekstrakurikuler, sedangkan faktor penghambat ada dua yaitu lingkungan tempat tinggal siswa dan media massa. Hasil penelitian ini sangat relevan bagi yang ingin mendalami contoh-contoh internalisasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran.
Penguatan Manajemen Madrasah Menuju Madrasah Hebat Bermartabat Muchamad Fauyan
BASICA: Journal of Primary Education Vol 1 No 2 (2021): Models and Strategy Learning for Primary Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.38 KB) | DOI: 10.37680/basica.v1i2.1067

Abstract

Masyarakat Kota Pekalongan memiliki minat yang baik terhadap Madrasah Ibtidaiyah dibanding sekolah dasar negeri. Hal itu dibuktikan dengan lebih banyaknya jumlah madrasah dan sekolah dasar Islam di Pekalongan. Namun demikian, trend untuk menyekolahkan anak-anak ke madrasah di lingkungan kota Pekalongan belum diimbangi dengan jumlah prestasi madrasah khususnya madrasah swasta di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maárif Nahdlatul Ulama (LP Maárif NU). Masalah tersebut disebabkan karena lemahnya manajemen, rendahnya kualitas SDM, beban berat kurikulum, kurangnya perhatian pemerintah, dan minimnya kemitraan. Tujuan dari pemberdayaan ini adalah untuk memberdayakan madrasah di lingkungan Yayasan Al-Muttaqin di bawah naungan LP Maárif NU dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 menuju madrasah hebat dan bermartabat dengan indikator hebat dalam perangkat dan proses pembelajarannya. Subjek dampingan kegiatan pemberdayaan ini adalah pengurus Yayasan, Kepala Madrasah, dan guru. Hasil pelaksanaan program adalah 1) telah dilaksanakan pelatihan Manajemen Berbasis Madrasah dan pembelajaran aktif serta penyusunan perangkat pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS) dan 4 C (Critical thinking, Creativity, Collaboration, and Communication), 2) dihasilkannya dokumen perangkat pembelajaran kurikulum 2013.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM KURIKULUM 2013 DI SD/MI KOTA PEKALONGAN Muchamad Fauyan
Jurnal Komposisi Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Komposisi
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/jk.v5i1.1746

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013 di SD/MI Kota Pekalongan dan problematikanya. Pengungkapannya dengan penelitian kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Guru kelas SD/MI menjadi sumber datanya. Hasilnya diketahui bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di SD/MI bersifat tematik, pembelajarannya terintegrasi dengan mata pelajaran lain dengan pendekatan saintifik. Mapel bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting karena menjadi mata pelajaran pengantar dan pengait untuk mata pelajaran lainnya. Posisi guru kelas dalam Kurikulum 2013 tetap menjadi sentral. Tugasnya tidak hanya menyusun perangkat dan melaksanakan pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Kurikulum 2013, tetapi juga harus memenuhi tuntutan terwujudnya pembelajaran bahasa Indonesia yang bermakna. Dengan kapabilitas dan kepedulian yang dimiliki, guru kelas SD/MI di Pekalongan terus berusaha untuk mencapainya, yaitu untuk menciptakan suasana dan serangkaian aktivitas belajar siswa guna mencapai keterampilan berbahasa tertentu.
Peran Kepala Madrasah dalam Membina Minat dan Daya Baca Siswa Melalui Program Literasi Semesa Nur Hidayah; Muchamad Fauyan
Indonesian Journal of Islamic Elementary Education Vol. 1 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Study Program, Faculty of Education and Teacher Training, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.853 KB) | DOI: 10.28918/ijiee.v1i1.3913

Abstract

Kepala madrasah memiliki peran yang sangat strategis dalam keberhasilan program di madrasah. Kepala Madrasah MI Walisongo Podo menggunakan peran manajerialnya berinisiatif mencetuskan program literasi Senin Membaca Bersama (SEMESA) yang didukung semua warga madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala madrasah dalam membina minat baca siswa melalui program SEMESA. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan peran kepala madrasah di MI Walisongo Podo dalam membina minat baca siswa melalui program SEMESA meliputi peran: (1) peran hubungan antar pribadi (Interpersonal), terdiri dari peran wakil/simbolis, peran pemimpin, peran penghubung; (2) peran penyambung informasi, terdiri dari peran pengawas aliran informasi, penerus informasi, juru bicara; dan (3) peran pembuat keputusan, terdiri dari peran pengusaha/pelopor, pengentas kendala, pengalokasi sumber daya, dan perundingan. Kemampuan kepala madrasah dalam berinovasi dan berkolaborasi dengan semua pihak menjadi jalan keluar dalam memaksimalkan faktor pendukung dan meminimalkan faktor penghambat.