Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI PENGGUNAAN LIMBAH PENDEDERAN IKAN KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) DENGAN KONSENTRASI BERBEDA SEBAGAI MEDIA KULTUR Spirulina sp. SKALA MENENGAH Larasati, Ellen; Pertiwi, Ris Restu; Hudaidah, Siti; Putri, Berta; Alhafizoh, Fatimah; Alfionita, Wuni; Husna, Asmaul
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 2 (2025): Juni (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.2.2025.181-194

Abstract

Limbah pendederan ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis), kaya akan nitrogen (N) dan fosfor (P), berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang tanpa pengolahan. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi optimal limbah pendederan tersebut sebagai media kultur Spirulina sp. skala menengah. Limbah disaring (filter 25 µm) dan disterilkan menggunakan autoklaf (121°C, 15 menit, 1 atm) pada konsentrasi 10%, 15%, 20% dan 25%. Kultur dilakukan selama 9 hari dalam wadah fiberglass volume 15 L, diinokulasi dengan kepadatan awal 1 x 106 sel mL-1, diaerasi secara terus-menerus, dan diberikan pencahayaan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga ulangan untuk mengevaluasi laju pertumbuhan Spirulina sp., penurunan konsentrasi nitrat dan fosfat, serta parameter kualitas air (suhu, salinitas, pH, dan intensitas cahaya). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan limbah 20% menghasilkan kepadatan tertinggi (6,43 x 106 sel m L-1) dan efisiensi penurunan konsentrasi nitrat sebesar 96,0% (dari 5,99 ± 0,13 mg L-1 menjadi 0,24 ± 0,05 mg L-1) dan penurunan fosfat sebesar 67,7% (dari 6,66 ± 0,34 mg L-1 menjadi 2,15 ± 0,32 mg L-1). Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah pendederan C. altivelis yang disterilisasi efektif digunakan sebagai media kultur Spirulina sp. skala menengah, dengan konsentrasi 20% memberikan hasil pertumbuhan, efisiensi penyerapan nutrien, dan kestabilan kualitas air terbaik, sehingga berpotensi diterapkan sebagai strategi bioremediasi berkelanjutan dalam konsep akuakultur sirkular.Effluent from humpback grouper (Cromileptes altivelis) nursery operations is rich in nitrogen (N) and phosphorus (P), posing a risk of environmental pollution if discharged untreated. This study aimed to determine the optimal concentration of humpback grouper nursery effluent as a rearing medium for Spirulina sp. cultured at an intermediate scale. The effluent was filtered (25 µm) and sterilized using an autoclave (121°C, 15 minutes, 1 atm) at concentrations of 10%, 15%, 20%, and 25%. Spirulina sp. was cultured at an initial density of 1 x 106 cells mL-1 in 15-L fiberglass tanks that were continuously aerated and illuminated for 9 days.  A completely randomized design (CRD) with three replications was used to evaluate the growth rate of Spirulina sp., the reduction of nitrate and phosphate concentrations, and water quality parameters (temperature, salinity, pH, and light intensity). Results showed that the 20% wastewater produced the highest cell density (6.43 × 10⁶ cells mL-1) and achieved a nitrate concentration reduction efficiency of 96.0% (from 5.99 ± 0.13 mg L-1 to 0.24 ± 0.05 mg L-1) and a phosphate reduction of 67.7% (from 6.66 ± 0.34 mg L-1 to 2.15 ± 0.32 mg L-1). This study demonstrated that sterilized effluent from humpback grouper nursery can be used as the rearing medium for Spirulina sp. cultured at an intermediate scale, with a 20% concentration providing optimal growth, nutrient removal efficiency, and stable water quality, thereby supporting its potential use as a sustainable bioremediation and circular aquaculture strategy.
PHYTOCHEMICAL ANALYSIS AND ANTIOXIDANT POTENTIAL OF EXTRACTS ETHANOL MACROALGAE Padina australis FROM TEGAL MAS ISLAND LAMPUNG Alhafizoh, Fatimah; Widiastuti, Endang Linirin; Nurcahyani, Nuning; Juliasih, Ni Luh Gede Ratna; Setyaningrum, Endah
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 01 April (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v9i01.178

Abstract

In the seas of Lampung, a kind of brown macroalgae known as Padina australis is commonly seen.. Padina australis is widely used in the food industry as a gelling agent, emulsifier, thickener, stabilizer and also in the medical industry. The content of phytochemical compounds that can be developed as phytopharmaceutical agents is one of them as antioxidants. The aim of this study was to analyze the phytochemical content and potential antioxidant activity of the macroalgae Padina australis. The method used was extraction by maceration in 70% ethanol as a solvent. The phytochemical test was performed qualitatively by a color reagent test. The FTIR test was performed to analyze the functional groups of the active ingredients, while the antioxidant test used the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) method. The results obtained show that the ethanol extract of Padina australis contains chemical compounds such as saponins, steroids, tannins, alkaloids, and flavonoids. Padina australis extract shows its potential as an alternative source of natural antioxidant compounds because it is able to reduce free radicals with an IC50 value of 407.96 ppm, which is classified as very weak antioxidant activity. Further research needs to be done to obtain other concentration doses so as to get the best antioxidant activity results that can be developed clinically for health products.    
Pelatihan Pembuatan Pakan Fungsional Ikan Laut Berbasis Limbah Perikanan Dan Bahan Nabati Lokal Bagi Kelompok Usaha Bersama Bina Teluk Bahari rakhmawati, rakhmawati; mujahid, muhammad; nurbaiti, lilis; alhafizoh, fatimah; fatoni, khoerul; kamilatul fauziah, wahyu; melidawati, melidawati; Tammi Putri, Ryana; Marlina, Eulis
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 2 No 2 (2025): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v2i2.4486

Abstract

Kelompok Bina Teluk Bahari merupakan kelompok usaha masyarakat pesisir yang berada Kota Tanjung Karang, Bandar Lampung. Anggota kelompok ini sebagian besar adalah keluarga nelayan dengan penghasilan yang bergantung pada hasil tangkapan harian dan aktivitas ekonomi pesisir berskala kecil, seperti pengolahan hasil laut dan budi daya ikan dalam skala terbatas. Salah satu binaan dari KUB Bina Teluk Bahari ini adalah wanita kelompok nelayan. Masyarakat nelayan di masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan sosial, seperti ketergantungan pada musim tangkap, rendahnya akses terhadap teknologi pasca panen, serta belum optimalnya pengelolaan limbah perikanan. Salah satu potensi yang belum banyak dimanfaatkan adalah limbah perikanan hasil tangkapan seperti kepala ikan, tulang, dan jeroan, yang umumnya dibuang begitu saja. Padahal, limbah tersebut memiliki kandungan nutrisi tinggi yang berpotensi diolah menjadi bahan baku pakan ikan fungsional. Metode pengabdian yang dilakukan adalah survey, penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan ikan laut fungsional yang tidak hanya ekonomis tetapi juga meningkatkan imunitas dan pertumbuhan ikan laut. Setelahnya, evaluasi dilakukan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok wanita nelayan agar mampu mengolah bahan lokal menjadi pakan ikan bernutrisi tinggi dan ramah lingkungan. Hasil kegiatan ini adalah terdapat peningkatan kemampuan dan ketrampilan mitra dalam pembuatan pakan fungsional dengan teknologi pengolahan limbah perikanan menggunakan oven dengan suhu optimal dan hidrolisis enzim selulose atau penambahan probiotik pada bahan nabati lokal. Produk pakan fungsional ikan laut berbasis limbah perikanan dan bahan nabati lokal telah dihasilkan sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan berperan dalam menguatkan ketahanan pangan nasional dan perekonomian pesisir.