Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Aplikasi Teknologi Pakan Mandiri bagi Petani Ikan Air Tawar Gampong Cot Paya, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar Husna, Asmaul; Pradana, Hengki; Ismarica, Ismarica; Mellisa, Siska; Nurfadillah, Nurfadillah; Nuzlia, Cut; Arisa, Iko Imelda; Melanie, Kavinta; Dewi, Cut Dara; Alfionita, Wuni
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 9 (2025): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/bymcx923

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan efisiensi usaha budidaya ikan air tawar melalui pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri di Gampong Cot Paya, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi tingginya harga pakan komersial, kualitas pakan yang tidak konsisten, serta keterbatasan pengetahuan dalam formulasi pakan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, pelatihan teknis, dan pendampingan yang berfokus pada pemanfaatan bahan baku lokal untuk menghasilkan pakan ikan yang terjangkau namun berkualitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pembuatan pakan, pengurangan ketergantungan terhadap pakan komersial, serta potensi pengembangan usaha pakan lokal. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mendukung pemberdayaan ekonomi dan keberlanjutan usaha budidaya ikan di tingkat desa.
EVALUASI PENGGUNAAN LIMBAH PENDEDERAN IKAN KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA SEBAGAI MEDIA KULTUR Spirulina sp. SKALA MENENGAH Larasati, Ellen; Pertiwi, Ris Restu; Hudaidah, Siti; Putri, Berta; Alhafizoh, Fatimah; Alfionita, Wuni; Husna, Asmaul
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 2 (2025): Juni (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.2.2025.181-194

Abstract

Limbah pendederan ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis), kaya akan nitrogen (N) dan fosfor (P), berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang tanpa pengolahan. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi optimal limbah pendederan tersebut sebagai media kultur Spirulina sp. skala menengah. Limbah disaring (filter 25 µm) dan disterilkan menggunakan autoklaf (121°C, 15 menit, 1 atm) pada konsentrasi 10%, 15%, 20% dan 25%. Kultur dilakukan selama 9 hari dalam wadah fiberglass volume 15 L, diinokulasi dengan kepadatan awal 1 x 106 sel mL-1, diaerasi secara terus-menerus, dan diberikan pencahayaan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga ulangan untuk mengevaluasi laju pertumbuhan Spirulina sp., penurunan konsentrasi nitrat dan fosfat, serta parameter kualitas air (suhu, salinitas, pH, dan intensitas cahaya). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan limbah 20% menghasilkan kepadatan tertinggi (6,43 x 106 sel m L-1) dan efisiensi penurunan konsentrasi nitrat sebesar 96,0% (dari 5,99 ± 0,13 mg L-1 menjadi 0,24 ± 0,05 mg L-1) dan penurunan fosfat sebesar 67,7% (dari 6,66 ± 0,34 mg L-1 menjadi 2,15 ± 0,32 mg L-1). Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah pendederan C. altivelis yang disterilisasi efektif digunakan sebagai media kultur Spirulina sp. skala menengah, dengan konsentrasi 20% memberikan hasil pertumbuhan, efisiensi penyerapan nutrien, dan kestabilan kualitas air terbaik, sehingga berpotensi diterapkan sebagai strategi bioremediasi berkelanjutan dalam konsep akuakultur sirkular.Effluent from humpback grouper (Cromileptes altivelis) nursery operations is rich in nitrogen (N) and phosphorus (P), posing a risk of environmental pollution if discharged untreated. This study aimed to determine the optimal concentration of humpback grouper nursery effluent as a rearing medium for Spirulina sp. cultured at an intermediate scale. The effluent was filtered (25 µm) and sterilized using an autoclave (121°C, 15 minutes, 1 atm) at concentrations of 10%, 15%, 20%, and 25%. Spirulina sp. was cultured at an initial density of 1 x 106 cells mL-1 in 15-L fiberglass tanks that were continuously aerated and illuminated for 9 days.  A completely randomized design (CRD) with three replications was used to evaluate the growth rate of Spirulina sp., the reduction of nitrate and phosphate concentrations, and water quality parameters (temperature, salinity, pH, and light intensity). Results showed that the 20% wastewater produced the highest cell density (6.43 × 10⁶ cells mL-1) and achieved a nitrate concentration reduction efficiency of 96.0% (from 5.99 ± 0.13 mg L-1 to 0.24 ± 0.05 mg L-1) and a phosphate reduction of 67.7% (from 6.66 ± 0.34 mg L-1 to 2.15 ± 0.32 mg L-1). This study demonstrated that sterilized effluent from humpback grouper nursery can be used as the rearing medium for Spirulina sp. cultured at an intermediate scale, with a 20% concentration providing optimal growth, nutrient removal efficiency, and stable water quality, thereby supporting its potential use as a sustainable bioremediation and circular aquaculture strategy.
CARRYING CAPACITY OF VANNAME SHRIMP (Litopenaeus vannamei) PONDS IN THE ASPECT OF WATER QUALITY AT PURWOREJO VILLAGE, PASIR SAKTI SUBDISTRICT, EAST LAMPUNG DISTRICT Alfionita, Wuni; Larasati, Ellen; Rahman, Agus Arif; Pradana, Hengki
JURNAL AKUAKULTURA Vol 9, No 2 (2025): JURNAL AKUAKULTURA UNIVERSITAS TEUKU UMAR
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/ja.v9i2.11730

Abstract

The carrying capacity of ponds in vaname shrimp farming is one of the factors supporting the productivity of aquaculture. The purpose of this study was to evaluate the carrying capacity of vaname shrimp ponds in the aspects of water quality to determine efforts to develop vaname shrimp farming based on the carrying capacity of the pond environment. This research was conducted in Purworejo Village, Pasir Sakti District, East Lampung Regency. The research parameters observed included physical, chemical, and biological parameters of water. The results obtained were temperature 29°C, salinity 18.7–19.3 ppt, pH 8.1–8.3, Dissolved Oxygen (DO) 6.0–6.6 mg/l, Total Ammonia Nitrogen (TAN) 0.023–0.083 mg/l, nitrite 0.086–0.149 mg/l, Total Organic Matter (TOM) 63.3–72.3 mg/l, alkalinity 143–165 mg/l, hardness 1860–1933 mg/l, plankton abundance 776 x 103  – 1025 x 103  cell/ml, Total Vibrio Count (TVC) 1.83 x 103  – 2.30 x 103 . The conclusion obtained is that the physical and biological parameters of water quality are in optimal condition for vaname shrimp farming. In chemical parameters, the concentration of TOM exceeds the optimal limit, so it is necessary to do routine flushing and water changes.